Feeds:
Pos
Komentar

Daun Cocor Bebek


Sekhah efiaty, M.Pd.

cocor bebek

Cocor bebek dalam bahasa Latin dikenal dengan nama Kalanchoe pinnata Pers. Daunnya yang cukup tebal, selain banyak mengandung air, juga menyimpan berbagai bahan kimia yang bermanfaat bagi kesehatan. Berasal dari Madagaskar, tersebar di daerah tropik. Tinggi ± 1m, dipelihara di pekarangan rumah atau tumbuh liar di tepi jurang, pinggir jalan dan tempat-tempat yang tanahnya berbatu-batu, daerah panas dan kering. Tumbuh sampai ± 1.000 m di atas permukaan laut. Tanaman herba berdaging pada pangkalnya agak berkayu, tegak, tinggi 0,3-2 m. Sebuah situs kesehatan, National Center for Biotechnology Information, menyebutkan bahwa bufadienolides yang terdapat pada sosor bebek bersifat antitumor.

Klasifikasi Tanaman Cocor Bebek

  • Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
  • Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
  • Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
  • Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
  • Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
  • Sub Kelas : Rosidae
  • Ordo : Rosales
  • Famili : Crassulaceae
  • Genus : Kalanchoe
  • Spesies : Kalanchoe waldheimii Raym.-Hamet & H. Perrier

Selain bufadienolides, cocor bebek yang mempunyai rasa sedikit asam, lunak, dan dingin ini juga mengandung zat asam lemon, zat asam apel, vitamin C, alkaloid, flavonoid, quercetin-3-diarabinoside, dan kaempferol-3-glucoside.

Kandungan kimia tersebut membuat cocor bebek bisa digunakan untuk berbagai pengobatan.

Cocor bebek selain antitumor juga mempunyai sifat antiradang, menghentikan perdarahan, mengurangi pembengkakan, dan mempercepat penyembuhan luka. Masyarakat China kerap menggunakan cocor bebek sebagai ramuan untuk mengatasi masalah pencernaan, muntah darah, dan gangguan pada telinga ataupun tenggorokan. Kemudian, cocor bebek juga digunakan untuk mengatasi trauma luka akibat kecelakaan, memar, ataupun perdarahan. Hal ini terutama dikarenakan sifat daun cocor bebek yang dingin. Bila dimakan cocor bebek rasanya agak asam dan dingin.

Cocor bebek menjadi tanaman yang umum di daerah beriklim tropika seperti Asia, Australia, Selandia Baru, India Barat, Makaronesia, Maskarenes, Galapagos, Melanesia, Polinesia, dan Hawai. Di banyak daerah tersebut, seperti di Hawai, tanaman ini dianggap sebagai spesies yang invasif. Alasan utama penyebarannya yang besar adalah karena kepopuleran tanaman ini sebagai tanaman hias.

Nama daerah dari cocor bebek antara lain cakar itek (Sunda), didingin banen (Aceh), daun sejuk, sapohoni (Palembang), ceker bebek, cocor bebek (Melayu). Tanaman ini berbunga mulai pada bulan April-Agustus.

Daun: berbatang basah, daun tebal pinggir beringgit, banyak mengandung air, bentuk daunnya lonjong atau bundar panjang, panjang 5 – 20 cm, lebar 2,5-15 cm, ujung daun tumpul, pangkal membundar, permukaan daun gundul, warna hijau sampai hijau keabu-abuan. Daun tunggal atau kelihatan seolah-olah berbilang 3 atau menyirip berdaun 5. Daun atau tajunya memanjang atau oval, dengan ujung yang tumpul, beringgit atau beringgit rangka p, 5-20 kali 2,5-15 cm.

Batang: segi empat, lunak, beruas, warna hijau. Batang segi empat tumpul atau hampir membulat bunga berbilangan atau kelipatan empat, menggantung, pada mulai yang tegak tidak rapat. Bunga : bentuk malai, mahkota bentuk corong warna merah dan kelopak berdaun lekat. Buah kotak, warna ungu bernoda putih, buah silindris, melembung 1,5- 4 cm panjangnya, taju pendek. Mahkota bentuk periuk atau lonceng, jelas menyempit di atas pangkal yang melebar, di atasnya lagi melebar, panjang 3,5-5,5 cm, bagian yang muncul di atas kelopak merah, pangkal tabung dengan 8 lipatan yang dalam, taju bulat telur bentuk lanset, bentuk ekor yang meruncing. Benang sari, dua lingkaran.tangkai putik panjang. Helaian sisik segi empat.

Pada penampang melintang melalui tulang daun tampak epidermis atas yang terdiri dari satu lapis sel berbentuk empat persegi panjang, kutikula tipis, stomata sedikit. Epidermis bawah terdiri dari 1 lapis sel berbentuk empat persegi panjang, kutikula tipis, stomata lebih banyak daripada epidermis atas. Di dalam mesofil tidak terdapat jaringan palisade, jaringan bunga karang terdiri dari sel-sel yang besar hampir bundar,berisi lender, terdapat sedikit hablur kalsium oksalat berbetuk prisma. Pada tulang daun terdapat pembuluh tipekolateal, pada bagian bawah berkas pembuluh terdapat beberapa lapis jaringan kolenkim, pada bagian bawah tulang daun terdapat 1 sampai 2lapis jaringan kolenkim. Pada sayatan paradermal tampak epidermis atas dan epidermis bawah berebtuk polygonal, dinding sedikit berombak, stomata tipe anomositik. Serbuk berwarna hijau kotor keabu-abuan. Fragmen pengenal adalah epidermisa atas dinding sedikit berombak dengan stomata anomisitik, epidermis bawah dinding sedikit bergelombang dengan stomata lebih banyak, mesofil meliputi dari sel besar, bentuk bundar, dinding tipis, di dalamnya kadang-kadang ada hablur kalsium, oksalat bentuk prisma, berkas pembuluh xilem dengan penebalan tangga dan spiral.

Manfaat dan cara pengobatan daun cocor bebek untuk kesehatan :

  1. Mengobati Nyeri Lambung

Cara pengobatannya :

  • Ambilah 5 helai daun cocor bebek
  • Haluskan dengan ditambah air secukupnya
  • Tambahkan sedikit garam
  • Saring jadi 2 gelas untuk diminum

 

  1. Mengobati Sakit Gigi

Cara pengobatannya :

  • Siapkan 4-6 helai daun cocor bebek
  • Haluskan daun itu untuk ditempelkan di atas pipi gigi yang sakit

 

  1. Mengobati Kesleo

Cara pengobatannya :

  • Ambilah 10 helai daun cocor bebek, lalu lumatkan
  • Tempelkan dibagian badan yang alami keseleo
  • Diamkan sepanjang 30 menit

 

  1. Mengobati Wasir

Cara pengobatannya :

  • Tumbuklah hingga halus daun cocor bebek secukupnya
  • Keringkan hingga sebagaimana bubuk teh
  • Lalu, ambil 1 sdt bubuk itu lalu campur dengan 1 sdt madu
  • Seduhlah dengan air panas

 

  1. Mengobati Amandel

Cara pengobatannya :

  • Ambilah 10 lembar daun cocor bebek
  • Lalu, lumatkan hingga keluar airnya
  • Tampung air yang keluar untuk berkumur

 

  1. Mengatasi Muntah Darah

Cara pengobatannya :

Ambil tujuh lembar daun cocor bebek dilumatkan, tambahkan gula merah, tim serta minum pada saat hangat.

 

  1. Menangani Radang Telinga Luar

Cara pengobatannya :

Pakai air perasan daun cocor bebek sebagai obat tetes telinga.

 

  1. Obat Bisul

Cara pengobatannya :

Ambil 30–60 gr daun cocor bebek fresh serta dilumatkan, ambillah air lumatannya, tambahkan dengan madu serta diminum, bekas air lumatannya itu ditempelkan di bagian yang sakit.

 

  1. Obat Kompres Demam

Cara pengobatannya :

Jika anak-anak demam, lumatkan 2–4 helai daun cocor bebek, serta tempelkan di dahi/kepala sebagai kompres untuk turunkan panas. Airnya dapat pula dioleskan sebagai kompres tubuh.

 

  1. Obat Herbal Penyakit Asma

  Cara pengobatannya :

Potong kecil-kecil daun cocor bebek, serta lalu keringkan. Sedu dengan air hangat serta imbuhkan madu seperlunya sebagaimana bila kita menjadikan air teh. Minum dengan cara teratur serta teratur untuk obati penyakit asma.

 

  1. Obat Gigitan Nyamuk

Cara pengobatannya :

Lumatkan 5–10 helai daun cocor bebek serta peras airnya. Pakai airnya sebagai pengoles luka gigitan nyamuk. Kerjakan pengolesan sehari-hari hingga sisa luka gigitan menghilang.

 

  1. Obat Anti Bakteri

Cara pengobatannya :

Daun cocor bebek bisa dipakai sebagai obat antibakteri. Luka memar serta luka terbuka (sebagaimana luka lantaran jatuh) bisa ditempel dengan daun cocor bebek yang telah dilumatkan. Ubah tiap-tiap sore sampai luka jadi kering.

 

  1. Sendi Sakit (Rheumatik)

Cara pengobatannya :

Semua tanaman sosor bebek seberat 30 gr di rebus, minum air atau 4 lembar daun sosor bebek, 1 sendok teh adas, 1 jari pulosari, 2 jari gula enau, serta 3 gelas air. Seluruhnya bahan di rebus hingga jadi 3/4-nya, setelah dingin disaring, diminum 3 x satu hari @ 3/4 gelas.

 

  1. Obat Nyeri Kepala

Cara pengobatannya :

Ambilah daun cocor bebek 10 lembar, lalu bersihkan yang bersih. Selepas itu giling hingga halus serta bubuhi air garam sekedarnya. Langkah memakainya yakni gosokan kombinasi itu pada dahi serta pelipis 1-2 kali satu hari sejumlah yang dibutuhkan. Atau Ambilah daun serta batang kangkung 1/2 genggam, daun cocor bebek 5 lembar. Selepas itu bersihkan bersih serta diasapkan sebentar. Makan sebagai lalap bersama sama juga dengan nasi 2-3 kali satu hari sejumlah yang dibutuhkan.

 

Yang harus diingat :

  • Kelebihan dosis pada pemakaikan dapat beresiko pusing dan muntah-muntah.
  • Jika dikonsumsi oleh wanita hamil dapat menyebabkan kematian pada janin.
  • Dilarang konsumsi herbal ini untuk pasien masalah pencernaan.
  • Untuk yang kulit peka sebaiknya waspada ketika memakainya lantaran dapat

menyebabkan gatal serta melepuh.

 

Ide Kreatif:

Untuk meningkatkan perekonomian kita, cocor bebek dapat dijadikan salah satu alternatif produk yang siap dipasarkan dengan mengolahnya menjadi produk. Produk yang paling mudah dihasilkan dari daun cocor bebek adalah tepung daun cocor bebek. Cara membuatnyapun sangat mudah yakni dengan menumbuknya hingga halus kemudian mengeringkannya. Tepung daun cocor bebek yang kering dapat dimanfaatkan sebagai:

  1. Teh celup
  2. Campuran adonan pada kue kering, donat, kue basah kesukaan anak
  3. Campuran adonan goreng-gorengan seperti rempeyek dan keripik
  4. Masker
  5. Lulur

 

 

Sumber:

http://www.klasifikasitanaman.com/2014/08/klasifikasi-tamanan-cocor-bebek.html

http://www.manfaatbuah.asia/daun/14-manfaat-dan-cara-pengobatan-daun-cocor-bebek-untuk-kesehatan/


Sekhah Efiaty, M.Pd.

Kini peranan guru menjadi sangat penting di dalam menciptakan generasi penerus bangsa yang dapat mengisi kemerdekaan ini dengan kegiatan yang positif. Untuk meningkatkan profesionalitas guru dibutuhkan waktu tersendiri. guru harus menyisihkan sebagian waktunya untuk terus belajar sebelum terjun di dalam proses pembelajaran. Dengan belajar terus menerus maka guru tidak akan tertinggal wawasannya, pengalamannya, ilmunya, dan semua yang dibutuhkan oleh pebelajar.

Guru harus menjadi agen perubahan (agent of changes) di dalam dunia pendidikan. Mindset guru harus berubah. Jika dulu guru menganggap dirinya merupakan sumber ilmu bagi peserta didiknya, sekarang pandangan itu harus diubah dan dibalik bahwa proses pembelajaran justru harus berpusat pada peserta didik. Bukannya apa yang harus diberikan guru, apa yang dikatakan guru, apa yang diketahui guru, apa yang dimiliki guru, tetapi apa yang dibutuhkan peserta didik untuk bekal hidupnya kelak itulah yang menjadi target di dalam proses pembelajaran.

Guna meningkatkan kualitas profesinya, guru harus terus belajar menambah bekal. Peningkatan kualitas dapat dilakukan sendiri ataupun melalui komunitas atau kelompok-kelompok guru. Beberapa organisasi atau grup yang berusaha dan mewadahi peningkatan profesi guru di Indonesia dan cukup besar peranannya adalah PGRI dan IGI.

Ikatan Guru Indonesia (IGI) adalah organisasi profesi guru yang didirikan berdasarkan UU Nomor 15 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. IGI terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM melalui SK Depkumham Nomor: AHU-125.AH.01.06.Tahun 2009, tanggal 26 November 2009.

IGI sebagai sebuah organisasi profesi bersifat independen, netral, dan mandiri dengan visi memperjuangkan mutu, profesionalisme dan kesejahteraan guru Indonesia, serta turut secara aktif mencerdaskan kehidupan bangsa.

Demi mewujudkan visi di atas maka IGI mengajak para guru, kepala sekolah, pemerhati pendidikan, serta semua komponen masyarakat yang memiliki kepedulian pada dunia pendidikan, bersedia memperluas wawasan dan saling berbagi pengalaman untuk bersama-sama IGI memajukan dunia pendidikan Indonesia

Setiap anggota IGI akan mendapatkan Kartu Anggota sebagai identitas keanggotaan. Kartu Anggota dikeluarkan oleh Pengurus Pusat dan berlaku seumur hidup sepanjang memenuhi ketentuan peraturan organisasi.

Setiap anggota IGI akan mendapatkan manfaat sebagai berikut:

  • Memiliki kewajiban dan hak sebagaimana diatur dalam ketentuan peraturan organisasi
  • Mendapatkan prioritas dan diskon dalam mengikuti kegiatan-kegiatan yang diadakan IGI
  • Mendapatkan diskon untuk berbelanja di berbagai merchant yang menjadi mitra IGI

Keanggotaan IGI bersifat sukarela dan terbuka. IGI memiliki anggota-anggota yang terdiri dari:

  • Anggota biasa, yaitu Warga Negara Indonesia yang berlatar belakang pendidikan keguruan dan berlatar belakang pendidikan lainnya yang berprofesi sebagai guru
  • Anggota luar biasa yaitu Warga Negara Indonesia yang memiliki latar belakang pendidikan keguruan dan/atau tidak memiliki latar belakang pendidikan keguruan dan tidak menjalankan profesi keguruan dan/atau tenaga kependidikan lainnya
  • Anggota kehormatan yaitu Warga Negara Indonesia dan asing yang dianggap berjasa terhadap pendidikan dan keguruan Indonesia atau dunia

 


Sekhah Efiaty, M.Pd.

Di dalam Kurikulum Nasional yang direkonstruksi tahun 2013, atau yang lebih populer dengan istilah Kurikulum 2013, banyak perubahan pada sistem pembelajaran, mulai dari persiapan hingga tindak lanjut dari pembelajaran itu sendiri. Pemerintah telah menyiapkan program ini secara tahap demi tahap, dengan berbagai perubahan masa implementasi, hingga pembekalan terhadap para guru.

Beberapa regulasi disusun untuk menyiapkan pelaksanaan di lapangan. Regulasi yang dekat dengan guru di dalam menyiapkan proses pembelajaran adalah SKL, Kompetensi Inti, dan Kompetensi Dasar. Dari ketiganya maka kita akan lebih mudah menyusun perangkat pembelajaran berikutnya seperti Silabus, Rencana Pelaksanaan Pembelajaran, Rencana Pelaksanaan Penilaian, Rencana Pelaksanaan Remedial dan Pengayaan serta Rencana Pelaksanaan Tindak Lanjut.

Dengan perangkat yang telah disusun, seorang guru akan lebih siap di dalam melaksanakan proses pembelajaran. Proses pembelajaran yang dilaksanakan tentunya akan lebih baik jika dibandingkan dengan tanpa menggunakan persiapan. Persiapan yang disusun oleh seorang guru sangat dipengaruhi oleh kemampuan guru itu sendiri, tentunya selain faktor eksternal yang ada.

Sering dikatakan, guru merupakan ujung tombak dalam keberhasilan peserta didik. Lebih luasnya, guru merupakan ujung tombak dari proses pendidikan yang ada. Oleh karena itu, peranan guru sangatlah penting. Guru yang kreatif tidak akan kehilangan cara di dalam proses pembelajaran. Begitu juga dengan sumber belajar yang dibutuhkan peserta didik. Apa saja yang ada di sekitar kelas, di sekitar sekolah, dan di sekitar tempat tinggal peserta didik semua dapat dijadikan sebagai sumber belajar yang menyenangkan.

SMP Negeri 5 Yogyakarta sebagai sekolah penyandang Cagar Budaya, memiliki lahan yang cukup luas, yakni sekitar 1,5 hektar. Beberapa lahan yang ada masih terlihat belum optimal pemanfaatannya. Beberapa ruang kosong dimanfaatkan untuk sarana prasarana belajar peserta didik. Salah satu sudut lahan yang ada sekarang dimanfaatkan oleh sekolah untuk zona hijau (green area), yang oleh peserta didik disebut sebagai Green House.

Green House SMP Negeri 5 Yogyakarta dibangun namun belum optimal di dalam pemanfaatan. Pada tahun 2014 saat ada seleksi Sekolah Unggul yang dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, sekolah mengajukan beberapa program unggulannya. Salah satunya adalah program tamanisasi. Dengan ini SMP Negeri 5 Yogyakarta terpilih sebagai salah satu sekolah yang dianggap sebagai Sekolah Unggul di DIY.

Sebagai Sekolah Unggul, maka ada kompensasi dari pemerintah yang jumlahnya secara rupiah masih sangat kecil, tetapi bermakna besar. Kompensasi yang diterima kemudian dialokasikan untuk pengadaan saran penghijauan seperti alat pertanian, bebagai jenis tanaman, dan juga penunjang. SMP Negeri 5 Yogyakarta kemudian memilih tanaman obat sebagai tanaman yang akan dibudidayakan. Himbauan yang terpampang di Greenhouse berbunyi ” Let’s back to Jamu for Healthy Living”. Sedikit demi sedikit jumlah tanamanpun bertambah, terutama jenis tanaman jamu, seperti temulawak, kunyit, jahe dan yang lainnya juga beberapa jenis sayuran seperti sawi, terong, cabe, tomat, pare dan kangkung. Beberapa kendala antara lain kurangnya tenaga dan waktu perawatan. Dalam waktu tertentu banyak tanaman yang mati karena kekurangan air dan pupuk.

Melihat kenyataan ini muncul beberapa gagasan, antara lain upaya menganekaragamkan jenis tanaman. Ide ini muncul ketika melihat beberapa tema di dalam pembelajaran IPS Kelas VII. Ada tema yang masuk di dalam ide untuk kemudian dikembangkan di Green House yang ada di SMP Negeri 5 Yogyakarta. Tema tersebut adalah tentang Pemanfaatan Sumber Daya Alam dan Kegiatan Ekonomi. Tema Pemanfaatan Sumber Daya Alam antara lain tentang pemanfaatan tanah. Sedangkan Tema Kegiatan Ekonomi antara lain tentang perkebunan, pertanian, produksi, distribusi dan konsumsi.

Tema- tema tersebut ternyata sangat menarik untuk diimplementasikan langsung pembelajarannya dengan memanfaatkan Green House yang ada. Pada mulanya peserta didik mengamati kondisi Green House. Mereka mencatat apa saja barang yang ada, kondisi tanaman, kondisi suhu di dalam ruangan, jenis-jenis tanaman dan juga penataannya. Tidak lupa peserta didik mengabadikan kondisi tersebut dengan memotretnya.

Setelah mengetahui kondisi Green House, peserta didik mulai mendiskusikan, apa sebaiknya yang harus mereka lakukan. Mereka secara berkelompok berdiskusi. Peserta didik menyimpulkan bahwa mereka harus turut serta memperhatikan kondisi Green House. Apa yang ingin mereka lakukan adalah merawat Green House. Mereka mempresentasikan gagasan- gagasan tersebut. Beberapa gagasan yang ada adalah; membuat jadwal menyiram dan menyiangi tanaman serta menambah jenis tanaman baru.

Dengan gagasan ini, maka tiap kelompok bertanggung jawab untuk membawa jenis tanaman baru. Peserta didik diarahkan untuk menambah variasi tanaman yakni yang menghasilkan Daun Berkhasiat Obat. Tiap kelompok terdiri dari 4 peserta didik. Jenis tanaman yang teridentifikasi antara lain adalah;

  1. Cocor bebek
  2. Lavender
  3. Tapak dara putih
  4. Tapak dara merah
  5. Tempuyung
  6. Binahong
  7. Sirih merah
  8. Meniran
  9. Daun ungu
  10. Kemangi
  11. Kumis kucing
  12. Petikan kebo
  13. Som Jawa (ginseng Jawa)
  14. Som Australia (ginseng Australia)
  15. Krisan kuning
  16. Krisan putih
  17. Mangkokan
  18. Beluntas
  19. Camcau
  20. Tapak liman

dan masih banyak yang lainnya, sebab tiap kelompok yang terdiri dari 4 peserta didik membawa jenis tanaman yang berbeda.

Setelah membawa tanaman ke sekolah, peserta didik secara rutin menyiangi tanaman pengganggu yang ada dan menyiraminya. Mereka menyisihkan waktu sekitar 10 hingga 15 menit pada tiap akhir mata pelajaran IPS. Dengan cara ini maka banyak manfaat dari proses pembelajaran yang dilakukan.

Setelah tanaman mulai subur, dan tema pembelajaran mulai memasuki tema Kegiatan Ekonomi, peserta didik mulai diarahkan untuk mengimplementasikan tema tersebut dengan melanjutkan tema sebelumnya. Pada tema Kegiatan Ekonomi, peserta didik mulai diajak berdiskusi untuk memilih kegiatan ekonomi apa yang ingin dilakukan. Tentunya semua harus dengan bimbingan guru agar mengarah kepada hal-hal yang nantinya dapat dilaksanakan dan bermakna bagi peserta didik.

Hasil diskusi dengan peserta didik menghasilkan keputusan bahwa peserta didik secara berkelompok akan mengolah daun tanamannya untuk menghasilkan suatu produk. Adapun produk yang mereka usulkan antara lain adalah:

  1. Bakwan daun tempuyung
  2. Biskuit daun binahong
  3. Keripik daun kemangi
  4. Lilin daun lavender
  5. Donat daun mint
  6. Teh krisan
  7. Rempeyek daun sirih merah
  8. Keripik daun seledri
  9. Rempeyek daun mangkokan
  10. Teh daun beluntas dan produk-produk lainnya.

Makin banyak contoh yang dikemukakan oleh guru, maka makin banyak ide yang keluar dari peserta didik. Di sinilah peran guru sangat diperlukan di dalam memancing ide-ide inovatif dari peserta didik.

Langkah berikut, guru mengajak diskusi dengan peserta didik untuk merancang kapan kegiatan produksi dilakukan. Setelah terjadi kesepakatan, maka diputuskan bahwa produk boleh dibuat di rumah dengan dibantu orang tua mereka, bahkan tenaga yang menangani boleh ditambah dengan asisten rumah tangga yang ada. Pembuatan produk disepakati setelah waktu memungkinkan. Dengan penjadwalan seperti ini maka proses pembelajaran di kelas tidak akan terganggu.

Setelah ada kesepakatan ini, untuk memasuki tema Distribusi, peserta didik dibekali teori tentang Distribusi. Mereka juga diberi gambaran bagaimana seorang produsen dan distributor berhasil merebut hati konsumen. Trik-trik perusahaan yang telah tumbuh menjadi besar menjadi inspirasi di dalam proses pembelajaran. Peserta didik diberi kesempatan melihat proses penjualan secara online melalui internet. Mereka juga mengamati bagaimana distributor menggunakan media cetak di dalam menawarkan produknya. Berbagai brosur, label, papan nama, billboard diamati untuk kemudian didiskusikan. Bahan diskusinya mengenai bahasa yang digunakan, estetika dari tampilan, warna yang digunakan, maupun gambar-gambar pendukung. Dengan mengamati gambar-gambar tersebut maka peserta didik semakin tahu mengapa produk A berhasil merebut pasaran, mengapa produk B diburu para remaja, mengapa produk C kurang laku. Dengan demikian banyak ide yang muncul dari peserta didik untuk menyusun strategi bagaimana seorang produsen dan distributor berhasil menguasai perekonomian.

Bersambung….


Sekhah Efiaty, M.Pd.

Orang sukses bisa dilihat dari jumlah materi yang dimiliki, jabatan di tempat kerja, eksistensinya di masyarakat ataupun keberhasilannya mengantarkan anak-anak menjadi orang sukses. Kesuksesan seseorang tidak serta merta dalam waktu singkat sebagaimana permainan di dalam sulap. Kesuksesan dapat diraih dengan perjuangan yang panjang, bahkan kadang disertai dengan hambatan-hambatan. Semakin banyak hambatan yang dilalui dan semakin bisa mengatasinya, maka sukses yang diraih menjadi semakin tahan terhadap cobaan selanjutnya.

Bahasan di atas hanya sekelumit pengantar yang menggambarkan kesuksesan yang diraih oleh ibu Sri Lestari. Kisah suksesnya berawal dari membuat camilan untuk keluarga, Sri Lestari Murdaningsih (46),  warga Pedukuhan Sumberwatu, Sambirejo, Kabupaten Sleman, kini sukses mengembangkan usaha keripik daun dan beromzet puluhan juta rupiah per bulan. Berikut kisah sukses selanjutnya yang saya baca dari Kompas.com.

Berawal dari tahun 2007, ibu rumah tangga yang saat itu bekerja sebagai pengawas tempat kursus jahit ini membuat keripik daun bayam dan daun singkong untuk camilan keluarga. Namun karena saat itu terlalu banyak, ibu yang ternyata punya bakat di bidang bisnis ini kemudian memutuskan membungkus sebagian keripik hasil produksinya dengan plastik hingga menjadi 20 bungkus.

Dengan bakat bisnisnya, bu Sri kemudian iseng-iseng menitipkan (mendistribusikan) keripik yang sudah dibungkus ke warung-warung di dekat rumah. Tanpa disangka, antusiasme terhadap keripik daun buatannya cukup luar biasa. Semua keripik daun bayam dan singkong yang dititipkannya habis terjual. “Saya terkejut banyak yang suka. Saat itu hanya membuat camilan, tetapi terlalu banyak,” ujar Sri Lestari Murdaningsih (46) yang semakin produktif itu, saat ditemui di rumahnya (Kompas.com, Sabtu, 2/8/2014).

Melihat peluang itu, Sri Lestari lantas berinovasi mencoba membuat keripik lagi. Kali ini, ia menguji keterampilannya dengan berkreasi dengan mencoba tambahan keripik daun kemangi. Tiga daun itu (daun singkong, bayam, dan kemangi) diolah, lalu kembali dipasarkan. Kali ini, ia coba menitipkan keripik ke beberapa toko oleh-oleh yang ada di jalan Solo-Yogya. Akhirnya, dalam waktu singkat, keripik daun titipannya habis dijual.

“Dari situ awal saya memutuskan keluar kerja dan konsentrasi menekuni usaha keripik daun ini. Ya meski belum seberapa, tetapi lumayan untuk tambah-tambah penghasilan,” ucapnya. Setelah 1,5 tahun berjalan, Sri berupaya melakukan inovasi dengan menambah jenis keripik. Tujuannya agar pembeli mempunyai banyak pilihan keripik daun. Setelah itu, tercetuslah ide keripik daun sirih, daun seledri, daun kenikir, terong, dan pare.

“Orang zaman dulu kan makan sirih. Perempuan sekarang malah tidak mau. Dari situ muncul ide keripik daun sirih. Kalau kemangi biasanya hanya untuk lalapan, sekarang ada keripiknya,” urainya. Awalnya, semua bahan daun untuk keripik bisa didapat di halaman sekitar rumah. Namun, ketika permintaan mulai banyak, maka mau tidak mau ia harus membeli di pasar.

“Berkali-kali gagal untuk mendapat komposisi yang pas, tetapi akhirnya dapat juga komposisi untuk pare dan daun sirih yang rasa dasarnya pahit,” tekannya. Tiga tahun berjalan, pemasaran keripik daun buatannya mulai meluas. Para pedagang dari beberapa daerah, seperti Bantul, Sleman, Klaten, dan Solo, datang langsung ke rumah. Bahkan, Sri Lestari sering kali mendapat pesanan dari luar Jawa, seperti dari Bali sampai Sumatera.

Jika musim liburan, wisatawan lokal ataupun asing pun rela datang ke rumahnya, meski harus melewati bukit belakang Candi Ratu Boko dan jalan perdesaan. Saat ini, Sri Lestari memiliki tiga karyawan dan per hari mampu memproduksi lebih dari 40 kg keripik berbagai rasa. Keripik tersebut dijual dengan harga Rp 5.000 per 2 ons untuk jenis daun bayam dan daun singkong. Adapun keripik daun kemangi, daun sirih, daun seledri, daun kenikir, terong, dan pare dihargai Rp 8.000 per 2 ons.

Per kilonya, keripik bayam dan singkong dijual Rp 35.000. Sementara itu, keripik kemangi, daun sirih, daun seledri, daun kenikir, terong, dan pare dijual Rp 40.000 per kilo. “Tengkulak saja satu hari langsung mengambil 35 kg sampai 40 kg. Stok sehari sering habis, padahal wisatawan belum (membeli),” kata Sri Lestari.

Keistimewaan keripik buatan Sri Lestari, selain menggunakan bahan dari daun-daunan dan sayur-sayuran, juga karena proses penggorengannya menggunakan kayu bakar sehingga cita rasanya khas. “Ya lumayan untuk menambah ekonomi keluarga. Per hari bisa Rp 1 juta, kalau sebulan ya tinggal dikalikan 30 hari saja,” tuturnya.

Inspirasi tetangga

Setelah keripik beraneka rasa itu diluncurkan, berbagai media lokal dan nasional langsung datang untuk melihat pembuatan penganan ringanyang terbilang unik tersebut. Dari situlah camilan buatan Sri Lestari mulai dikenal di mana-mana.

Order dari Daerah Istimewa Yogyakarta ataupun luar kota mulai berdatangan. Bahkan, pemesanan perlu menunggu sampai 3 hari karena harus menunggu antrean. “Pemesanan harus menunggu setidaknya tiga hari. Saya sampai kewalahan memenuhi permintaan keripik daun,” ucapnya.

Melihat permintaan yang tak bisa dipenuhi, beberapa karyawan yang juga merupakan tetangga Sri Lestari lantas izin untuk membuat keripik daun di rumah guna menutupi kebutuhan. Dia mengungkapkan, awalnya satu orang, lalu berkembang menjadi tujuh orang yang membuat keripik.

Melihat modal yang dibutuhkan sangat murah serta penghasilan dari membuat keripik daun terbilang lumayan, beberapa warga lantas turut mengikuti jejak Sri Lestari. Jumlahnya hingga kini menjadi 30 warga di Pedukuhan Sumberwatu, Sambirejo, Kabupaten Sleman, membuat keripuk daun. “Sekarang ada 30 orang yang membuat keripik. Ya lumayan untuk menambah perekonomian keluarga warga,” ujarnya.

Bahkan, karena lumayan banyak keluarga yang membuat keripik daun, Pedukuhan Sumberwatu, Sambirejo, Kabupaten Sleman, mendapat titel kawasan perajin keripik.
Meski sudah ada 30 perajin, tetap saja hasil produksi keripik di Pedukuhan Sumberwatu, Sambirejo, Kabupaten Sleman, ini belum bisa mencukupi permintaan.

Sumber: http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2014/08/06/144736726/Iseng.Membuat.Keripik.dari.Daun.Sri.Lestari.Raih.Keuntungan.Puluhan.Juta

 

 

Sekolahku, Tamanku


Sekhah Efiaty, M.Pd.

Berkali-kali kita dengar himbauan dari menteri pendidikan kita, Bapak Anies Baswedan, untuk menjadikan sekolah ibarat taman belajar. Taman yang dimaksud di sini bukan dalam arti bangunan fisik saja, akan tetapi lebih menekankan pada makna fungsi taman itu sendiri. Taman memiliki fungsi hidrologi, ekologi, kesehatan, estetika, rekreasi dan tempat olah raga. Sebagai tempat yang menyenangkan, maka siapapun yang datang ke taman diharapkan akan berlama-lama, tidak mudah bosan, dan pulang dengan cerita berkesan yang indah, yang terkesan di dalam memori dalam jangka waktu panjang.

Makna inilah yang diinginkan oleh tujuan pendidikan, yang diajarkan oleh Bapak Pendidikan kita Ki Hajar Dewantara. Makna sekolah sebagai Taman Belajar tentunya tidak hanya ditujukan kepada peserta didik, akan tetapi oleh semua. dalam hal ini termasuk di dalamnya adalah guru dan karyawan, orang tua peserta didik, masyarakat maupun pemerintah. Apabila kondisi taman kurang terang, maka pemilik taman harus memperbaiki atau mengganti lampu yang kurang terang. Apabila taman sudah terlihat kotor, maka pemilik taman harus membersihkannya. Apabila tanaman di taman terserang hama, maka pemilik taman harus menghilangkan hama tersebut. Taman yang terang, bersih, bebas hama, indah, dilengkapi fasilitas dan dijaga fungsinya oleh pemilik dan pengunjung, tentunya fungsi taman menjadi lebih terasa.

Demikian juga dengan kondisi sekolah-sekolah di Indonesia, apabila dikondisikan sebagai taman, maka semua orang akan kerasan menempatinya. Mereka yang kerasan di sekolah biasanya akan merasa gembira bila waktunya tiba harus datang ke sekolah. Sebaliknya mereka akan merasa enggan meninggalkan sekolah jika bel tanda pulang berbunyi. Kalaupun mereka pulang, maka mereka akan pulang dengan membawa kesan baik, menyenangkan dan bergembira, sehingga mereka akan menunggu bergantinya hari untuk kembali ke sekolah lagi.

Untuk menciptakan suasana yang menyenangkan di sekolah, harus ada kerja sama antara semua pihak, baik sekolah, masyarakat, pemerintah maupun orang tua peserta didik. Semua harus bekerja sama saling mendukung dan melengkapi kekurangan masing-masing. Semua pihak harus merasa saling membutuhkan. Jika ada satu pihak saja yang tidak satu pandangan, maka makna sekolah sebagai taman akan terganggu.

 


Tahun ajaran 2015/2016 ini SMP Negeri 5 Yogyakarta kembali membuka kelas Ekstrakurikuler Robotik, dimana beberapa waktu yang lalu sempat terhenti sejenak. Ekstrakurikuler Robotik kali ini diikuti oleh 30 siswa. Sebagian besar peminat adalah siswa putra. Hanya ada beberapa siswa putri yang tergabung di dalamnya. Kegiatan Robotik diadakan sejak bulan September yang lalu. Sebelum Ekstrakuler dimulai para siswa telah mengikuti lomba Edison Robot di Taman Pintar Yogyakarta. Pada bulan Oktober lalu juga mengikuti Kontes Robot Pintar Yogyakarta 2015. Dari dua kegiatan tersebut SMP Negeri 5 Yogyakarta memperoleh dua kejuaraan. Berikut tayangan kedua kontes tersebut.  Klik di sini Edison Robot Mini dan di sini Robotik SMP Negeri 5 Yogyakarta

Konsep-Konsep Geografi


Sekhah Efiaty, M.Pd.

menjelang UKG (Uji Kompetensi Guru) banyak guru yang berusaha untuk mempersiapkan UKG agar mendapatkan nilai yang optimal. Berbagai macam cara dilakukan mulai dari mencari Kisi-Kisi, latihan soal, dan juga berlatih bersama baik mendiskusikan contoh soal yang sudah ada maupun berlatih menghadapi kegugupan di depan komputer. Sebagaimana yang dilakukan oleh MGMP IPS SMP Kota Yogyakarta, sudah beberapa kali ini mengadakan pertemuan yang tujuannya untuk menyiapkan UKG. Kegiatan dilakukan untuk membahas latihan soal yang ada, mencermati Kisi-Kisi, dan juga pendalaman materi. Pendalaman materi dilakukan karena IPS pada mulanya terdiri dari beberapa bagian, yakni Geografi, Sejarah, dan Ekonomi, di mana guru pengampupun memiliki latar pendidikan yang berbeda. Bagi guru berlatar belakang geografi sangat kurang percaya diri ketika dihadapkan pada soal sejarah, dan juga sebaliknya. Oleh karena itu, pada pertemuan di SMP Negeri 1 Yogyakarta, anggota MGMP bersepakat untuk pendalaman materi Sejarah dan Geografi. Pendalaman materi Sejarah dipandu oleh Bapak Zaenal Fanani yang ditemani Bapak Heru dan untuk materi Geografi dipandu oleh Sekhah Efiaty yang didampingi Ketua MGMP Bapak Sumarjo. Berikut rangkuman materi Geografi yang dapat diunduh dengan Klik materi berikut yang berisi tentang Konsep-Konsep Geografi.

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 2.409 pengikut lainnya