Feeds:
Pos
Komentar

Sekhah Efiaty, M.Pd.

1. Pengertian

Buku Sekolah Elektronik adalah buku sekolah yang diterbitkan dalam bentuk elktronik. Pada mulanya buku ini hanya dapat dibaca melalui media elektronik, namun seiring dengan perjalanan waktu maka buku ini sekarang sudah dapat kita jumpai dalam bentuk cetak. Buku Sekolah Elektronik, disebut juga BSE, adalah inisiatif dari Departemen Pendidikan Nasional Indonesia yang bertujuan untuk menyediakan buku ajar elektronik untuk tingkat pendidikan dari SD, SMP, SMA dan SMK.

2. Latar belakang

Buku merupakan salah satu sarana penting dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan. Salah satu permasalahan perbukuan dalam era otonomi daerah dewasa ini adalah ketersediaan buku yang memenuhi standar nasional pendidikan dengan harga murah yang dapat dijangkau oleh masyarakat luas. Untuk mengatasi hal tersebut, Departemen Pendidikan Nasional telah membeli hak cipta buku teks pelajaran dari penulis/penerbit. Selanjutnya buku-buku tersebut disajikan dalam bentuk buku elektronik(ebook) dengan nama Buku Sekolah Elektronik (BSE).

3. Kendala

Pada praktiknya, penyediaan buku ini mengalami banyak kendala di lapangan. Seperti belum adanya koneksi Internet, komputer, listrik, dst. Namun langkah yang dilakukan oleh Depdiknas ini sudah meringankan para guru untuk mendapatkan sumber belajar.

4. Buku Sekolah Elektronik SMP K-13

Buku Sekolah Elektronik atau disingkat BSE, ada yang dicetak oleh pemerintah dan ada pula yang dicetak oleh pihak swasta. BSE yang sekarang dipakai oleh sekolah-sekolah, secara fisik belum sampai ke sekolah, namun secara elektronik sudah ada di internet. Untuk memenuhi kebutuhan pembelajaran, sementara ini sekolah, para guru maupun peserta didik berburu dari internet. Untuk mempermudah di dalam mengunduh, di halaman ini telah kami siapkan buku guru untuk kelas VII:

  1. Kelas VII PA Islam BG
  2. Kelas VII PA Katolik BG
  3. Kelas VII PA Kristen BG
  4. Kelas VII PA Hindu BG
  5. Kelas VII PA Buddha BG
  6. Kelas VII PA Khonghucu BG
  7. Kelas VII PPKn BG
  8. Kelas VII Bahasa Indonesia BG
  9. Kelas VII Bahasa Inggris BG
  10. Kelas VII Matematika BG
  11. Kelas VII IPS BG
  12. Kelas VII IPA BG
  13. Kelas VII Seni Budaya BG
  14. Kelas VII PJOK BG
  15. Kelas VII Prakarya BG

Untuk Buku Siswa silahkan unduh di sini:

  1. Kelas VII PA Islam BS
  2. Kelas VII PA Katolik BS
  3. Kelas VII PA Kristen BS
  4. Kelas VII PA Hindu BS
  5. Kelas VII PA Buddha BS
  6. Kelas VII Bahasa Indonesia BS
  7. Kelas VII PPKn BS
  8. Kelas VII Matematika BS Sem1
  9. Kelas VII Matematika BS Sem2
  10. Kelas VII IPA BS Sem 1
  11. Kelas VII IPA BS Sem 2
  12. Kelas VII IPS BS
  13. Kelas VII Bahasa Inggris BS
  14. Kelas VII PJOK BS
  15. Kelas VII Seni Budaya BS
  16. Kelas VII Prakarya BS Sem1
  17. Kelas VII Prakarya BS Sem2

Semoga buku-buku hasil unduhan tersebut dapat meringankan pekerjaan kita semua dan bermanfaat di dalam proses pembelajaran …

Sumber: http://melihat.net/2016/06/buku-kelas-7-k-13-revisi-2016.html#

 

 


Sekhah Efiaty, M.Pd.

MGMP IPS Kota Yogyakarta selalu saja mengadakan aktivitas kekinian. Tidak hanya yang menyangkut pendalaman materi IPS, akan tetapi juga mengikuti perkembangan dan kebutuhan anggotanya. Aktivitas dilakukan tidak hanya saat ada bantuan dana dari pemerintah, tetapi juga menggunakan dana mandiri. Para anggota tidak pernah keberatan apabila harus ada kontribusi, dimana penggunaan dananya akan kembali kepada anggota itu sendiri. Penggunaan dana dialokasikan untuk membeli konsumsi peserta, sebagian dialokasikan untuk jasa kebersihan, dan apabila ada sisa anggaran maka akan dimasukkan ke dalam kas MGMP, yang dikelola oleh bendahara, Ibu Rimawati dari SMP Negeri 15 Yogyakarta.

Jpeg

Suasana pelatihan Moda Daring MGMP IPS Kota Yogyakarta

Seperti halnya kemarin pada tanggal 23 September, MGMP IPS yang dimotori oleh Bapak Sumarjo dari SMP Negeri 9 ini, berhasil mengumpulkan anggotanya hingga sekitar 80 orang. Para anggota MGMP dengan tekun mengadakan pelatihan Moda Daring. Diklat Moda Daring Mata Pelajaran IPS SMP yang sesungguhnya belum dimulai untuk kota Yogyakarta. Ketua MGMP IPS Kota Yogyakarta berharap, dengan pelatihan tersebut maka pada saat diklat yang sesungguhnya, para anggota  sudah familier dengan aplikasi yang ada, sehingga tidak grogi lagi.

Sekedar untuk diketahui, bahwa Kota Yogyakarta beberapa waktu yang lalu telah mengirimkan enam guru IPS untuk mengikuti diklat sebagai IN Guru Pembelajar di Solo. Adapun guru-guru tersebut adalah Dedy Rushadmaka, S.Pd. (SMPN 16), Heru Supriyanto, S.Pd. (SMPN 9), Supriyati, S.Pd. (SMPN 4), Sumin, S.Pd.(SMP TD), Eni Murtiningsih, S.Pd.(SMPN 1) dan Sekhah Efiaty, M.Pd. (SMPN 5). Di dalam pelatihan tersebut guru-guru yang telah mengikuti IN memfasilitasi teman sejawat untuk belajar daring sebagai Guru Pembelajar.

Ada yang membanggakan MGMP IPS Kota Yogyakarta, yakni bahwa di setiap kegiatan, selain antusiasme peserta yang begitu tinggi, mau swadana baik indoor maupun outdoor, juga disebabkan karena dari sekian anggota yang hadir, di antaranya telah menjadi Kepala Sekolah, Pengawas maupun jabatan lainnya. Beliau-beliau adalah Ibu Yuniarti, M.Pd. (Kepala SMPN 4), Ibu Nuryani, M.Pd. (SMPN 8), Drs. Arief Wicaksono, M.Pd. (SMPN 9), Ibu Titik (SMPN 10), Bapak Subandiyo, S.Pd. (SMPN 12),  Bapak Zaenal Fanani, S.Pd.(SMP Muh. 7), Bapak Sugiyana, M.Pd. (Pengawas), dan beberapa yang telah habis masa tugasnya sebagai Kepala Sekolah seperti Bapak Supraptomo, S.Pd. (SMPN 3) dan Bapak Tyas Ismulah, S.Pd. (SMPN 1). Kehadiran Beliau-beliau telah memotivasi anggota lainnya untuk terus meningkatkan kualitas untuk menjadi guru yang makin profesional. (Mohon maaf dan mohon koreksi apabila ada nama atau titel yang kurang sesuai)

Pelatihan Moda Daring MGMP IPS dilaksanakan di kantor Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, di Ruang Truntum Lantai 4 yang representatif. Ruangan yang bersih, sejuk ber-AC serta dilengkapi LCD Projector, layar Screen, dan juga Wifi makin menambah semangat anggota MGMP. Pelatihan dibuka oleh Bapak Hasyim dari Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta. Ulasan singkat tentang Moda Daring Guru Pembelajar juga disampaikan oleh Pengawas IPS Bapak Sugiyana. Pukul 16.00 pelatihan diakhiri dengan menghasilkan beberapa materi yang dapat diunduh di halaman ini dengan klik berikut:

  1. Panduan Pelatihan Moda Daring
  2. Buku Manual Peserta Guru Pembelajar
  3. NPD Yogyakarta
  4. Modul A
  5. Modul B
  6. Modul C
  7. Modul D
  8. Modul E
  9. Modul F
  10. Modul G
  11. Modul H

IMG_20160727_171908.jpg  IMG_20160727_172231.jpg

IMG_20160727_172332.jpg IMG_20160727_172429.jpg

IMG_20160727_172614.jpg  batang.jpg

 


Sekhah Efiaty, M.Pd.

moda daring

Pelatihan INAS IPS yang dilaksanakan selama sepuluh hari di Solo menghasilkan materi yang sangat bermanfaat bagi peserta pelatihan. Materi disusun oleh beserta secara individu maupun kelompok. Materi ini nantinya akan dibawa pulang oleh peserta ke daerah masing-masing untuk diimplementasikan di lapangan. Banyak materi yang dihasilkan, antara lain sebagai berikut:

  1. panduan-simulasi-moda-daring-modul-e-3
  2. Pengantar Ilmu Geografi
  3. Struktur Program, Metode dan Jadwal
  4. Peran Petugas dalam Moda Daring
  5. Pendekatan Andragogi
  6. Fitur Dalam Pembelajaran Guru Pembelajar
  7. Kajian Modul Pedagogik Modul D
  8. Kajian Modul Pedagogik Modul G
  9. Kajian Modul Profesional Modul D
  10. Kajian Modul Profesional Modul G
  11. Temuan dan Kendala
  12. Kisi-kisi dan Contoh Soal Modul D
  13. Laporan INAS IPS 2016

Sekhah Efiaty, M.Pd.

foto diklatPada halaman ini saya bagikan Materi Pelatihan Instruktur Nasional Program Peningkatan Kompetensi Guru Pembelajar. Pelatihan dilaksanakan di Pose In Hotel Solo pada tanggal 19 hingga 28 Juli 2016. Peserta yang mengikuti kegiatan ini secara nasional berjumlah 4.688 orang guru yang memenuhi kriteria sebagai Instruktur nasional berdasarkan hasil UKG tahun 2015 dan guru yang telah mendapatkan sertifikasi guru. Guru yang menjadi sasaran kegiatan adalah guru PPKn dan IPS pada jenjang SMP dan SMA/SMK yang mengampu beberapa mata pelajaran di antaranya mata pelajaran IPS SMP, PPKn SMP, PPKn SMA, Sejarah SMA, Geografi SMA, Ekonomi SMA, Sosiologi SMA, PPKn SMK. Karena pesertanya cukup banyak, maka pelatihan dibagi menjadi beberapa tahap dan zona. Berikut materi yang dibahas di dalam pelatihan:

  1. PEDOMAN UMUM GP
  2. Draft Final Juknis GP Moda Tatap Muka
  3. Draft Final Juknis GP Moda Daring
  4. Pendekatan Andragogi dalam Guru Pembelajar
  5. Buku Pegangan Pelatihan Instruktur Nasional
  6. Kriteria Pengembangan Butir Soal
  7. SKG BK. Permen 27-tahun-200807a. Kriteria Pengembangan Butir Soal
  8. SKG Mapel. Permen 16-tahun-2007-dan-lampiran
  9. PPT 03a Petunjuk Teknis Pelaksanaan GP Moda Tatap Muka
  10. PPT 03b.1 Petunjuk Teknis Pelaksanaan GP Moda Daring
  11. PPT 03b.2 Penilaian terhadap peserta, pengampu dan evaluasi penyelenggaraan
  12. 04.a Penggunaan Dasar Komputer
  13. 04.b Pengenalan Internet
  14. PPT 05. Pendekatan Andragogi
  15. 06a. Fitur GP daring
  16. 06b. Kajian dan Simulasi Penggunaan Modul GP (Materi Pedagogik)
  17. 06c. Kajian dan Simulasi Penggunaan Modul GP (Profesional)
  18. 06d. Simulasi Peran
  19. 07. Pengembangan Butir Soal
  20. 08. Penyusunan RTL
  21. LK-3b.1. Model Pembimbingan GP-D
  22. LK-3b.2. Mekanisme pelaksanaan GP-D moda kombinasi
  23. LK-3b.3. Peran Petugas dalam Moda GP Daring
  24. LK-3b.4. Komponen Pelaksanaan GP Daring
  25. LK 05. Pendekatan Andragogi
  26. LK-6a. struktur pembelajaran modul daring
  27. LK-6b1 Kajian Modul Pedagogik REV
  28. LK-6b2 Kajian Modul Kompetensi Pedagogik GP-D REV
  29. LK-6b2 Kajian Modul Kompetensi Pedagogik GP-D
  30. LK-6c1 Kajian Modul Profesional REV
  31. LK-6c2 Kajian Modul Kompetensi Profesional GP-D REV
  32. LK-6c2 Kajian Modul Kompetensi Profesional GP-D
  33. LK-6d Temuan dan Kendala
  34. 07. LK Pengembangan Butir Soal oleh NS IN GP 2016
  35. 07b. Format Penulisan Butir Soal oleh NS IN GP 2016
  36. 07c. Contoh butir soal yg disimak
  37. 8. Rencana Tindak Lanjut
  38. HO Tips bagi pelatih
  39. Langkah Skenario
  40. IPS SMP KELOMPOK KOMPETENSI A
  41. IPS SMP KELOMPOK KOMPETENSI B
  42. IPS SMP KELOMPOK KOMPETENSI C
  43. IPS SMP KELOMPOK KOMPETENSI D
  44. IPS SMP KELOMPOK KOMPETENSI E
  45. IPS SMP KELOMPOK KOMPETENSI EIPS SMP KELOMPOK KOMPETENSI F
  46. IPS SMP KELOMPOK KOMPETENSI G
  47. IPS SMP KELOMPOK KOMPETENSI GIPS SMP KELOMPOK KOMPETENSI H
  48. IPS SMP KELOMPOK KOMPETENSI I
  49. IPS SMP KELOMPOK KOMPETENSI J

 


Permendikbud baru No. 20, 21, 22, dan 23 Tahun 2016 tentang Standar Kompetensi Lulusan, Standar Isi, Standar Proses dan Standar Penilaian

via Permendikbud No. 20, 21, 22, dan 23 Tahun 2016 tentang Standar Kompetensi Lulusan, Standar Isi, Standar Proses dan Standar Penilaian — tentang PENDIDIKAN

Perubahan Iklim


Sekhah Efiaty, M.Pd.

Iklim adalah kondisi rata-rata cuaca berdasarkan waktu yang panjang untuk suatu lokasi di bumi atau planet lain. Studi tentang iklim dapat dipelajari dalam klimatologi. Iklim di suatu tempat di bumi dipengaruhi oleh letak astronomis, letak geografis, dan kondisi topografi tempat tersebut.
Letak astronomis akan menyebabkan klasifikasi iklim matahari, letak geografis dan kondisi topografi akan menyebabkan klasifikasi iklim fisik. Perbedaan letak astronomis, letak geografis dan kondisi topografi akan menyebabkan perbedaan unsur-unsur pembentuk iklim. Unsur-unsur terbentuknya ikilim adalah intensitas penyinaran  matahari, suhu, kelembapan udara, angin, tekanan udara, curah hujan dan awan.
Meskipun perbedaan iklim sangat dipengaruhi oleh unsur-unsur alam seperti disebut di atas, ternyata aktivitas manusia juga berpengaruh terhadap perbedaan iklim, terutama di dalam perubahan iklim di suatu tempat. Banyak orang berpendapat bahwa suhu kota Bandung pada masa lalu berbeda dengan masa kini. Malang yang dulu sangat sejuk, kini berubah menjadi hangat seperti kota-kota lain yang berada di daerah yang lebih rendah.
Perubahan ini disebabkan oleh aktivitas pembakaran hutan (dengan sengaja untuk membuka lahan pemukiman atau budidaya), asap pabrik, asap kendaraan bermotor dan aktivitas lainnya.
Makin banyak jumlah jumlah penduduk, maka makin bertambah juga lahan yang dibutuhkan untuk tempat tinggal, bertani dan berkebun. Selain itu makin banyak juga jumlah pabrik dan kendaraan untuk memenuhi kebutuhan penduduk. Jadi, pertumbuhan penduduk secara langsung dan tidak langsung berpengaruh terhadap perubahan iklim di muka bumi.
Perubahan iklim yang terjadi di Indonesia umumnya ditandai adanya perubahan temperatur rerata harian, pola curah hujan, tinggi muka laut, dan variabilitas iklim (misalnya El Niño dan La Niña, Indian Dipole, dan sebagainya). Perubahan ini memberi dampak serius terhadap berbagai sektor di Indonesia, misalnya kesehatan, pertanian, perekonomian, dan lain-lain.
bersambung…

Sekhah Efiaty, M.Pd.

SMP Negeri 5 Yogyakarta merupakan salah satu sekolah yang menempati Cagar Budaya di Yogyakarta. Gedung Sekolah peninggalan masa pendudukuan Eropa ini memiliki arsitektur khas Eropa. Dimana-mana terdapat lorong menuju antar ruang. Hampir seluruh jendela dan daun pintu berukuran besar, dengan model khasnya. Atap yang tinggi juga merupakan ciri lainnya. Arsiterktur ini memiliki manfaat besar, terutama dari segi penerangan dan perputaran udara secara alami.

Arsitektur khas ini menjadi semakin asri dengan adanya banyak tanaman perindang maupun tanaman pendek yang tersebar hampir di seluruh sudut ruang. Di utara, di timur, di selatan dan di bagian barat gedung terlihat asri dengan berbagai tanaman. Saat ini, dimana SMP N egeri 5 Yogyakarta menjadi salah satu sekolah Adiwiyata, penghijauan selalu dilaksanakan, baik secara mandiri oleh pihak sekolah maupun dibantu beberapa instansi terkait seperti BLH (Badan Lingkungan Hidup).

Sebagai sekolah Adiwiyata, SMP Negeri 5 Yogyakarta aktif terlibat kegiatan penghijauan. Penghijauan bukan hanya menjadi slogan saja melainkan merupakan aksi nyata yang dilakukan oleh warga sekolah. Kepala Sekolah SMP Negeri 5 Yogyakarta selalu mendukung program penghijauan, bahkan terlibat langsung dalam kegiatan-kegiatan. Bagi para karyawan SMP Negeri 5 Yogyakarta, kerja bakti di bi dang penghijauan hampir dilaksanakan setiap hari Jumat. Bagi guru, penghijauan merupakan salah satu topik yang dimasukkan di dalam proses pembelajaran. Misal pada pembelajaran Mata Pelajaran IPS, penghijauan masuk di dalam tema Potensi dan Pemanfaatan Sumber Daya Alam.

Di dalam mempelajari Tema Potensi dan Pemanfaatan Sumber Daya Alam, peserta didik diajak guru untuk mengamati Greenhouse yang dimiliki sekolah. Menurut hasil pengamatan peserta didik, Greenhouse sekolah masih belum memenuhi syarat. Saat pengamatan, Greenhouse terasa panas, sehingga banyak tanaman yang layu dan mati. Kondisi tanah dan pot terlihat kering, gersang, tidak tertata, sehingga terkesan berantakan. Jenis tanamannyapun sangat sedikit.

Melihat kenyataan tersebut, peserta didik kemudian memberikan masukan bahwa agar Greenhouse menjadi lebih bermanfaat, maka harus ada perawatan yang melibatkan peserta didik. Bahkan peserta didik ingin menambah koleksi tanaman yang sudah ada. Niat baik ini ditangkap oleh guru, sehingga peserta didik kemudian dibuat kelompok-kelompok kerja. Setiap kelompok mendapat tanggung jawab untuk membawa satu jenis tanaman. Tanaman yang dipilih adalah tanaman yang menghasilkan daun berkhasiat obat. Tanaman tersebut kemudian dibawa ke sekolah, ditanam dan dirawat, sampai bisa dipetik hasilnya.

Pada aktivitas yang lain, kepedulian peserta didik terhadap lingkungan, ditunjukkan dengan keikutsertaan mereka pada kelompok studi lingkungan yang dinamakan ENO.