Feeds:
Pos
Komentar

Yah kenapa tidak? Itu adalah salah satu tanggapan ketika para guru mulai bingung saat awal pandemi. Begitu memasuki pandemi, alternatif yang paling mudah dijangkau di dalam pembelajaran adalah dengan mengirim pesan melalui Whatsapp, atau lebih tepatnya adalah WhatsApp Messenger. WhatsApp Messenger merupakan salah satu aplikasi pesan untuk ponsel cerdas. yang memungkinkan kita bertukar pesan menggunakan berbagai perangkat yang terkoneksi internet.

Logo YouTube yang familier

Pemanfaatan WhatsApp Messenger ini kemudian menimbulkan rasa jenuh apabila dilakukan tanpa variasi dengan aplikasi lainnya. Apalagi jika si pengguna kurang kreatif, sehingga kesan dari penerima pesan atau dalam hal ini adalah siswa, bahwa guru hanya memberi tugas. Nah kalau cap ini sudah menempel pada diri guru, alamatlah siguru menjadi sosok yang menyebalkan dan akan dihindari kehadirannya dalam pembelajaran. Padahal jika guru lebih kreatif lagi, tentunya tidak sekedar mengirim pesan melalui file, tetapi sekali-kali ketika memberi tugas juga dapat mengirim pesan suara berupa sapaan, kirim salam dan doa, membuka pelajaran dengan mengirim cuplikan lagu dan lainnya.

Kebosanan yang terjadi akhirnya sedikit terkurangi dengan penggunaan Blog sebagai media dan sumber pembelajaran. Nah saat ini, siswa sepertinya juga kurang tertantang apabila pembelajaran menggunakan WhatsApp saja ataupun Blog saja. Kejenuhan yang muncul lagi-lagi karena kurangnya variasi di dalam penggunaannya. Bagi yang tidak terbiasa mengutak atik aplikasi, kedua aplikasi ini terkesan monoton, searah, dan kurang interaktif. Memang betul tidak ada satupun aplikasi yang sempurna. Semua memiliki kekurangan dan kelebihan yang dapat ditutup oleh aplikasi lainnya. Pokok persoalannya adalah bagaimana agar proses pembelajaran lebih menyenangkan.

Di SMP Negeri 5 Yogyakarta sendiri untuk selanjutnya proses pembelanjaran dapat dilakukan melalui Google Classroom. Dari Google Classroom kemudian bapak ibu guru dan siswa dapat berkomunikasi secara interaktif, baik melalui pesan suara maupun video, dimana aplikasi pengikutnya adalah Google Meet. Sejak saat itu proses pembelajaran semakin hidup saja, karena kita dapat melihat ekspresi masing-masing dari yang terlibat. Berbeda sekali ketika guru atau siswa hanya mengirim pesan tertulis tanpa melihat ekspresi dan mendengar intonasi bahan pembicaraannya.

Proses pembelajaran semakin lengkap ketika guru mulai menggunakan YouTube sebagai media ajar. Melalui jaringan internet kita dapat melihat banyak sekali konten pembelajaran di YouTube yang dikelola oleh guru. Banyak Youtuber baru bermunculan yang berasal dari kalangan guru. Kita tidak perlu membandingkan antara Youtuber dari kalangan guru dengan Youtuber yang sudah profesional. Jelas sekali perbedaannya, karena Youtuber guru pada awal memanfaatkan YouTube sebagai media menyampaikan, tujuannya adalah untuk menyimpan materi ajar, memudahkan penyampaian, dan juga agar siswa tidak bosan sehingga lebih termotivasi di dalam belajar. Kita juga tahu bahwa banyak sekali di kalangan siswa yang mungkin telah kecanduan menonton konten YouTube tertentu. Nah jadi apa salahnya jika gurupun mulai melirik media sosial yang satu ini untuk sedikit mengalihkan perhatian siswa, sehingga siswa terpenuhi kebutuhan belajarnya.

Demikian juga saya, yang sejak memasuki semester 2 tahun ajaran 2019/2020 mulai melirik YouTube sebagai salah satu media untuk pembelajaran. Konten saya unggah dari karya siswa yang ujudnya berupa video. Saat itu pandemi masih dalam masa kejayaannya memimpin Indonesia sebagai raja pengubah lini kehidupan. Pembelajaran sudah dilakukan secara daring. Tugas yang diberikan ke siswa lebih diarahkan yang mampu meningkatkan kecakapan hidup selama pandemi. Jadi saya sendiri sedikit mengabaikan target pencapaian kurikulum. Saya bimbing siswa bagaimana membuat video yang bagus, meski tidak sekelas profesional. Video-video yang layak tayang saya mintakan izin kepada siswa untuk ditayangkan di YouTube. Hal ini juga merupakan bentuk penghargaan terhadap siswa yang hasil kerjanya bagus. Pada saat sebelumnya saya sendiri sudah punya akun YouTube, tetapi pemanfaatannya masih sangat minim, sehingga saya sendiri hampir lupa dengan akun YouTube saya. Banyaknya video yang sudah jadi dari siswa kemudian mendorong saya untuk mebangun kembali akun YouTube baru dengan nama mengambil nama lengkap saya. Seiring berjalannya waktu, saya ubah namanya menjadi Sekhah Efiaty Channel.

Tampilan Sekhah Efiaty Channel di YouTube

Memasuki tahun ajaran baru 2020/2021, saya mulai aktif memanfaatkan YouTube sebagai media di dalam pembelajaran. Kontennya mulai saya isi dengan video buatan saya sendiri, yang berisi materi ajar. Hampir tiap subbab di dalam buku cetak, saya visualisasikan dalam bentuk video. Isi materi bukan hanya sekedar kalimat panjang berupa konsep semata, akan tetapi juga saya perkaya dengan gambar, bagian video lain dan kuis yang dapat dikerjakan siswa. Sistematikanya sama seperti jika kita sedang mengajar di kelas. Saya awali video dengan salam, doa, dan sebagian juga dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya. Begitupun materi pelajarannya, banyak di antaranya yang memuat tujuan pembelajaran, proses pengamatan, proses menanyakan, proses diskusi dan sebagainya hingga tahap penutup. Tidak lupa banyak pesan moral, kata motivasi yang saya integrasikan. Harapan saya, meski saat ini dilaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh secara daring, namun proses pembentukan karakter tetap jalan. Dengan demikian kita tidak akan kehilangan satu generasi di dalam sistem pendidikan di Indonesia.


Kita sering mendapat ajakan untuk mengaji dan juga mengkaji. Dua kata berbeda yang berasal dari satu kata dasar yaitu kaji. Kata mengaji sering dikonotasikan untuk kegiatan membaca Al Qur’an, sedang kata mengkaji lebih fleksibel lagi. Dua kata ini sering saya gunakan ketika pagi hari mulai menyapa siswa di kelas daring.

Siswa mengikuti pendalaman agama

Hampir setiap tahun di SMP 5 Yogyakarta terdapat sepuluh kelas tiap paralelnya. Saya mengajar kelas 7 dan mengajar enam kelas dengan latar belakang agama yang berbeda-beda. Agama yang dianut siswa saya ada Islam, Katolik, Kristen dan Hindu. Untuk kali ini tidak ada siswa yang beragama Budha. Mereka tersebar tidak di seluruh kelas karena untuk memudahkan pengaturan jadwal mengajar terutama untuk mata pelajaran agama. Untuk kelas 7E dan 7E siswanya beragama Islam dan Katolik. Untuk kelas 7G dan 7H seluruh siswanya beragama Islam. Kelas 7I siswanya terdiri dari siswa beragama Islam dan Hindu. Terakhir adalah kelas J, dimana kelas ini merupakan kelas khusus yang siswanya disaring untuk menjadi kelas yang menempuh pembelajaran hanya selama 2 tahun. Siswa pada kelas 7J beragama Islam, Katolik dan Kristen.

Pada pagi hari ketika saya harus mengajar jam pertama, seperti biasa di SMP Negeri 5 Yogyakarta, kegiatan pembelajaran dimulai dengan salam, doa, pembelajaran agama dan menyanyikan Lagu Indonesia Raya. Nah pada saat mengajar jam pertama di kelas yang seluruh siswanya beragama Islam, saya langsung mengajak para siswa untuk mengaji. Mengaji sebagaimana sering kita dengar, yaitu membaca Al Qur’an. Sedangkan pada saat jam pertama untuk kelas yang siswanya menganut agama yang heterogen, maka kalimat ajakan saya sedikit berbeda, Saya akan mengajak para siswa untuk mengkaji atau mendalami kitab suci sesuai agama yang dianut.

Melalui kegiatan ini, baik dengan istilah mengaji Al Quran ataupun mengkaji Kitab Suci, keduanya sangat bermanfaat. Manfaat dari kegiatan ini sangat banyak segi positifnya. Dilihat dari segi komunikasi: 1. seorang guru menjadi lebih bisa memahami siswanya, 2. lebih meningkatkan hubungan interpersonal, 3. guru dan siswa mampu menyesuaikan diri, 4. guru dan siswa dapat memberi dan memperoleh informasi lebih cepat, 5. guru mampu mempengaruhi dan memanaj konflik siswanya, 6. Secara tidak langsung dapat mengembangkan keterampilan berkomunikasi dan 7. melatih keterbukaan siswa.

Sedangkan ketika tiba saatnya siswa mulai membaca kitab sucinya, maka diharapkan 1. guru dan siswa lebih efektif meredakan galau, 2. wawasan tentang agama menjadi bertambah, 3. perilaku semakin baik karena terhindar dari perbuatan buruk, 4. mengajarkan disiplin waktu, 5. suasana kelas menjadi lebih berwibawa, 6. proses pembelajaran lebih kondusif. Tentunya masih banyak manfaat lain yang berdampak positif baik bagi pribadi guru dan siswa maupun dalam proses pembelajaran itu sendiri.

Oleh karena itu bagi sekolah dan bapak ibu guru yang belum menerapkannya maka akan lebih baik jika sekarang memulainya. Awalnya mungkin agak canggung, tapi jika dibiasakan maka akan menjadi pembiasaan. Pembiasaan yang sangat positif ini jika diterapkan terus akan menjadi budaya pada sistem sekolah ataupun pendidikan di Indonesia. Tentunya budaya seperti ini akan menjadi ciri sistim pendidikan di Indonesia yang berbeda dari negara lain. Bahkan mungkin akan menjadi keunggulan tersendiri. Jangan sampai sebaliknya, merasa malu mendalami agama, justru mungkin akan menjadi model tersendiri yang bakal ditiru oleh negara lain, terutama negara maju. Beberapa negara maju menganggap agama sebagai penghambat kemajuan. Mulailah dan rasakan manfaat jangka panjang budaya ini. Santapan atau sarapan pagi sebelum pembelajaran.


Sejak saat itu, yah sejak saat itu, sejak pandemi mulai menghampiri Indonesia dan sangat kerasan tinggal di negeri indah ini. Sejak saat itu pula saya mulai kembali aktif bercengkerama dengan internet, khususnya blog. Beberapa minggu memanfaatkan blog untuk memperlancar proses pembelajaran di semester genap tahun ajaran 2019/2020.

Pada waktu senggang saya mulai buka lagi blog yang dulu sering kuisi dengan bahan mengajar. Berawal dari bahan ajar yang sudah ada, satu persatu saya revisi agar lebih sesuai dengan kondisi terkini. Untuk materi-materi baru, yakni yang belum ada diblog, saya susun saat sedang mengajar.

Materi yang telah direvisi dan disusun kemudian dilengkapi dengan berbagai kuis. Latihan-latihan soal disusun dalm berbagai bentuk untuk mengurangi kejenuhan siswa. Kebutuhan bahan ajar tidak hanya berasal dari buku sekolah saja, tetapi juga dari berbagai media sosial yang relevan dengan materi di buku. Pemilihan bahan ajar disesuaikan dengan kebutuhan siswa saat pandemi.

tampilan blog missevi.wordpress.com

Pemberian materi ajar melalui blog ini ternyata mengurangi kejenuhan baik bagi saya maupun siswa. Selain itu, kita menjadi sangat terbantu karena mengajar menggunakan blog berarti kita juga nabung materi untuk tahun berikutnya. Kita tidak perlu mencari materi ajar yang biasanya kita simpan di laptop ataupun komputer. Takutnya adalah ketika ada kendala dengan sarana tersebut. Menyimpan bahan ajar di blog berarti kita bisa menghemat energi karena ketakutan akan hilangnya materi bahan ajar menjadi lebih kecil.

Tidak mengurangi tujuan dari pembelajaran itu sendiri, mengajar menggunakan blog tetap menghadirkan suasana hangat antara guru dan siswa. Komunikasi yang dilakukan dibantu dengan media sosial lain seperti Whatsapp ataupun Google Meet. Harapannya meskipun proses pembelajaran dilakukan tanpa tatap muka langsung, tetapi tetap bermakna bagi siswa.


Tidak terasa anak-anak yang diterima dalam PPDB 2020/2021 telah satu semester berlalu mengikuti Pembelajaran Jarak Jauh. Saya sebagai wali kelas 7, belum pernah sekalipun mengadakan pertemuan klasikal dengan mereka. Ada beberapa siswa yang karena keperluan tertentu datang ke sekolah untuk menemui saya. Ketemu mereka rasanya sedikit beda dengan ketemu anak-anak wali sebelumnya, yang sempat ketemu selama sekitar delapan bulan. Mereka adalah siswa angkatan sebelumnya, yang sempat mengikuti pembelajaran dari Juli 2019 hingga Maret 2020. Setelah itu, proses pembelajaran dilakukan melalui media elektronik tanpa ada tatap muka.

Para siswa mulai mengikuti pembelajaran semester 2

Untuk semester ganjil kemarin, pembelajaran betul-betul penuh dilakukan secara jarak jauh atau yang dikenal dengan istilah PJJ atau Pembelajaran Jarak Jauh. Ada istilah lain yang digunakan, seperti Pembelajaran Daring atau Pembelajaran Dalam Jaringan, atau istilah yang senada adalah Pembelajaran Online. Ada juga yang menyebutnya BDR atau Belajar Dari Rumah, dan untuk bapak ibu gurunya digunakan istilah bekerja atau mengajar dari rumah atau WFH (Work From Home).

Media ataupun aplikasi yang digunakan dalam PJJ sangat beragam. Untuk SMP Negeri 5 Yogyakarta menyediakan Google Classroom untuk mengelola PJJ. Sekolah telah membangun sistem, di mana setiap kelas memiliki ruang belajar sendiri, sehingga bapak ibu guru tinggal masuk ke ruang tersebut sesuai jadwal yang telah disusun oleh Urusan Kurikulum. Setelah bapak ibu guru masuk, pertemuan daring dilakukan melalui Google Meet yang ada di kelas tersebut. Melalui Google Meet yang ada, guru dan siswa saling mengadakan kontrak belajar sebelum mulai pembelajaran. Pada awal pelaksanaan PJJ semester ganjil, hampir semua guru menginginkan semua siswa dalam kelas yang diampu untuk menghidupkan kamera. Namun sekarang kebijakan on-camera hanya dilakukan pada saat tertentu saja, karena hal ini berpengaruh terhadap pemanfaatan kuota data internet. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi agar siswa tidak kehabisan kuota paket data, baik yang dibeli sendiri maupun yang bersubsidi dari pemerintah.

Kini Pembelajaran Jarak Jauh sudah menjadi hal biasa bagi guru maupun siswa. Rutinitas sudah mulai terbentuk sehingga terbentuk budaya atau sistem baru di dalam dunia pendidikan kita. Setiap hari pukul 07.00 kelas sudah mulai dibuka melalui Google Classroom. Setelah membuka Google Classroom, siswa dan guru joint melalui Google Meet. Ada yang tidak berubah di SMP Negeri 5 Yogyakarta, yaitu adanya kegiatan pendalaman agama. Begitu bel tanda masuk dibunyikan pada pukul 07.00 maka guru agama mengajak siswa dan guru untuk berdoa. Setelah berdoa dilanjut dengan pendalaman agama sesuai dengan agama masing-masing. Selesai pendalaman agama, siswa dan guru berdiri untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya. Ada perbedaan antara sebelum pandemi dengan setelah sipandemi datang. Dulu sebelum pandemi, begitu guru masuk ruang kelas untuk memulai pembelajaran, pengeras suara dari pusat masuk ke ruang kelas masing-masing. Kemudian guru agama megucap salam kepada warga sekolah, pengajak berdoa dan pendalaman agama, diakhiri dengan ajakan berdiri untuk menyanyikan lagu Indonesia Raya. Sekarang semua dilakukan melalui media yang sudah dibangun oleh sekolah. Untuk siswa melakukannya di rumah masing-masing, sedangkan untuk guru tergantung dari jadwalnya. Jadwal yang dibuat untuk guru terdiri dari WFH (Work From Home) dan WFO (Work From Office), yang persentasenya sesuai kebijakan dari pemerintah Kota Yogyakarta.

Saya sendiri pukul 06.30 biasanya sudah di depan laptop/komputer/Handphone. Kadang belum ada siswa yang joint, tapi kadang pula sudah ada beberapa siswa. Saya sangat menghargai siswa yang bisa gabung sebelum pukul 07.00. Biasanya saya sapa mereka dengan salam dan ucapan terima kasih. Jika jumlahnya sudah sekitar lima anak, saya ajak mereka untuk pendalaman agama lebih awal. Apapun agama mereka semua saya perlakukan sama, karena hal ini untuk membiasakan siswa disiplin dalam ibadah. Pada mulanya hal ini hanya saya perlakukan di kelas saya sendiri. Sekarang hal yang sama saya terapkan di kelas lain, dan ternyata para siswa juga antusias. Bagi siswa yang gabung pada pukul 07.00 bukan berarti tidak disiplin, karena pada dasarnya jam masuk sekolah memang dimulai pukul 07.00. Tetapi bagi siswa yang sampai pukul 07.15 tidak gabung pasti saya tegur mengapa tidak mengikuti pendalaman agama. Alasan mereka sangat beragam, ada yang karena teknis, yang bangun terlambat, maupun karena sedang berhalangan (siswi muslim).

Begitulah rutininitas pagi hari selama PJJ, yang entah kapan akan berakhir dan kembali pembelajaran tatap muka seperti dulu. Semoga pandemi ini cepat berlalu, dan dunia pendidikan kembali diramaikan oleh keaktivan guru dan keceriaan siswa.


Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan saat ini mengajak kita untuk belajar bersama melalui Program Pembelajaran GTK Guru Belajar yang meliputi empat seri, yaitu Seri Pendidikan Keterampilan Hidup, Seri Asesmen Kompetensi Minimum, Seri Pendidikan Inklusif, dan Seri Masa Pandemi Covid-19.

Apa serunya belajar bersama di Program Pembelajaran GTK?

 Lebih Fleksibel

Anda bisa mengatur sendiri waktu belajar sesuai kesibukan masing-masing.

 Lebih Mudah

Anda lebih mudah mempelajari konten pembelajaran yang telah dipecah menjadi unit belajar yang lebih kecil.

 Lebih Menantang

Anda bisa memilih tantangan yang sesuai dengan kemampuan Anda.

 Lebih Kolaboratif

Anda bisa belajar bersama dengan rekan guru yang lain untuk menyelesaikan semua tahapan program.

Seri Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) merupakan program pembelajaran yang dirancang bagi Guru dan Kepala Sekolah untuk dapat meningkatkan kompetensi berdasarkan literasi dan numerasi yang diharapkan dapat lebih mendorong perbaikan mutu pembelajaran.

Apakah anda ingin mampu memahami konsep dan bentuk pelaksanaan Asesmen Nasional dan dapat menganalisis contoh asesmen literasi membaca dan numerasi pada Asesmen Kompetensi Minimum?

Ayo belajar bersama dalam program Guru Belajar seri Asesmen Kompetensi Minimum

Apa itu program Guru Belajar seri Asesmen Kompetensi Minimum?

Program pembelajaran yang dirancang untuk membantu para Guru/Kepala Sekolah/Pengawas SD, SMP, SMA/SMK, Guru/Kepala Sekolah SDLB, SMPLB, SMALB, dan PKBM sederajat dalam memahami tujuan, konsep dan bentuk pelaksanaan Asesmen Nasional, serta dapat menganalisis contoh asesmen literasi membaca dan numerasi pada Asesmen Kompetensi Minimum.

Apa tujuan program Guru Belajar seri Asesmen Kompetensi Minimum?
  • Memahami konsep Asesmen Nasional.
  • Memahami bentuk pelaksanaan Asesmen Nasional.
  • Menganalisis contoh asesmen literasi membaca pada Asesmen Kompetensi Minimum.
  • Menganalisis contoh asesmen numerasi pada Asesmen Kompetensi Minimum.
  • Membaca dan menindaklanjuti laporan hasil Asesmen Kompetensi Minimum.
  • Melakukan pengimbasan dengan mengajak rekan guru yang lain untuk mengikuti program Guru Belajar seri Asesmen Kompetensi Minimum.
Siapa saja yang bisa menjadi peserta program Guru Belajar seri Asesmen Kompetensi Minimum?
  • Semua Guru SD, SMP dan SMA/SMK.
  • Kepala Sekolah SD, SMP dan SMA/SMK.
  • Pengawas SD, SMP dan SMA/SMK.
  • Semua Guru SDLB, SMPLB, dan SMALB.
  • Kepala Sekolah SDLB, SMPLB, dan SMALB.
  • Peserta yang berasal dari Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) sederajat SD, SMP, SMA/SMK.
  • Telah memiliki Akun SIMPKB.
Tahap 1 : Bimtek

Peserta adalah Guru/Kepala Sekolah/Pengawas SD, SMP, SMA/SMK, Guru/Kepala Sekolah SDLB, SMPLB, dan SMALB, dan PKBM sederajat.

Tahap 2 : Pengimbasan

Peserta adalah Guru/Kepala Sekolah/Pengawas SD, SMP, SMA/SMK, Guru/Kepala Sekolah SDLB, SMPLB, dan SMALB, dan PKBM sederajat yang telah menyelesaikan Tahap 1 (Bimtek) dengan nilai minimal 70 dan dilakukan di satuan pendidikan peserta.

Jadwal Pelaksanaan

Berikut adalah jadwal pelaksanaan program berdasarkan tahapannya

 Pendaftaran

Mendaftar dengan memilih jadwal Bimtek yang tersedia
22 Desember 2020 – 23 Februari 2021

 Bimtek

Angkatan 1
4-8 Januari 2021

Angkatan 2
9-13 Januari 2021

Angkatan 3
14-18 Januari 2021

Angkatan 4
19-23 Januari 2021

Angkatan 5
24-28 Januari 2021

Angkatan 6
29 Januari – 2 Februari 2021

Angkatan 7
3-7 Februari 2021

Angkatan 8
8-12 Februari 2021

Angkatan 9
13-17 Februari 2021

Angkatan 10
18-22 Februari 2021

Angkatan 11
23-27 Februari 2021

 Pengimbasan

Semua Angkatan
9 Januari – 27 Februari 2021

Nah bagi Bapak Ibu Guru yang belum sempat ikut Bimtek ini, berikut saya sampaikan materi hasil Bimtek Seri Asesmen Kompetensi Minimum (AKM).


Tanpa terasa tiga bulan sudah tahun ajaran baru 2020/2021 berlalu. Sebelumnya kita semua telah dikejutkan oleh kejadian luar biasa, yaitu adanya wabah, yang semula banyak yang memandang sebelah mata, yaitu Covid 19, namun akhirnya terjadi banyak perubahan. Kita para pendidik, tenaga kependidikan, orang tua siswa, siswa dan semua yang berkecimpung di dunia pendidikan bingung. Pertengahan semester genap seolah berjalan apa adanya. Belum ada format yang pas untuk menyikapi dan dan membijaksanai kondisi yang ada. Syukur alhamdulillah semua komponen pendidikan dari tingkat paling atas hingga paling bawah, tanpa komando berbelit semua bergerak cepat. Hasilnya muncul berbagai kebijakan, sehingga tahun ajaran 2019/2020 berakhir dengan mulus, tanpa gejolak yang berarti.

Drs. Heni Waluyo Siswanto, M.Pd. dan Dra. Nuryani Agustina, M.Pd.

Tibalah saatnya kita memasuki tahun ajaran baru 2020/2021 dengan kondisi yang belum pasti. Hal ini karena ternyata wabah Covid 19 belum berakhir. Kemudian turun kebijakan-kebijakan baru dari tingkat pusat beserta turunannya di tingkat provinsi dan kota/kabupaten, baik secara sendiri-sendiri maupun keputusan bersama.

Di dalam dunia pendidikan, yang selalu ditunggu adalah Surat Edaran kemendikbud dari Mas Menteri. Dari banyaknya Surat Edaran tersebut, hanya beberapa yang akan disinggung langsung di dalam tulisan singkat ini, yakni yang berhubungan dengan Silabus dan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran.

Beberapa waktu lalu di sekolah kami SMP Negeri 5 Yogyakarta dikunjungi pejabat pusat, tepatnya dari Puskurbuk, Bapak Drs. Heni Waluyo Siswanto, M.Pd. Beliau melaksanakan Program Kajian dan Kurasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan di SMP Negeri 5 Yogyakarta selama dua hari. Hari pertama pembukaan oleh Waka Kurikulum Sujiyana, S.Pd., M.Pd. dengan salam dan doa pembukaan, dilanjutkan sambutan Kepala Sekolah, Dra. Nuryani Agustina, M.Pd. Untuk paparan materi utama langsung diberikan oleh Drs. Heni Waluyo Siswanto, M.Pd.

Drs. Heni Waluyo Siswanto, M.Pd. menjelaskan tentang latar belakang dan kebijakan-kebijakan pemerintah pusat di bidang pendidikan, khususnya saat masa pandemi ini. Banyak hal yang harus disesuaikan di dalam proses pembelajaran, mulai dari perencanaan hingga evaluasi. Hal ini sangat berkaitan dengan perangkat pembelajaran, khususnya Silabus dan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran).

Selain menjelaskan banyak konsep yang berkaitan dengan pendidikan dan pembelajaran, beliau mewawancarai Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, juga perwakilan guru Bahasa Inggris dan IPS.

Wakil guru IPS

Adapun materi wawancara pada intinya sama dengan materi yang terdapat di dalam Instrumen Telaah Program Kajian dan Kurasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, khususnya tentang Silabus dan RPP. Isi dari wawancara dan telaah yang dilakukan dapat diamati pada lampiran. Dengan menggunakan lembar telaah tersebut, kita dapat melihat, apakah Silabus dan RPP sudah sesuai dengan kebutuhan di lapangan atau belum. Jika belum sesuai kebutuhan maka sebaiknya segera diperbaiki agar pembelajaran yang kita lakukan sesuai kebutuhan siswa dan bermanfaat. Di dalam menyusun Silabus dan RPP kita tidak boleh mengurangi konten yang ada, tetapi boleh menambah.

Lembar telaah dan lain-lain download di sini:


RuangKamar Tidur

Setiap ruang di permukaan bumi memiliki karakteristik sendiri. Ruang yang satu dengan yang lainnya memiliki potensi yang berbeda. Hal inilah yang menyebabkan adanya keterkaitan antara ruang yang satu dengan yang lainnya. Termasuk ruang-ruang yang ada di rumah kita. Masing-masing memiliki fungsi yang berbeda.

Jika kita perhatikan rumah kita, banyak tempat-tempat yang memiliki fungsi yang berbeda-beda. Kamar tidur berfungsi sebagai tempat untuk tidur atau istirahat. Dapur berfungsi sebagai tempat untuk memasak. Halaman depan rumah banyak yang memanfaatkannya sebagai tempat untuk memarkir kendaraan, tempat menanam berbagai tanaman, maupun fungsi-fungsi lainnya.

Begitu pula dengan permukaan bumi kita, pemanfaatannya sesuai dengan kondisi yang ada. Pegunungan dapat digunakan untuk menanam berbagai jenis pohon yang menghasilkan kayu. Dataran rendah biasanya dimanfaatkan sebagai tempat untuk menanam bahan makanan seperti padi, jagung, ketela, palawija dan juga sayur dan buah-buahan tertentu.

Ruang berupa pantai

Tempat-tempat tersebut di atas disebut sebagai ruang. Jadi ruang adalah tempat di permukaan bumi, baik secara keseluruhan maupun hanya
sebagian yang digunakan oleh makhluk hidup untuk tinggal. Antara ruang yang satu dengan yang lain mempunyai fungsi yang berbeda, tergantung dari kondisinya. Karena perbedaan inilah maka terjadi interaksi antarruang.

Interaksi antarruang dapat berupa pergerakan orang, barang, informasi
dari daerah asal menuju daerah tujuan. Menurut Bintarto (1987) interaksi
merupakan suatu proses yang sifatnya timbal balik dan mempunyai pengaruh terhadap tingkah laku, baik melalui kontak langsung atau tidak langsung. Interaksi melalui kontak langsung terjadi ketika seseorang datang ke tempat tujuan. Interaksi tidak langsung terjadi melalui berbagai cara misalnya dengan membaca berita, melihat tayangan di televisi dan lain-lain.

Alasan terjadinya interaksi antarruang dapat dirinci sebagai berikut:

  1. Saling Melengkapi (complementarity atau Regional Complementary). Misal dua daerah yang memiliki sumber daya alam yang berbeda ada kemungkinan akan terjadi saling tukar barang.
  2. Kesempatan Antara (Intervening Opportunity). Misal daerah A menghasilkan ikan dengan jumlah berlimpah, sedangkan daerah B hasil ikannya sedikit tetapi jaraknya dekat, sehingga ada kemungkinan daerah B menjadi tujuan membeli ikan bagi masyarakat.
  3. Kemudahan Transfer (Transfer Ability). Faktor yang ketiga dapat dicontohkan misal suatu daerah yang berlimpah hasil sayurannya berada di daerah pegunungan. Untuk mencapai daerah tersebut sangat sulit dan biayanya mahal. Oleh karena itu orang cenderung menghindari daerah yang seperti itu.

Materi ini dapat dipelajari melalui video di link berikut: https://www.youtube.com/watch?v=aNEAy-Dk-Ms.

Sumber:

  1. https://www.harapanrakyat.com/2020/04/desain-kamar-tidur-nyaman-hangat/
  2. https://www.pikiran-rakyat.com/nasional/pr-01321376/banyak-perairan-over-eksploitasi-regulasi-perikanan-tangkap-segera-dibentuk
  3. Buku IPS Kelas VII unduh di link di bawah ini:

Kuis:

  1. Jelaskan pengertian ruang!
  2. Berikan 3 contoh ruang yang ada di rumahmu!
  3. Berikan 3 contoh ruang yang ada di permukaan bumi dan jelaskan fungsi dari masing-masing ruang tersebut!
  4. Mengapa antarruang memiliki keterkaitan!
  5. Jelaskan pengertian interaksi antarruang!
  6. Jelaskan hal-hal yang menyebabkan terjadinya interaksi antrruang!
  7. Berikan contoh interaksi antarruang di sekitar tempat tinggalmu!
  8. Berikan contoh interaksi antarruang yang terjadi antarwilayah di Indonesia!
  9. Berikan contoh interaksi antarruang di region Asia Tenggara!
  10. Berikan contoh interaksi antarruang di antara negara-negara di dunia!


Peserta didik yang saya cintai, sekarang kita telah memasuki tahun ajaran baru. Kalian sekarang telah menjadi siswa di SMP yang tercinta. Tentu suasananya sangat berbeda dibandingkan dengan ketika kalian masih di SD. Di SMP kalian harus lebih mandiri dibandingkan sebelumnya. Karena kalian pelajar, maka kemandirian yang dimaksud adalah kemandirian di dalam belajar. Kalian harus rajin membaca buku pelajaran dan penunjangnya tanpa harus disuruh oleh guru ataupun orang tua. Jika kalian malas maka kalian akan tertinggal, karena teman kalian mungkin sudah belajar lebih dahulu jauh-jauh hari sebelum kalian mempelajarinya.

Seorang pelajar harus mengerti tentang kurikulum yang berlaku. Di dalam kurikulum banyak sekali kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh pemerintah, yang nantinya akan diterapkan di dalam proses pembelajaran. Akan tetapi kalian tidak perlu bingung akan aturan-aturan tersebut, karena bapak ibu guru kalian nantinya akan memberi tahu saat memberikan pelajaran. Teori-teori tentang kurikulum cukup dipelajari oleh bapak ibu guru. Kalian sebagai pelajar cukup mengikuti proses pembelajaran dengan baik. Apapun yang dilakukan oleh bapak ibu guru semua bertujuan baik. Tentunya agar kalian menjadi orang yang menguasai berbagai ilmu pengetahuan, menguasai berbagai keterampilan, dengan tetap berpegang teguh pada aturan-aturan yang ada,sehingga kalian akan tumbuh menjadi manusia yang berhasil di kemudian hari.

Di dalam kurikulum terdapat kelengkapan seperti Silabus, Kompetensi Inti, Kompetensi Dasar, Indikator Pencapaian Kompetensi, Tujuan Pembelajaran dan lainnya. Untuk menyampaikan di dalam proses pembelajaran, bapak ibu guru telah memilih metode apa yang akan dipakai, media apa yang akan digunakan, dari mana sumber pembelajarannya dan sebagainya. Semua disiapkan agar kalian senang dengan suasana belajar yang dilakukan.

Nah agar semua dapat tercapai, mulai sekarang jangan malas membaca ya. Rajin belajar merupakan pangkal anak yang berhasil. Semoga kalian sukses.


Oleh: Sekhah Efiaty, M.Pd.

Pengumuman Bimtek

Pemerintah Daerah DIY melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga Balai Teknologi Komunikasi Pendidikan (Balai Tekkomdik) mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) online Pendidikan 4.0 Menyongsong Era New Normal (Batch 1). Bimtek dilaksanakan dalam rangka Pembelajaran Daring tahun 2020. Bimbingan dilaksanakan pada tanggal 24, 25, 26, 27, 29, dan 30 Juni 2020. Setiap hari diberikan durasi bimbingan selama kurang lebih 4 jam. Waktu bimbingan dilaksanakan pagi atau siang hari. Pelaksanaan pagi dilaksanakan sekitar pukul 08.00 hingga pukul 12.00, dan jika siang hari pelaksanaannya antara pukul 13.00 hingga pukul 16.00. Jumlah peserta kegiatan ini dibatasi sejumlah 50 Guru/Tenaga pendidik di wilayah DIY, dari jenjang SD, SMP, dan SMA. Materi Bimtek sangat menarik, terutama untuk aplikasi-aplikasi yang belum dikuasai oleh peserta.

Materi Bimtek kali ini terfokus pada persiapan BJJ dalam masa Covid 19. Adapun materi dan aplikasi yang diajarkan adalah tentang Jogja Belajar Class, Powton, Blog, Comic Life, Webex dan kebijakan-kebijakan di dalam menyambut Pembelajaran Jarak Jauh pada Pendidikan 4.0 Menyongsong Era New Normal. Semua nara sumber sangat menguasai materi sehingga proses bimtek berjalan lancar. Sedikit kendala teknis adalah sinyal yang tidak sama kekuatannya di antara para nara sumber dan para peserta. Hal ini dapat teratasi karena semua materi dapat dibagi melalui grup Whatsapp.

Setelah selesai mengikuti bimtek para peserta diberi tugas selama dua minggu untuk mengumpulkan hasil karya. Tugas yang harus dikumpulkan adalah:

a. Membuat Media Pembelajaran menggunakan Powtoon / Komik Digital
b. Melakukan Pembelajaran Daring menggunakan JB Class
c. Publikasi Digital

Berikut dibagikan materi hasil diklat yang dapat diunduh melalui link: https://bit.ly/materi-bimtek-online-btkp. Sedangkan untuk link record screen selama bimtek dapat diunduh di: https://bit.ly/record-screen-batch1. Semoga melalui link yang sudah dibagi dari BTKP banyak bapak ibu guru yang dapat membuat media ajar secara mandiri.


Daftar video di Youtube

YouTube merupakan sebuah situs web yang berisikan video. YouTube dibuat oleh tiga mantan karyawan Paypal pada Februari 2005. Situs web ini memungkinkan pengguna mengunggah, menonton, menyukai, mengomentari, mengunduh, menyimpan, dan berbagi video. Perusahaan ini berkantor pusat di San Bruno, California, dan menggunakan teknologi Adobe Flash Video dan HTML5 untuk menampilkan berbagai macam konten video yang dibuat, diedit, diunggah ulang oleh kreator, editor, pengguna untuk kepentingan tertentu, termasuk video klip film, klip TV, dan musik dan sejenisnya. Di dalamnya juga terdapat blog video, video orisinal pendek, tutorial, materi kuliah/materi pelajaran, materi diklat, bahkan siaran langsung dari sebuah peristiwa.

Pengunggah konten YouTube dapat perorangan maupun bersifat institusional. Pengunggah memanfaatkan YouTube untuk berbagai kepentingan. Banyak perusahaan atau kalangan pebisnis yang mengunggah konten untuk sarana promosi. Bagi pemerintah sendiri melalui berbagai departemen, memanfaatkan YouTube untuk mengedukasi masyarakat, baik berupa informasi penting, sosialisasi suatu program, pengenalan lebih detail suatu aktivitas dan juga sarana menjaring informasi dari masyarakat.

Pada masa pandemi Covid 19 seperti sekarang ini, peranan media seperti YouTube menjadi sangat penting, misal di dalam proses pembelajaran online (Belajar Jarak Jauh). Para pengguna memanfaatkan konten YouTube sebagai sumber belajar. Saat-saat seperti sekarang ini, sumber belajar menjadi lebih bervariasi, tidak terbatas pada buku cetak gratisan dari pemerintah saja. Pengguna mencari konten yang paling sesuai dengan materi yang dibutuhkan. Melalui video dari YouTube, pengguna dapat melihat dan mendengar konten yang dibutuhkan dengan lebih jelas. Akan lebih menarik lagi apabila video tersebut diberi efek suara, misal berupa musik yang sedang digandrungi, dan cocok dengan isi materi.

Bagi pengguna lain, YouTube dapat dimanfaatkan sebagai sarana mengunggah konten, entah itu buatan sendiri maupun buatan orang lain (repost). Bahkan bagi seorang pendidik dan pengajar, dapat memanfaatkan YouTube sebagai media untuk memberikan apresiasi terhadap karya peserta didik. Melalui YouTube ini pendidik dan pengajar dapat mengunggah video peserta didik yang sesuai dengan kriteria yang disepakati bersama. Misal apabila vodeo buatan sendiri maka nilai A, tetapi jika video tersebut merupakan editan dari video orang lain, maka nilainya B, dan seterusnya.

Saya sendiri memanfaatkan video sebagai media berkreasi bagi peserta didik, dan sebagai media memberi apresiasi bagi video peserta didik yang memenuhi kesepakatan bersama. Adapun langkah-langkah di dalam pemanfaatan YouTube ini adalah sebagai berikut:

  1. Peserta didik diberi tugas melaui file yang dikirim melalui aplikasi Whatsapp
  2. Peserta didik membuat video sesuai materi di dalam Rencana Pembelajaran
  3. Tugas video disertai judul, identitas, dan sebaiknya ada ucapan terima kasih ataupun pesan singkat
  4. Pembuatan video boleh dibantu oleh siapapun
  5. Agar lebih menarik, seyogyanya video diberi musik pengiring
  6. Video dikirim melalui email atau Whatsapp, jika durasinya pendek dapat dikirim dalam bentuk video, dan apabikla durasinya panjang maka video disimpan lebih dahulu di dalam Drive, untuk kemudian linknya dikirim melalui Whatsapp ataupun email.
  7. Video dikoreksi oleh pendidik atau pengajar
  8. Bagi video yang belum sesuai kesepakan, akan diberikan komentar  melalui Whatsapp atau email
  9. Video diedit ulang oleh peserta didik
  10. Video dikirim ulang oleh peserta didik
  11. Video yang telah diedit akan dikoreksi dan diberikan nilai serta diunggah ke YouTube
  12. Peserta didik dibagi link YouTube yang memuat hasil karyanya

Menggunggah video ke YouTube diharapkan peserta didik merasa bangga, apalagi apabila banyak yang memberikan tanggapan berupa like, coment dan share. Jika peserta didik berkenan, motivasilah agar dia juga membuat akun YouTube dan menggunggah sendiri hasil karyanya. Melalui cara ini diharapkan  proses pembelajaran dari rumah tetap berjalan dengan bermutu, meyenangkan peserta didik, bermanfaat, meningkatkan kreativitas dan produktivitas, dan tidak memberatkan. Demikian sharing dari saya, semoga menginspirasi dan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di masa kita semua harus melakukan proses pembelajaran dari rumah. Channel YuoTube dapat dilihat di  https://www.youtube.com/channel/UCU8WpBBQ-Dv04HLQ2pkQLgQ. Silahkan Like, Coment, Share dan Subscribe. Terima kasih.


Merdeka Belajar, setuju mas menteri. Itu jawaban reflek ketika wabah Covid 19 mulai datang di Indonesia. Benar-benar tidak disangka jika Merdeka Belajar menjadi kenyataan. Jangan memaknai secara harfiah ya, jika Merdeka Belajar kemudian diplesetkan menjadi bebas untuk tidak belajar, bukan itu maksudnya. Konsep Merdeka Belajar yang dimaksud oleh mas menteri kita adalah Kemerdekaan Berpikir. Singkat  kata, berpikir bagimana cara mengadakan proses pembelajaran yang menyenangkan akan tetapi tetap bermakna bagi peserta didik.

Di dalam situasi seperti sekarang ini, di mana Indonesia sedang berusaha melawan wabah Covid 19, Merdeka Belajar dapat dimaknai dengan pembelajaran dari manapun berada. Namun demikian kita tidak dapat bebas berada di manapun, karena wabah ini akan lebih mudah menyerang manusia yang berada pada posisi saling berdekatan. Oleh karena itu, Merdeka Belajar dalam situasi wabah Covid 19 dilakukan dari rumah masing-masing. Pembelajaran dilakukan jarak jauh, dimana guru memberi materi ajar dari rumah sendiri, peserta didik menerima materi ajar dari rumah sendiri pula. Pembelajaran seperti ini dapat dilakukan dengan memanfaatkan media, baik yang searah maupun interaktif. Atau yang langsung dengan interaksi dua arah ataupun yang dua arah tetapi tunda.

Setelah pemerintah mengeluarkan Surat Edaran untuk belajar dari rumah bagi peserta didik, maka sekolah maupun guru mulai membangun sistem pembelajaran yang mudah dilakukan, baik oleh sekolah, guru maupun peserta didik. Banyak aplikasi berbasis internet yang menjadi pilihan. Sekolah kami memilih Google Classrom sebagai media pembelajaran. Di sana guru dapat mengirimkan tugas-tugas maupun ulangan, baik menggunakan Soal Uraian maupun Pilihan Ganda. Didalam menjawab soal atau tugas, ada guru yang menghendaki dikerjakan langsung melalui Google Classroom maupun yang melalui Email ataupun Whatsapp. Namun ada juga bapak ibu guru yang memanfaatkan aplikasi yang menurutnya lebih familier semisal Whatsapp, baik di dalam mengirim maupun menagih tugas bersama peserta didik.

Saya salah satu guru yang jarang menggunakan aplikasi yang disiapkan oleh pihak sekolah. Saya lebih memilih pembelajaran melalui media kombinasi Blog, Whatsapp, dan Email. Bahan ajar sudah ada di dalam Blog pribadi saya, missevi.wordpress.com. Tugas kepada siswa saya beritahukan melalui Wharsapp.

Untuk IGI

Guru dan Peserta Didik Tetap Berseragam

Jawaban peserta kadang dikirim melalui Whatsapp, kadang melalui Email. Namun demikian bukan berarti saya tidak pernah menggunakan aplikasi yang telah disiapkan oleh pihak sekolah. Saya tetap menggunakannya, misal untuk ulangan yang menggunakan Soal Pilihan Ganda. Menggunakan aplikasi yang disiapkan sekolah akan lebih mudah didalam pengoreksian.

Kembali kepada media pembelajaran yang utama saya gunakan, yaitu Blog. Pembelajaran menggunakan Blog sudah saya lakukan sejak sekitar tahun 2009an. Karena seringnya saya menggunakan media ini, pernah seorang Kepala Sekolah, yang dalam hal ini adalah Drs. Suparno, M.Pd., menjuluki saya sebagai Guru go Blog. Jika kita tidak melihat pada tulisannya, dan hanya mendengar seseorang mengucapkannya, maka asosiasi kita ke hal atau istilah yang negatif, yaitu guru yang seolah-olah tidak bisa apa-apa. Padahal yang dimaksud di sini adalah guru yang telah memanfaatkan Blog di dalam pembelajaran, tidak jauh beda dengan istilah go public, go international dan go go yang lainnya.

Di dalam situasi Pembelajaran dari Rumah (Learning from Home), saya benar-benar mengandalkan Blog saya. Kebetulan saya mengajar IPS kelas 7 dan 8 SMP, namun kelas 8 yang saya ajar adalah kelas 8 yang hanya menempuh 4 semester atau istilah kami 6 studi di SMP. Oleh karena itu saya mengajar kelas 8 di semester genap ini dengan materi semester ganjil atau berarti sekarang sudah studi 3. Untuk yang kelas 7 merupakan kelas 7 yang menempuh masa pembelajaran 3 tahun di SMP, seperti kelas-kelas reguler pada umumnya.

Rangkuman-rangkuman sudah ada di dalam Blog, di mana di bawah rangkuman sudah ada Kuis.  Kuis-kuis yang menyertai rangkuman berupa Kuis Aksara Bermakna, Kuis Benar Salah, Kuis Isian Singkat, Kuis Soal Uraian dan lain-lain. Selama masa wabah Covid 19 ini, Rangkuman dan Kuis saya munculkan di Blog sesuai jadwal pelajaran dari sekolah, sehingga peserta didik tidak dapat mengerjakan sebelum jadwal IPS. Adapun langkah-langkah proses pembelajarannya menggunakan Blog adalah sebagai berikut:

  1. Guru menyiapkan materi berupa Rangkuman dan Kuis untuk kemudian disimpan didalam Blog, atau tidak dipublish terlebih dahulu.
  2. Pada saat jadwal IPS di kelas yang bersangkutan, guru memberi tahu kepada peserta didik melalui Whatsapp untuk membuka Blog missevi.wordpress.com tepatnya pada link materi untuk hari yang bersangkutan.
  3. Peserta didik diminta menjawab dengan mengetiknya menggunakan Ms. Word  Times New Roman 12,  dengan ukuran A4. Ini tidak prinsip, tetapi dapat  melatih kedisiplinan peserta didik.
  4. Jawaban dikirim dalam bentuk file, dapat melalui Whatsapp ataupun Email, tergantung kesepakatan guru dan peserta didik.
  5. Penilaian dilakukan secara manual.

Sedangkan jika menggunakan Google Classroom yang disiapkan sekolah, langkah-langkahnya sebagai berikut:

  1. Guru menyusun Rangkuman, Pertanyaan-pertanyaan, Latihan Soal, Kuis dan lain-lain untuk kemudian disimpan, baik di laptop ataupun langsung di aplikasi Google Classroom, dan diunggah saat jadwal yang ditentukan, dengan durasi tayang sesuai yang ditentukan sebelumnya, misal dua jam.
  2.  Guru menginfokan tugas melalui Google Classroom maupun pemberitahuan melalui Whatsapp. Jika seluruh peserta didik telah menjadi anggota di dalam Google Classroom, maka akan lebih sesuai jika pemberitahuan dilakukan melalui Google Classroom. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar peserta didik sering membuka aplikasi ini, sehingga jika dia sering memanfaatkan game online, akan mengurangi waktu bermain gamenya. Akan tetapi untuk mengantisipasi jika kuota siswa terbatas dan tidak sering buka berbagai aplikasi, maka pemberitahuan dapat dilakukan melalui Whatsapp di grup kelas. Karena jika internet siswa dalam posisi on, maka notifikasi Whatsapp akan muncul.
  3. Untuk jawaban peserta didik, dapat dikirim melalui Whatsapp, Email maupun langsung menggunakan Google Classroom, hal ini tergantung dari bentuk tugasnya. Untuk tugas yang  jawabannya langsung dapat diatur di dalam aplikasi Google Classroom, misal menggunakan Google Form, maka jawaban langsung melalui Google Form yang sudah diunggah di Google Classroom. Terutama untuk Soal yang menggunakan Jawaban Obyektif, seperti Pilihan Ganda, karena Google Classroom dapat membantu untuk mengoreksinya. Tetapi untuk tes urain yang cukup panjang maka jawaban dikirim dalam bentuk file, dapat melalui Whatsapp ataupun Email, tergantung kesepakatan guru dan peserta didik.

Itulah pengalaman Guru Go Blog di dalam menyikapi kondisi wabah Covid 19. Pembelajaran dari rumah, siapa takut.

 


Nadiem Makarim diangkat Presiden Jokowi menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan? Apa programnya, karena beliau adalah seorang pengusaha. Jika kita tengok sebentar ke belakang, beliau belum pernah berkecimpung di pemerintahan, juga di dunia pendidikan. Mari kita melihat latar belakang menteri kita yang masih sangat belia ini. Sejak tahun 2006, Nadiem memulai karier sebagai konsultan manajemen di McKinsey & Company. Setelah memperoleh gelar MBA pada 2009, beliau terjun sebagai seorang pengusaha dengan mendirikan Zalora Indonesia. Di perusahaan yang sama beliau menjabat sebagai Managing Editor. Tahun 2012 beliau keluar dari Zalora, beliau kemudian menjabat sebagai Chief Innovation Officer (CIO) Kartuku, sebelum akhirnya fokus mengembangkan Gojek yang beliau rintis sejak tahun 2011. Gojek muncul sebagai raksasa baru di Indonesia. Pada Agustus 2016, perusahaan ini memperoleh pendanaan sebesar US$550 juta atau sekitar Rp7,2 triliun dari konsorsium yang terdiri dari KKR, Sequoia Capital, Capital Group, Rakuten Ventures, NSI Ventures, Northstar Group, DST Global, Farallon Capital Management, Warburg Pincus, dan Formation Group. Hebat bukan pengusaha muda ini yang sekarang menjadi jajaran menteri di Indonesia.

Pembelajaran Online

Pembelajaran dari rumah secara daring

Lalu apa alasan Presiden Joko Widodo memilih Nadiem Makarim menahkodai dunia pendidikan di Indonesia? Latar belakang Nadiem yang mendirikan perusahaan rintisan berbasis teknologi seperti Gojek justru menjadi modal tersendiri, itu alasan Presiden. Beliau meyakini sosok Nadiem bisa menggunakan keahliannya di bidang teknologi untuk menerapkan standar pendidikan yang sama bagi 300 ribu sekolah dengan 50 juta pelajar yang tersebar di seluruh Indonesia. Melalui teknologi, Nadiem diperkirakan mampu mengelola sekolah, mengelola pelajar, manajemen guru dengan standar yang sama. Melalui teknologi ada peluang membuat loncatan. Satu hal lagi alasan kuat, bahwa Nadiem telah melakukan banyak hal untuk mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas. Hal ini dirasa cocok bagi Indonesia yang memilik penduduk yang  banyak, terutama untuk penduduk usia mudanya.

Apa program 100 hari Nadiem Makarim menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Kabinet Indonesia Maju? Selama 100 hari pertama saya akan mengerjakan apa aspirasi saya untuk semua anak Indonesia yaitu belajar, ujar beliau. Nadiem akan menjadi murid yang selalu belajar, bukan menjadi guru untuk mengajar. Beliau akan belajar dari pakar-pakar yang telah berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.

Belum genap dua bulan menjabat, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim sudah menggebrak dengan idenya, Merdeka Belajar. Bahkan, beliau menyebut, Merdeka Belajar ini merupakan permulaan dari gagasan-gagasannya nanti yang juga akan diluncurkan untuk memerbaiki sistem pendidikan nasional yang terkesan monoton dan hanya lari di tempat. Coba kita tengok negara-negara tetangga kita di region Asia Tenggara.

Sementara di kalangan masyarakat banyak bermunculan bahwa dengan Menteri yang baru yang berlatar belakang seorang pengusaha di bidang jasa teknologi, maka semua akan berdasarkan teknologi yang diterapkan di perusahaannya pula. Seperti pembayaran iuran di sekolah, pemesanan katering makan siang, pemesanan makanan untuk jam istirahat, pembagian rapor, yang semuanya akan dilakukan melalui aplikasi yang terhubung internet. Satu hal lagi yang tidak kalah penting adalah tentang proses pembelajaran. Di mana masyarakat mengatakan bahwa pembelajaranpun bakal menggunakan aplikasi melalui internet. Mulai dari tatap muka guru di dalam menyampaikan materi hingga pembagian rapor. Semua ini adalah candaan masyarakat awam tentang pendidik di Indonesia yang dinahkodai pengusaha sukses di bidang teknologi informasi dan komunikasi.

Senin

Peserta didik dan guru tetap mengenakan seragam saat ulangan

Belum genap satu tahun beliau memimpin pendidikan di Indonesia, candaan masyarakat hampir menjadi kenyataan, yaitu proses pembelajaran melalui internet. Namun ini bukan program pemerintah, ini adalah suatu kebetulan yang jelas-jelas ada campur tangan Allah di dalamnya. Indonesia dilanda wabah Covid 19. Suatu wabah yang memaksa masyarakat untuk menjaga jarak fisik. Karena penularan utama hanya melalui antar manusia yang saling berdekatan, jika di antaranya ada yang berstatus sebagai pembawa virus.

Tanggal 2 Maret 2020 Presiden Joko Widodo mengumumkan melalui jumpa pers kepada wartawan yang bertugas di Istana Negara. Bapak Presiden menjelaskan ada warga negara Jepang domisili Malaysia yang belum lama ini datang ke Indonesia. Setelah kembali ke Malaysia, WN Jepang itu dinyatakan positif Corona. Menurut Presiden WN Jepang itu kontak dengan seorang perempuan 31 tahun dan ibunya 64 tahun. Sejak itu maka masyarakat Indonesia mulai heboh, termasuk di kalangan pendidikan, karena golongan ini termasuk yang jumlahnya besar dan mereka merupakan komunitas yang selalu berkelompok dalam jumlah besar dan selalu saling berdekatan. Tanggapan yang datang dari masyarakat pendidikan semula hanya sekedar menghimbau agar selalu cuci tangan, tidak bersalaman, tidak cium pipi, dan juga menggunakan masker.

Berita wabah yang semakin heboh ini, dan memang kenyataannya mulai banyak yang terkena, kemudian menggelitik pemerintah baik pusat maupun daerah untuk segera menyikapinya. Surat Edaran mulai diluncurkan untuk belajar di rumah selama 14 hari.  Karena wabah belum juga usai dan malah bertambah terus, Surat Edaran berikutnya muncul unuk memperpanjang peserta didik belajar di rumah, juga selama 14 hari. Sampai akhir April sudah beberapa kali Surat Edaran dikeluarkan oleh pemerintah, termasuk di kalangan pegawai. Untuk kalangan pegawai ada istilah Work From Home. Ada perusahaan besar yang langsung mengumumkan bahwa karyawan Work From Home hingga 30 Mei 2020. Berita yang kurang mengenakan adalah adanya perampingan pada perusahaan-perusahaan swasta yang diakibatkan oleh adanya penurunan produktivitas.

Di dunia pendidikan, pembelajaran menggunakan TI sebenarnya sudah tidak asing lagi. Namun demikian karena pelaksanaannya tanpa rencana, semua serba mendadak, maka hal ini cukup membuat heboh. Permasalahan muncul tentang banyaknya kuota yang dibutuhkan, ada tidaknya jaringan internet, harus unduh aplikasi dan lain sebaginya. Sekolah-sekolah mulai membuat kelas virtual untuk pembelajaran. Guru-guru ada yang menggunakan kelas virtual yang dibuat sekolah maupun menggunakan tambahan media sendiri. Pembelajaran daringpun akhirnya menjadi terwujud. Namun bukan karena program pemerintah, tetapi karena wabah. Semua berharap wabah cepat berlalu, karena secanggih apapun kehadiran guru tetap sangat diperlukan. Guru tidak tergantikan oleh kecanggihan teknologi. Pada awal proses pembelajaran berjalan beberapa minggu, keluhan datang dari para orang tuapeserta didik. Namun lama kelamaan pembalajaran daringpun menjadi solusi yang paling tepat.

Merdeka Belajar yang pernah digagas dua bulan beliau menjabat menteri, sekarang menjadi kenyataan. Merdeka Belajar bukan merdeka untuk tidak belajar. Merdeka belajar adalah kemerdekaan berpikir. Terutama esensi kemerdekaan berpikir ini harus ada di guru dulu. Tanpa terjadi di guru, tidak mungkin bisa terjadi di murid. Sekolah dan guru harus merubah para digma. Misalnya, kebijakan mengembalikan penilaian Ujian Sekolah Berbasis Nasional ke sekolah. Paradigma merdeka belajar adalah untuk menghormati perubahan yang harus terjadi agar pembelajaran itu mulai terjadi diberbagai macam sekolah. Di dalam kompetensi guru di level apapun, tanpa ada proses penerjemahan dari kompetensi dasar dan kurikulum yang ada, maka tidak akan pernah ada pembelajaran yang terjadi. Guru harus cerdas di dalam memaknai kurikulum dan kompetensi dasar yang berlaku, untuk menciptakan peserta didik yang berkarakter, cerdas dan memiliki skill yang dibutuhkan di dalam pembangunan bangsa dan pribadinya.

(dirangkum dari berbagai sumber)

 


Pada bulan Juli 2019 dilaksanakan diklat PKP di Surabaya untuk para Calon Guru Inti PKP Zonasi yang akan memfasilitasi Guru Sasaran di daerah masing-masing. Diklat yang berlangsung 8 hari ini menghasilkan banyak pengalaman baru bagi para Calon Guru Inti. Calon Guru Inti yang sekarang berbeda dengan Guru Inti zaman dulu. Guru Inti yang lama memperoleh SK dari Kepala Dinas Pendidikan di Provinsi masing-masing. Seiring pembentukan Otonomi Daerah, maka para Guru Inti mendapatkan SK dari Kepala Dinas di Kabupaten/Kota masing-masing. Untuk saat ini, tugas Guru Inti datang langsung dari Pusat, yang kriterianya dilihat melalui Profil Guru yang datanya dapat diperoleh dari Dapodik.

IMG-20191105-WA0066

Pada bulan Oktober dan November kali ini para Guru Inti sudah mulai memfasilitasi Guru Sasaran di Kabupaten/Kota masing-masing. Setiap Guru Inti memperoleh jatah memfasilitasi 20 Guru Sasaran. Nama-nama Guru Sasaran sudah ada di dalam aplikasi Dapodik. Apabila ada Guru Sasaran yang mengundurkan diri maka Guru Inti dapat melaporkan ke Dinas Pendidikan untuk menggantinya. Penggantian dapat didiskusikan antara Dinas Pendidikan bersama Ketua MGMP setempat.

Salah satu nama Kelas IPS di Kota Yogyakarta adalah kelas  SMAN 3 YOGYAKARTA Kota Yogyakarta SMP Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) A dengan nama pendek 340023.3405.43100.A. Kapasitas pada tiap kelas pelatihan adalah 20 Guru Sasaran. Konten materi IPS yang menjadi Bahan Pelatihan ada dua yaitu Unit Pembelajaran 1 (Letak Wilayah, Keadaan Alam dan Perubahan Keruangan) serta Unit Pembelajaran 2 (Keadaan Penduduk Indonesia). 

Kegiatan fasilitasi dimulai pada hari Sabtu tanggal 19 Oktober hingga akhir November 2019. Kegiatan dilaksanakan di SMP Negeri 4 Yogyakarta dan rencana ujian dilaksanakan di SMK Negeri 5 Yogyakarta. Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta yang dikoordinir oleh Marwoto, SH, M.Acc dan dibantu oleh Adham sebagai pelaksana di tingkat Kota/Kabupaten telah mengkoordinasikan kegiatan ini dengan sangat terstruktur. SMP Negeri 4 Yogyakarta sebagai Pusat Belajar telah menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan di dalam kegiatan dengan baik. Ibu Supriyati, S.Pd. sebagai Kepala Sekolah (Plh.) dan stafnya telah menyiapkan dan menyambut kegiatan ini dengan sangat terbuka dan sangat baik di dalam semua pelayanan. Satu lagi yang memotivasi kegiatan ini dengan sangat sabar adalah Pengawas dari Dinas Pendidikan yang dalam hal ini adalah Drs. Nurwidayat, M.Pd. 20191026_122246

Adanya kesiapan dari semua pihak menyebabkan pelatihan ini berjalan lancar. Sedikit kendala adalah koneksi internet yang tidak stabil. Namun demikian para Guru Sasaran mengikuti kegiatan dengan penuh antusias. Mulai dari Sabtu pertama dilaksanakan, semua kegiatan berjalan dengan lancar. Guru Sasaran sebanyak 20 orang sebagian besar berasal dari sekolah swasta. Di setiap Sabtu kegiatan berjalan dengan kondusif. Suasana diskusi selalu dilaksanakan dengan serius tetapi dalam suasana yang akrab. 20 Guru Sasaran dibagi menjadi 5 kelompok. Masing-masing kelompok melaksanakan tugas dengan baik. Pada saat harus presentasi, suasana berjalan penuh kehangatan. Saling suport menyebabkan peserta selalu merasa kekurangan waktu. Peserta berharap pada akhirnya semua akan lulus minimal dengan nilai Baik di dalam sertifikat.


Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melaksanakan kegiatan Pembekalan Calon Guru Inti Program PKP Berbasis Zonasi. Kegiatan dilaksanakan di Hotel Mercure Grand Mirama Surabaya pada tanggal 26 Juli sampai dengan 2 Agustus 2019. Peserta terdiri dari guru aktif, baik dari sekolah negeri maupun swasta. Bagi guru yang statusnya sudah bukan guru maka tidak diperkenankan.

Pembekalan ini berbeda dengan ketika pemerintah meluncurkan Program PKB. Program PKB berorientasi pada peningkatan kompetensi guru, sedangkan Program PKP lebih menekankan pada proses pembelajaran yang berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi bagi siswanya (Higher Order Thinking Skills).

Pembukaan dilakukan oleh Menteri Pendidikan Republik Indonesia Profesor Doktor Muhadjir Effendy, MAP. Berulangkali beliau menekankan bahwa adanya zonasi di bidang pendidikan bertujuan untuk pemerataan mutu pendidikan di seluruh tanah air guna mempercepat peningkatan mutu pendidikan secara menyeluruh. Beberapa negara maju yang maju lebih awal di bidang pendidikan disebutkan, antara lain Jepang.

Para peserta pembekalan mengikuti pembukaan dengan serius. Peserta terdiri dari 68 guru SD Kelas Tinggi dan 170 guru SMP dari bidang studi PPKn, Matematika, IPS, IPA, dan Bahasa Indonesia. Adapun asal peserta adalah provinsi DKI, Jawa Barat, NTT, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Aceh, B anten, DIY, Gorontalo, Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung, Maluku Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, dan Sumatera Utara.

Peserta untuk mata pelajaran IPS sesuai undangan adalah 34 guru, namun yang datang mengikuti hanya 29 orang guru. Kegiatan pembekalan dimotori oleh Bapak Iryasman Hasan, Widyaiswara dari LPMP Sumatera Barat dan Ibu Erning Wijayati, Widyaiswara dari P4TK PKN-IPS Malang Jawa Timur. Beliau berdua sangat profesional membawa peserta ke proses pembekalan yang sangat kondusif. Peserta mengikuti kegiatan dengan sangat antusias. Kolaborasi antara narasumber yang mumpuni dipadu peserta yang memiliki semangat juang yang sangat tinggi membawa suasana pembekalan sangat menyenangkan dan penuh keakraban. Pemberian materi yang diselingi improvisasi menghibur membuat peserta tidak bosan menerima pembekalan selama 8 hari berturut-turut.

Pada akhir pembekalan ditutup dengan pengumuman hasil pembekalan, dimana untuk Calon Guru Inti Mata Pelajaran IPS untuk ranking 1, 2, 3 diraih oleh Budiono Gidion  (SMP Negeri 11 Yogyakarta), Sekhah Efiaty, M.Pd. (SMP Negeri 5 Yogyakarta) dan Ngateman (SMP Negeri 4 Malang).

 

 

 

 

 

Bahan pembekalan dapat diunduh di link berikut:

  1. Buku-Pegangan-IN-IK-GI
  2. Buku-Pegangan GI di GS
  3. Buku_Pembelajaran_HOTS
  4. Buku Penilaian HOTS
  5. IPS SMP-Paket1
  6. IPS SMP-Paket2
  7. IPS-SMP-Paket3
  8. IPS-SMP-Paket4

Beberapa Contoh Hasil Pembekalan:

  1. LKPD 1
  2. LKPD 2
  3. LKPD 3
  4. LKPD 4
  5. Kebijakan PKP
  6. Produk PPK dan GLN
  7. Instrumen Penilaian Diri
  8. JM 1 BBQ Sekhah Efiaty
  9. LK.1 Pengembangan Pembelajaran
  10. LK 2 Pendalaman Materi
  11. LK 3 Penilaian HOTS
  12. LK 4 RPP
  13. LK 6 Strategi Fasilitasi
  14. LK 6b
  15. Bahan Peer Teaching
  16. LK.4 Penilaian HOTS
  17. LK 5 Pengamatan Praktik
  18. Laporan Kegiatan: Cover Laporan SMP 5 Yk, Isi Laporan SMP 5 Yk

 

Lanjut Baca »


1. Hamzah Izzulhaq (kelahiran 1993)

Hamzah Izzulhaq adalah pemuda yang sudah kelihatan jiwa entrepreneurnya sedari dia kecil. Dari berjualan kelereng sampai menjadi tukang ojek payung pernah dia jalani.

Saat masih SMA, dia mengikuti seminar bisnis. Dalam seminar itu, dia menangkap peluang berbisnis franchise bimbingan belajar. Sepulang seminar, dia menodong orang tuanya duit Rp 75 juta untuk membeli bisnis tersebut.

Hasilnya, bisnis itu sukses berat. Dia pun diganjar beragam penghargaan. Kini, bisnisnya masih berkembang dan dia kerap diundang ke banyak acara untuk membagikan kisah inspirasinya.

hamzah

2. Hafiza Elfira Novitarini (kelahiran 1990)

Gadis ini sukses menjadi pengusaha sekaligus berguna secara sosial. Dia mendirikan  Nalacity Foundation, sebuah organisasi yang membina para penderita kusta.

Di bawah bimbingan organisasi tersebut, para penderita kusta bisa diberdayakan. Mereka dilatih membuat jilbab untuk dijual. Yang menjadi pemimpin tentunya Hafiza.

Tak disangka, proyek sosialnya itu memberikan keuntungan baik bagi Hafiza maupun para penderita kusta di organisasinya. Itulah kenapa dia disebut sebagai sociopreneur, seorang pengusaha yang bergerak di bidang sosial.

hafiza

3. Dea Valencia (kelahiran 1994)

Dea sukses menjadi pengusaha setelah mengikuti passion-nya. Cintanya kepada batik yang menuntunnya mendirikan usaha batik tulis sebelum ia genap berusia 20 tahun.

Misinya adalah membuat kalangan remaja gak menganggap batik ketinggalan zaman. Karena itu, dia mendesain baju batik yang kekinian.

Dalam usahanya, ia pun mempekerjakan karyawan yang menderita tunarungu. Sebagai alat pemasaran, dia menggunakan teknologi Internet, termasuk Facebook, Twitter dan media sosial lainnya.

dea

4. Nicholas Kurniawan (kelahiran 1993)

Dari usaha ekspor ikan hias, pemuda ini sukses mengembangkan sayap bisnisnya sampai ke bidang properti. Berasal dari keluarga yang kurang berkecukupan, Nicholas tergerak untuk membantu orang tuanya.

Dia berjualan apa pun sejak kecil, dari minuman sampai baju. Sampai akhirnya jualannya berupa ikan hias dilirik pasar mancanegara.

Namun bisnis itu sempat goyang lantaran rekan kerjanya menilep duit usaha. Namun, upaya tak kenal lelahnya berbuah hasil manis. Bisnisnya gak kempis, malah berkembang menjadi besar hingga sekarang.

Nico

5. Valentina Meiliyana (kelahiran 1995)

Berawal dari hobinya mengutak-atik baju, akhirnya hatinya tertambat pada sepatu. Valentina berbisnis sepatu custom saat masih sekolah.

Lantaran bisnisnya ramai, dia sampai keluar dari sekolah dan memutuskan untuk home schooling agar waktunya bisa lebih banyak untuk bisnis. Valentina gak pernah belajar mode khusus, semuanya otodidak.

Namun dia terus memperdalam ilmunya dengan membaca dari majalah fashion dan media lainnya. Kini, lini usaha sepatunya terkenal dan berulang kali ikut tampil dalam peragaan busana kelas nasional.

Lima pengusaha muda usia 20-an di atas hanyalah contoh. Masih ada pengusaha muda lain yang punya kisah inspiratif dalam bisnis.

Buat kalian yang masih galau mau buka usaha di usia muda, mereka bisa menjadi inspirasi. Gak perlu jadi karyawan dulu untuk jadi pengusaha. Tinggal kitanya, mau atau tidak seperti mereka.

valen

 

Sumber:

Kisah Inspiratif 5 Pengusaha Muda Usia 20 Tahun yang Bisa Kamu Tiru

 

 


AKTIVITAS MANUSIA DALAM MEMENUHI KEBUTUHAN

  1. IPS merupakan suatu bahan kajian yang terpadu yang merupakan penyederhanaan, adaptasi, seleksi dan modifikasi yang diorganisasikan dari konsep-konsep dan keterampilan-keterampilan sejarah, geografi, sosiologi, antropologi, dan ekonomi. IPS mempelajari manusia dan lingkungannya. Di dalam Ilmu Pengetahuan Sosial, untuk ilmu ekonomi akan mempelajari tingkah laku manusia dalam memenuhi kebutuhan untuk mencapai kemakmuran.
  2. Manusia adalah mahluk ekonomi (homo economicus) karena manusia selalu ingin memenuhi kebutuhan, tentu saja dengan cara yang rasional sehingga dapat mencapai kesejahteraannya.
  3. Masalah ekonomi muncul karena adanya kebutuhan manusia yang tidak terbatas, sedangkan alat pemuas kebutuhan yang berupa barang dan jasa terbatas adanya. Ketidakseimbangan antara kebutuhan dan ketersediaan alat pemuas kebutuhan itu disebut kelangkaan.
  4. Kelangkaan adalah suatu keadaan dimana kebutuhan manusia yang tidak terbatas dihadapkan pada alat pemuas kebutuhan yang terbatas.
  5. Kelangkaan sering terjadi saat terjadi bencana, baik bencana karena alam maupun manusia, misal pada saat terjadi banjir, di mana akses menuju ke suatu tempat menjadi rendah. Hal ini dapat berakibat terganggunya sistem distribusi barang, sehingga jumlah barang yang dibutuhkan lebih kecil dibandingkan kebutuhan manusia itu sendiri.
  6. Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki keragaman bentuk muka bumi, mulai lautan hingga pegunungan. Perbedaan kondisi fisik ini mempunyai pengaruh yang kuat terhadap kegiatan ekonomi penghuninya. Karena kondisi fisik yang berbeda, menghasilkan kekayaan alam yang berbeda, hal ini menyebabkan kegiatan ekonomipun berbeda-beda. Oleh karena itu terjadilah pertukaran barang antar wilayah yang berdeda hasil alamnya.
  7. Intensitas, jumlah, maupun mutu kebutuhan seseorang dengan orang lain bersifat relatif. Kebutuhan hidup manusia semakin hari semakin bertambah, baik secara kualitas maupun kuantitas. Sementara alat untuk memenuhi kebutuhan manusia jumlahnya sangat terbatas. Oleh karena itu terjadi perubahan pola berfikir manusia. Untuk memenuhi kebutuhan, manusia mulai dari kegiatan yang paling sederhana. Pada mulanya yang dilakukan manusia hanya sekedar mengumpulkan makanan. Karena pola berpikir manusia mengalami kemajuan, maka jika di suatu tempat telah habis bahan makanannya maka muncullah kegiatan ekonomi dengan memproduksi bahan makanan, misal dengan bertani, memelihara ikan, memelihara hewan untuk diambil dagingnya.
  8. Kebutuhan adalah suatu keinginan terhadap suatu barang atau jasa yang menuntut adanya pemenuhan, apabila tidak dipenuhi maka akan mempengaruhi kehidupan.
  9. Kebutuhan menurut intensitasnya yaitu:
    • kebutuhan primer
    • sekunder dan
    • tersier;
  10. Kebutuhan menurut sifatnya yaitu:
    • kebutuhan jasmani dan
    • rohani;
  11. Kebutuhan menurut waktu pemenuhan yaitu:
    • kebutuhan sekarang dan
    • kebutuhan yang akan datang;
  12. Kebutuhan menurut subjek yaitu:
    • kebutuhan individu dan
    • kebutuhan kelompok
  13. Kebutuhan primer atau kebutuhan pokok adalah kebutuhan yang harus dipenuhi karena bila tidak dipenuhi akan mempengaruhi kelangsungan hidup, contoh: kebutuhan makanan.
  14. Kebutuhan sekunder (tambahan) adalah kebutuhan yang dipenuhi setelah kebutuhan primer terpenuhi, misal: kebutuhan perabot rumah tangga.
  15. Kebutuhan tersier adalah kebutuhan yang pemenuhannya dapat ditunda. Kebutuhan tersier dipenuhi setelah kebutuhan sekunder terpenuhi, misal kebutuhan akan barang mewah seperti perhiasan, mobil, rumah mewah
  16. Agar seluruh kebutuhan kita dapat terpenuhi secara adil (sesuai urutan kebutuhan) maka kita harus menyusun skala prioritas
  17. Kebutuhan seseorang sangat dipengaruhi oleh: status sosial, jenis kelamin, tingkat pendidikan, lingkungan tempat tinggal dll
  18. Macam-macam alat pemuas kebutuhan dapat dilihat dari wujudnya, cara memperolehnya, tujuan penggunaannya, hubungan dengan barang lain, dan proses pembuatannya.
  19. Macam-macam barang menurut cara memperolehnya antara lain barang ekonomis, barang bebas, barang illith
  20. Barang ekonomis, barang yang jumlahnya terbatas sehingga untuk mendapatkannya dibutuhkan pengorbanan (biaya, tenaga, waktu), misal sepatu, alat sekolah.
  21. Barang bebas, barang yang jumlahnya melebihi kebutuhan manusia, sehingga untuk mendapatkannya tidak diperlukan pengorbanan, misal udara yang di dalamnya terdapat berbagai macam unsur. Namun demikian, pada saat seseorang terserang sakit sesak nafas, bagian dari udara yang berupa oksigen  yang semula merupakan barang bebas, akan berubah menjadi barang ekonomis
  22. Barang illith, barang yang jumlahnya berlebihan sehingga harus dikurangi. Api dan air pada kondisi normal dapat digolongkan sebagai barang bebas, namun saat jumlahnya berlebih, seperti air pada saat terjadi banjir maupun api saat terjadi kebakaran, maka air dan api akan menjadi barang illith karena jumlahnya berlebihan.
  23. Macam-macam barang (alat memenuhi kebutuhan) menurut hubungan dengan barang lain dibedakan menjadi barang substitusi dan barang komplementer. Suatu barang disebut sebagai barang substitusi apabila dapat saling menggantikan terhadap barang lain. Misal antara beras dengan jagung, mobil dengan sepeda motor, gelas dengan cangkir. Sedangkan suatu barang disebut sebagai barang komplementer apabila mempunyai fungsi saling melengkapi. Misal sepatu dengan kaos kaki, buku dengan pensil, sepeda motor dengan bensin, kompor dengan gas.
  24. Barang menurut proses pembuatannya dapat dibedakan menjadi barang mentah, barang setengah jadi, barang jadi. Sebagai contoh, pada suatu pabrik kain lurik di Klaten. Barang mentah yang digunakan adalah kapas. Kapas dipintal menjadi barang setengah jadi yaitu benang. Benang akan dipintal menjadi barang jadi yaitu kain lurik.
  25. Tindakan ekonomi adalah tindakan manusia dalam memenuhi kebutuhan untuk mencapai kemakmuran.
  26. Tindakan ekonomi manusia tersebut didorong oleh motif ekonomi.
  27. Motif ekonomi adalah alasan atau keinginan yang mendorong manusia untuk melakukan kegiatan ekonomi.
  28. Macam-macam motif ekonomi antara lain motif memenuhi kebutuhan (misal bekerja), motif berbuat sosial (misal penggalangan dana melalui konser musik), motif memperoleh penghargaan (misal mengikuti berbagai macam lomba), dan motif mendapatan kekuasaan (misal berdagang dengan banyak cabang, banyak dagangan, banyak hadiah, pelayanan yang sangat baik).
  29. Tindakan ekonomi yang didorong oleh motif ekonomi harus berpedoman pada prinsip ekonomi.
  30. Prinsip ekonomi adalah dengan pengorbanan tertentu untuk mendapatkan hasil yang maksimal atau dengan pengorbanan seminimal mungkin untuk mendapatkan hasil tertentu.
  31. Contoh penerapan prinsip ekonomi bagi produsen misalkan  sebuah perusahaan mendirikan pabrik di dekat sumber barang mentah dan tenaga kerja, agar biaya produksi menjadi rendah, serta dekat daerah pemasaran, agar produk mudah didistribusi ke konsumen. Bagi distributor, contoh prinsip ekonomi yang dilakukan misalkan memilih tempat usaha yang dekat produsen dan konsumen, agar waktu yang dimanfaatkan untuk mengambil dan mengantarkan barang menjadi efektif, sehingga harga barang tidak mahal. Sedangkan prinsip ekonomi konsumen misalnya menawar saat membeli barang.
  32. Kegiatan ekonomi seperti produksi, distribusi dan konsumsi dilakukan oleh rumah tangga keluarga, rumah tangga perusahaan dan rumah tangga negara
  33. Produksi adalah kegiatan menghasilkan barang/jasa atau kegiatan menambah kegunaan barang/jasa, misal mengolah sayuran menjadi makanan siap santap.
  34. Tujuan produksi: untuk menghasilkan barang/jasa, untuk memperoleh keuntungan, dan memenuhi kebutuhan konsumen.
  35. Agar suatu barang menjadi lebih bermanfaat maka di dalam kegiatan produksi harus mempertimbangkan kegunaan waktu (memproduksi jas hujan menjelang musim hujan), bentuk (membentuk kayu menjadi mebelair/furnitur), tempat (mengangkut pasir di sungai ke kota untuk membangun rumah), kepemilikan (membeli baju yang ada di toko).
  36. Faktor-faktor produksi terdiri dari faktor produksi alam, faktor produksi tenaga kerja, faktor produksi modal, dan faktor produksi kewirausahaan.
  37. Faktor produksi yang wajib ada yang jika tidak ada faktor tersebut maka proses produksi tidak dapat berjalan disebut faktor produksi asli, yakni alam dan tenaga kerja. Sedangkan faktor produksi turunan tidak harus ada, seperti modal dan kewirausahaan.
  38. Faktor produksi alam dapat berupa kondisi udara, air dan kesuburan tanah. Selain itu juga sumber daya alam yang ada di sekitar kita seperti pasir, batu, hasil  pertanian, hasil perkebunan, hasil laut, dan lain-lain.
  39. Dalam memproduksi barang diperlukan ide kreatif/kreativitas agar hasil produksinya disenangi masyarakat.
  40. Kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk menciptakan sesuatu yang baru, baik itu berupa gagasan maupun karya nyata yang relatif berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya.
  41. Ciri-ciri manusia kreatif antara lain: bersifat ingin tahu, sering mengajukan pertanyaan yang baik, banyak gagasan dan usul-usul terhadap suatu masalah, mampu menyatakan pendapat secara spontan, tidak mudah terpengaruh pendapat orang lain, mampu mengajukan gagasan pendapat yang berbeda dengan orang lain, berpikir ke depan, mempunyai kebiasaan belajar sendiri, belajar dari kegagalan, dan belajar dari pengalaman orang lain.
  42. Distribusi adalah kegiatan menyalurkan barang dari produsen kepada konsumen.
  43. Pelaku distribusi disebut distributor
  44. Sistem distribusi: (a) distribusi langsung (tanpa perantara), misal pedagang sate, (b) distribusi semi langsung (melalui perantara dari produsen), misal pabrik tekstil menyalurkan kainnya melalui penyalur khusus, (c) distribusi tidak langsung (melalui agen, grosir, pedagang kecil).
  45. Jarak antara produsen dengan konsumen akan berpengaruh pada biaya distribusi. Semakin jauh jaraknya maka akan semakin mahal biayanya. Oleh karena itu hal yang paling utama dalam proses distribusi adalah faktor waktu.
  46. Konsumsi adalah kegiatan memakai, menggunakan atau menghabiskan kegunaan barang/jasa baik secara berangsur-angsur atau sekaligus habis.
  47. Pelaku konsumsi disebut konsumen
  48. Konsumsi barang dapat juga dikategorikan sebagai konsumsi produktif apabila di dalam melakukan konsumsi bertujuan untuk menghasilkan jasa atau barang yang lain.
  49. Tujuan orang melakukan kegiatan konsumsi adalah untuk memenuhi kebutuhan. Konsumsi menurut tujuan dibedakan atas: konsumsi produktif dan konsumsi akhir.
  50. Terdapat hubungan yang erat antara pendapatan, pengeluaran dan tabungan. Jika pendapatan besar, pengeluaran besar, maka tabungan akan kecil. Jika pendapatan besar, pengeluaran kecil, maka tabungan akan besar.
  51. Permintaan adalah jumlah barang yang ingin dibeli oleh masyarakat dengan berbagai tingkat harga tertentu.
  52. Kurva permintaan adalah grafik yang menggambarkan sifat hubungan antara
    jumlah permintaan barang atau jasa dengan harga dalam berbagai kondisi.
  53. Penawaran adalah kesediaan penjual untuk menjual berbagai barang pada berbagai tingkat harga dalam waktu tertentu.
  54. Kurva penawaran adalah grafik yang menggambarkan sifat hubungan antara harga suatu barang dengan jumlah barang yang ditawarkan pada waktu tertentu dan tempat tertentu.
  55. Pada saat penjual memberikan diskon, belum tentu jumlah pembeli bertambah.  Hal ini ada kemungkinan karena selera masyarakat mengalami perubahan. Hal ini yang dimaksud bahwa hukum ekonomi hanya berlaku bila hal-hal lain tetap (ceteris paribus), contoh hal-hal lain adalah selera.
  56. Pada saat harga suatu barang turun, tetapi pada saat yang bersamaan terdapat barang baru yang sangat digandrungi oleh pembeli, permintaan terhadap barang yang harganya turun belum tentu naik, karena ada barang baru yang digandrungi pembeli. Jadi dalam hal ini hukum ekonomi tidak berlaku. Begitu juga saat harga naik, ada kemungkinan masyarakat tetap membeli barang tersebut, karena memang sangat membutuhkan.
  57. Pasar adalah proses pertemuan antara penawaran dan permintaan. Pasar tidak harus berupa gedung. Seperti yang kita lihat sekarang, adanya pasar abstrak (online shop), karena yang dilakukan tidak berada di sebuah gedung, akan tetapi cukup adanya proses menawarkan oleh penjual dan proses membeli oleh konsumen. Menawarkannya dapat dilakukan melalui Handphone yang terkoneksi internet. Namun demikian bukan berarti tidak ada efek samping, sebab jika semua pasar berbentuk abstrak, maka pasar tidak dapat menyerap banyak tenaga kerja.
  58. Fungsi pasar antara lain adalah sebagai pembentuk harga. Terbentuknya harga di pasar melalui proses tawar menawar guna mencapai kesepakatan antara penjual dan pembeli atau produsesn dan konsumen.
  59. Di Yogyakarta terdapat Pasar Beringharjo dan Pasar Sekaten. Pasar Beringharjo buka setiap hari (pasar harian) sedangkan Pasar Sekaten buka setahun sekali (pasar tahunan)
  60. Banyak transaksi (kegiatan ekonomi) yang terjadi di pasar. Di dalam pasar, para pedagang akan memperoleh pendapatan dari keuntungan atau laba. Para pelayan akan menerima gaji setiap bulannya. Para tukang angkut akan menerima upah dari jasanya. Pihak pemerintah selaku pemilik pasar akan menerima uang sewa maupun retribusi dari jasa meminjamkan tempat kepada para pedagang.

 

Bacalah Buku Paketmu Bab 3 dan Rangkuman di atas kemudian Jawablah Kuis Aksara Bermakna berikut ini!

  1. HE adalah sebutan untuk manusia karena sifatnya yang selalu ingin memenuhi kebutuhan, tentu saja dengan cara yang rasional sehingga dapat mencapai kesejahteraannya.
  2. IS adalah hubungan – hubungan sosial yang dinamis, baik yang menyangkut hubungan antara individu dan individu, antar individu dan kelompok, maupun antara kelompok dengan kelompok.
  3. K adalah kondisi dimana kebutuhan manusia yang tidak terbatas, sedangkan alat pemuas kebutuhan yang berupa barang dan jasa terbatas adanya.
  4. K adalah suatu keinginan terhadap suatu barang atau jasa yang menuntut adanya pemenuhan, apabila tidak dipenuhi maka akan mempengaruhi kehidupan.
  5. KP adalah tingkat kebutuhan yang paling utama, yang apabila tidak terpenuhi maka manusia akan terganggu kelangsungan hidupnya
  6. KS adalah kebutuhan yang pemenuhannya setelah kebutuhan utama telah terpenuhi.
  7. KT merupakan kebutuhan yang dapat dipenuhi oleh masyarakat yang tingkat ekonominya paling atas.
  8. KJ adalah salah satu penggolongan kebutuhan menurut sifatnya.
  9. KR dapat diberikan contoh kebutuhan akan hiburan.
  10. KS merupakan kebutuhan berdasar waktu yang tidak dapat ditunda untuk memenuhinya
  11. KYAD merupakan kebutuhan untuk jaminan masa depan, dapat dicontohkan misal tabungan
  12. KK merupakan salah satu kebutuhan menurut subjek, misal kebutuhan akan gedung sekolah
  13. SP merupakan ukuran kebutuhan yang tersusun dalam daftar berdasarkan tingkat kebutuhan seseorang, dimulai dari kebutuhan yang paling penting sampai kebutuhan yang bersifat bisa ditunda pemenuhannya
  14. BE merupakan barang yang jumlahnya terbatas sehingga untuk mendapatkannya dibutuhkan pengorbanan (biaya, tenaga, waktu), misal sepatu, alat sekolah.
  15. BB adalah barang yang jumlahnya melebihi kebutuhan manusia, sehingga untuk mendapatkannya tidak diperlukan pengorbanan, misal udara yang di dalamnya terdapat berbagai macam unsur. Namun demikian, pada saat seseorang terserang sakit sesak nafas, bagian dari udara yang berupa oksigen  yang semula merupakan barang bebas, akan berubah menjadi barang ekonomis
  16. BI adalah barang yang jumlahnya berlebihan sehingga harus dikurangi. Api dan air pada kondisi normal dapat digolongkan sebagai barang bebas, namun saat jumlahnya berlebih, seperti air pada saat terjadi banjir maupun api saat terjadi kebakaran, maka air dan api akan menjadi barang illith karena jumlahnya berlebihan.
  17. BS adalah barang yang dapat saling menggantikan terhadap barang lain, misal antara beras dengan jagung, mobil dengan sepeda motor, gelas dengan cangkir.
  18. BK adalah barang yang mempunyai fungsi saling melengkapi. Misal sepatu dengan kaos kaki, buku dengan pensil, sepeda motor dengan bensin, kompor dengan gas.
  19. BM adalah barang yang belum dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan tetapi harus melalui proses produksi terlebih dahulu.
  20. TE adalah tindakan manusia dalam memenuhi kebutuhan untuk mencapai kemakmuran.
  21. ME adalah alasan atau keinginan yang mendorong manusia untuk melakukan kegiatan ekonomi.
  22. MS dapat diberikan contohnya misal penggalangan dana melalui konser musik
  23. PE adalah dengan pengorbanan tertentu untuk mendapatkan hasil yang maksimal atau dengan pengorbanan seminimal mungkin untuk mendapatkan hasil tertentu.
  24. P adalah kegiatan menghasilkan barang/jasa atau kegiatan menambah kegunaan barang/jasa, misal mengolah sayuran menjadi makanan siap santap.
  25. KW dapat diberikan contoh misal memproduksi jas hujan menjelang musim hujan.
  26. FP terdiri dari faktor produksi alam, faktor produksi tenaga kerja, faktor produksi modal, dan faktor produksi kewirausahaan.
  27. FPA adalah faktor produksi yang wajib ada yang jika tidak ada faktor tersebut maka proses produksi tidak dapat berjalan, misal alam dan tenaga kerja.
  28. FPT adalah faktor produksi yang tidak harus ada, seperti modal dan kewirausahaan.
  29. IK adalah faktor utama memproduksi barang agar hasil produksinya disenangi masyarakat.
  30. K adalah kemampuan seseorang untuk menciptakan sesuatu yang baru, baik itu berupa gagasan maupun karya nyata yang relatif berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya.
  31. D adalah kegiatan menyalurkan barang dari produsen kepada konsumen.
  32. DL adalah penyaluran barang dari produsen kepada konsumen tanpa perantara, misal pedagang sate
  33. DSL adalah penyaluran barang dari produsen kepada konsumen melalui perantara dari produsen, misal pabrik tekstil menyalurkan kainnya melalui penyalur khusus,
  34. DTL adalah penyaluran barang dari produsen kepada konsumen melalui agen, grosir, pedagang kecil.
  35. J merupakan hal yang akan berpengaruh terhadap biaya produksi.
  36. W adalah hal yang paling utama dalam proses distribusi agar harga barang tidak makin mahal.
  37. K adalah kegiatan memakai, menggunakan atau menghabiskan kegunaan barang/jasa baik secara berangsur-angsur atau sekaligus habis.
  38. KP adalah kegiatan ekonomi yang apabila di dalam melakukannya bertujuan untuk menghasilkan jasa atau barang yang lain dari barang yang telah dibeli.
  39. T adalah yang seharusnya dialokasikan setelah pendapatan yang diperoleh dikurangi pengeluaran
  40. Pr adalah barang yang ingin dibeli oleh masyarakat dengan berbagai tingkat harga tertentu.
  41. KPr adalah grafik yang menggambarkan sifat hubungan antara jumlah permintaan barang atau jasa dengan harga dalam berbagai kondisi.
  42. Pn adalah kesediaan penjual untuk menjual berbagai barang pada berbagai tingkat harga dalam waktu tertentu.
  43. KPn adalah grafik yang menggambarkan sifat hubungan antara harga suatu barang dengan jumlah barang yang ditawarkan pada waktu tertentu dan tempat tertentu.
  44. CP adalah suatu kondisi yang dapat digambarkan pada saat penjual memberikan diskon, belum tentu jumlah pembeli bertambah.  Hal ini ada kemungkinan karena selera masyarakat mengalami perubahan.
  45. P adalah proses pertemuan antara penawaran dan permintaan.
  46. PA adalah suatu kondisi ekonomi dimana di dalamnya tidak harus ada gedung, tidak ada pertemuan langsung antara penjual dan pembeli.
  47. OS adalah salah satu fenomena ekonomi dalam perdagangan yang menggunakan media aplikasi yang terkoneksi internet.
  48. PH dapat diberikan contoh misal Beringharjo
  49. PPS yaitu pasar di dalamnya banyak terdapat penjual dan pembeli yang sama-sama telah mengetahui siatuasi pasar. Barang yang diperjualbelikan homogen (sejenis), penjual dan pembeli tidak bebas menentukan harga karena harga ditentukan oleh kekuatan pasar. Contoh pasar ini antara lain, pasar sayur-mayur, pasar buahbuahan, dan pasar tekstil di Tanah Abang.
  50. H adalah nilai tukar suatu barang yang dinyatakan dengan uang.

 

Guru Go Blog


Kalimat di atas pernah kudengar dari mulut anakku sewaktu pulang dari kuliahnya. Saya sempat kaget mendengarnya. Tapi ternyata itu hanya sebuah ungkapan dari teman kuliahnya untuk mengatakan saya sebagai guru yang sudah memanfaatkan blog. Jadi kata Goblog di atas bukan bermakna bodoh akan tetapi terdiri dari dua kata yakni Go dan Blog. Go di sini berarti MENUJU, yang biasa digunakan juga pada kata lain seperti Go International, Go Public, dll. Jadi pengertian Guru Go Blog sebenarnya punya makna guru yang sudah mulai mengenal blog.
Guru yang Go Blog bisa memanfaatkan blog sebagai sumber dan media dalam pembelajarannya. Dengan blog banyak sekali manfaat yang dapat dirasakan, baik bagi guru maupun peserta didik, baik manfaat langsung maupun tidak langsung. Untuk dapat memanfaatkan blog sebagai sumber dan media, maka guru harus memanfaatkan dalam pembelajarannya, baik sewaktu membuat perencanaan maupun waktu melaksanakannya. Blog yang dipakai seorang guru tentunya yang berkaitan dengan bidang pekerjaannya.
Di dalam internet banyak terdapat blog yang dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran. Seorang guru dapat memanfaatkan blog yang dibuat oleh blogger. Namun demikian alangkah lebih baik jika guru yang bersangkutan membuat blog sendiri. Dengan membuat blog sendiri maka si pemakai blog akan tahu akan kebutuhannya. Jika blog dibuat oleh seorang guru, maka sebagian besar isinya adalah tentang pendidikan.
Oleh karena itu, marilah para guru di Indonesia kita buat blog untuk pembelajaran kita sebelum teknologi yang lebih canggih datang menyusul. Untuk membuat blog, langkah yang harus ditempuh adalah:
1. Klik browser, misal Mozilla Firefox ataupun Internet Explorer

2. Ketikkan alamat http://www.wordpress.com (jika kita ingin membuat blog dari wordpress)
3. Klik kotak Prefrred Language dan pilih penggunaan bahasa yang dikehendaki, misal Indonesia
4. Isilah formulir dengan identitas kita, jika ada yang dikosongkan maka pembuatan account akan gagal.
5. Klik Next
6. Isi kembali formulir yang ditampilkan sesuai dengan permintaan dari WordPress
7. Klik Next
8. Buka Email dan cek Inbox
9. Kalau berhasil maka akan ada ucapan Selamat dari WordPress
10. Silakan aktivasi Blog Anda lewat email

Selamat menjadi Guru Go Blog

Udang Saus Telur Asin


Bahan-bahan (sesuai porsi yang dikehendaki)

  1. 2 ons udang
  2. 2 kuning telur asin
  3. 2 siung bawang merah
  4. 2 siung bawang putih
  5. 1 sdm mentega
  6. 1 daun bawang
  7. 2 jumput garam
  8. 1 jumput gula
  9. 1 jumput lada bubuk
  10. 2 sdm tepung maizena
  11. secukupnya penyedap rasa

Cara Memasak

  1. Bersihkan udang, lumuri dengan 2 jumput garam, 1 jumput gula, 1 jumput lada bubuk. aduk, diamkan 1 jam di dalam kulkas
  2. Iris bawang merah dan bawang putih, daun bawang dan ambil kuning telur asin, sisihkan
  3. Ambil udang, campur tepung maizena, goreng hingga matang, angkat sisihkan
  4. Cairkan mentega, tumis bawang merah dan bawang putih hingga harum, masukkan kuning telur dan aduk, masukkan udang dan daun bawang, tambahkan sedikit penyedap rasa, coba rasanya hingga sesuai selera
  5. Siap di hidangkan