Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Bumiayu’ Category

Thong-Thong Prek


Thong Thong Prek

 

Jika bulan Ramadhan datang, salah satu yang ditunggu-tunggu masyarakat Bumiayu adalah saat saur tiba. Sekitar pukul dua malam, biasanya ada aktivitas yang khas selain menyiapkan makanan untuk saur. Jika menyiapkan makan saur biasa dilakukan oleh ibu-ibu, maka aktivitas yang satu ini umumnya dilakukan oleh kaum lelaki, baik anak-anak, remaja maupun bapak-bapak. Aktivitas apa itu …………..? Aktivitas itu adalah Thong Thong Prek. Thong Thong Prek merupakan aktivitas untuk membangunkan warga masyarakat guna makan saur. Nama Thong Thong Prek diambil dari suara yang keluar dari benda yang dipukul. Benda yang dipukul berupa potongan bambu (mirip kenthongan yang biasa dipukul saat terjadi keadaan darurat pada masa lalu) yang salah satu bagian ujungnya dibelah sebagian untuk pegangan.  Pada bagian yang lain dari bambu dibuat berlubang agar saat dipukul suara yang dihasilkan lebih nyaring, yakni Thong Thong. Suara Prek berasal dari pukulan yang dikenakan pada ujung bambu. Mengapa diberi nama Thong Thong Prek? Sebab pukulannya dua kali di tengah bambu yang berlubang dan satu kali di ujung bambu. Pada saat bambu dipukul-pukul, biasanya si pemukul sambil menyanyikan lagu dengan syair berulang-ulang:

‘thong thong prek 2x

Ana randa turu dhewek

Digugah mewek-mewek’

(thong-thong prek 2x

Ada janda tidur sendiri

Dibangunkan mewek-mewek/nangis)

Iklan

Read Full Post »

Ayam Bi Maen


Ayam Bi Maen

Jika kita ke Bumiayu, kita akan menemui Desa Kalierang. Di Kalierang, ada ayam goreng dan ayam bumbu pedas yang dikenal dengan ayam Bi Maen. Bi Maen adalah nama seorang perempuan yang dikenal sebagai penjual lauk berupa olahan ayam yang digoreng dan disayur bumbu pedas. Ayam goreng Bi Maen berbumbu gurih dengan hampir seluruh jenis bumbu dapur tercampur untuk mengolahnya. Oleh karena itu, jika daging ayam sudah habis kita santap, maka bumbunyapun bisa menghabiskan berpiring-piring nasi. Pilihan kedua, ayam bumbu pedas Bi Maen. Olahan ini berbahan dasar daging ayam yang dimasak dengan santan dan aneka bumbu dapur. Jika kita pernah mencobanya, maka kita akan ketagihan karena rasanya. Tidak percaya? Datang saja ke Bumiayu dan mampirlah di Desa Kalierang untuk mencari sajian sedap ini ……..   

Read Full Post »

Sogol


Sogol

 

Sogol adalah salah satu jenis makanan yang biasa menjadi salah satu menu sarapan orang Bumiayu. Sogol berbahan dasar tauge yang direbus. Untuk menimbulkan rasa yang sedap, tauge rebus yang sudah dihidangkan di atas piring kemudian disiram bumbu. Adapun bumbu siram yang diperlukan dibuat dari kelapa muda parut yang direbus bersama bumbu dapur yang terdiri dari: bawang merah,bawang putih, cabe, garam, sedikit gula (bila suka), kencur, semua dihaluskan kemudian ditambah daun salam, lengkuas.  

Sogol enak dinikmati dengan nasi hangat, ketupat ataupun lontong. Sebagai pelengkapnya kita bisa menyantap bersama krupuk ataupun gorengan tempe atau dage.

Read Full Post »

Brug Saka Limalas


Brug Saka Limalas

Brug Saka Limalas adalah sebutan untuk jembatan kereta api yang memiliki penyangga berjumlah lima belas. Jembatan ini terletak di salah satu sudut Bumiayu. Dulu daerah dimana jembatan ini berada sangat sepi, tapi setelah daerah ini dijadikan jalur alternatif antara Purwokerto-Tegal, sekarang menjadi ramai. Brug Saka Limalas melintas di atas Kali Keruh. Kali Keruh merupakan salah satu sungai yang memang berair keruh, terutama pada musim hujan. Pernah pada dekade tujuhpuluhan, sungai ini meluap karena hujan deras. Luapan sungai sampai merobohkan satu bagian penyangga dari Brug Saka Limalas. Robohnya salah satu penyangga menyebabkan putusnya rel kereta api yang ada di atasnya. Padahal jembatan ini cukup tinggi. Untung sekali pada saat yang bersamaan tidak ada kereta api yang melintas. Penyangga yang roboh telah diganti dengan penyangga yang terbuat dari rangkaian besi kokoh. Jika anda melakukan perjalanan dengan kereta api melalui jalur selatan Jawa, maka anda akan melintasi Brug Saka Limalas yang memiliki pemandangan asri di sekitarnya. 

Read Full Post »

Dug-Dag


DUG-DAG

Orang awam sering bingung kapan awal puasa dimulai dan kapan datangnya hari kemenangan. Demikian juga bagi saya sewaktu masih kecil. Jika sekarang saya tahu kapan tanggal 1 Ramadhan dan 1 Syawal datang bisa menunggu pengumuman di televisi, tidak demikian dengan yang saya ingat sewaktu saya masih anak-anak. Sewaktu saya kecil, datangnya awal puasa dan lebaran ditunggu di mesjid besar di daerah saya, Bumiayu. Jika hari itu ditabuh bedhug bertalu-talu pada siang hari, maka sudah dapat dipastikan jika esok hari kita akan mengawali puasa hari pertama. Jika bedhug ditabuh pada akhir Ramadhan, maka berarti esok harinya adalah Lebaran. Bedhug yang bertalu-talu inilah yang disebut dengan DUG-DAG. Sepertinya nama ini diberikan sesuai dengan suara yang dikeluarkan ketika bedhug ditabuh. Hore ……. sekarang DUG-DAG, hore …….besok puasa …….hore besok Lebaran …….

Read Full Post »

Adep-Adep


Adep-Adep

Jika kita menghadiri undangan pernikahan di Bumiayu, kita akan menemukan jenis makanan ini. Adep-adep akan keluar pada saat malam hari ketika acara Walimatul Ursyi (semacam Resepsi) hampir selesai. Makanan ini keluar di hadapan tamu perempuan. Adep-Adep terdiri dari nasi dan sayuran potong serba mentah seperti, kacang panjang, terung, tauge, pete/jengkol, kubis, yang dicampur dengan teri goreng dan bumbu urap. Yang pasti rasanya sungguh sedap dan tidak membosankan. Selamat mencoba ……….     

Read Full Post »