Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Dunia Pendidikan’ Category


Sekhah Efiaty, M.Pd.

Musyawarah Guru Bimbingan dan Penyuluhan Kota Yogyakarta, yang dimotori oleh Ibu Endang, telah mengadakan pelatihan Moda Daring pada tanggal 28 September 2016. Pelatihan dilaksanakan di SMP Negeri 5 Yogyakarta menempati ruang Laboratorium Serba Guna. Pengurus dan anggota yang hadir sebanyak 60an orang terlihat sangat antusias. Sebagai pemandu acara adalah Bapak Supardi, Kepala Sekolah SMP Islam Indonesia Yogyakarta. igi-bk

Pelatihan diawali dengan pembukaan oleh Pembawa Acara dengan salam dan doa pembukaan, kemudian dilanjutkan sambutan Ketua MGBP. Ketua MGMP menjelaskan bahwa sebenarnya beberapa waktu yang lalu, MGBP sudah pernah diundang oleh IGI Kota Yogyakarta untuk mengikuti pelatihan serupa. Namun demikian karena saat itu belum terpikirkan tentang kebutuhan pelatihan Moda Daring bagi anggota MGBP, maka penawaran tersebut kurang diperhatikan. Setelah para anggota banyak yang meminta untuk diadakan pelatihan Moda Daring, maka Ketua MGBP cepat menanggapinya dan segera menghubungi IGI Kota Yogyakarta. Bidang pelatihanpun menyambut baik keinginan MGBP dan menerima permintaan tersebut.

Acara dilanjutkan pengarahan dari Kepala Sekolah tuan rumah. Menurut Kepala Sekolah SMP Negeri 5 Yogyakarta yang diwakili oleh Wakil Kepala Sekolah Urusan Kurikulum, Sujiyana, S.Pd., M.Pd., pelatihan Moda Daring merupakan pelatihan yang sangat bermanfaat. Akhir-akhir ini para guru telah mengetahui apa yang harus dilakukan setelah pengumuman nilai UKG. Diharapkan setelah pelatihan Moda Daring para guru akan menjadi lebih familier ketika guru tersebut mengikuti pelatihan Moda Daring yang sesungguhnya yang diselenggarakan oleh pemerintah.

Pelatihan Moda Daring MGBP Kota Yogyakarta didampingi oleh IGI Kota Yogyakarta, yang mengirimkan tiga pengurusnya, Amk. Affandi, S.Pd., Sekhah Efiaty, M.Pd., serta Nurul Hidayati, S.Pd. Di dalam pembukaannya, Amk. Affandi mengungkapkan bahwa IGI akan membuka kran Moda Daring dan menutupnya kembali. Sementara untuk konten dari aplikasi Moda Daring dipelajari sendiri oleh anggota MGBP. Ditambahkan pula agar peserta mempelajari ikon yang ada pada aplikasi, sebab setiap ikon mempunyai fungsi yang berbeda. Peserta tidak boleh takut membuka setiap menu yang ada, sebab masih dalam taraf belajar, sehingga tidak perlu takut terjadi kesalahan. Justru dengan berani membuka setiap menu, maka setiap peserta akan lebih tahu isi menu yang ada.

Ketika acara inti sudah dimulai, peserta terlihat makin penasaran dengan aplikasi Moda Daring. Namun demikian Sekhah Efiaty sebagai pemandu mengantarkan tentang Moda Daring dari hasil UKG tahun 2015 yang tertera di dalam Neraca Pendidikan DIY (NPD) dan Neraca Pendidikan Kota Yogyakarta (NPK). Berdasarkan NPD dan NPK, nilai UKG nasional tahun 2015 rata-rata adalah 56,69. Nilai UKG tersebut rata-rata tertinggi diraih oleh Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, yakni 67,02. Di DIY sendiri, nilai tertinggi diperoleh Kota Yogyakarta yang mencapai rata-rata 67, 02. Nilai UKG yang ada kemudian dimasukkan ke dalam rapor elektronik masing-masing guru. Melihat hasil UKG inilah maka pemerintah kemudian mengelompokkan perolehan nilai UKG menjadi beberapa kelompok. Bagi guru yang tidak memiliki nilai merah, maka didiklat menjadi Narasumber. Guru yang rapor merahnya nol hingga dua, didiklat menjadi Instruktur Nasional. Sedangkan yang nilai merah rapornya lebih dari dua, dikelompokkan menjadi 3 kelompok Guru Pembelajar. Masing-masing kelompok akan mendapatkan pelatihan  dengan Moda Daring, Moda Kombinasi, dan Moda Tatap Muka. img-20160928-wa0058

Pelatihan yang diadakan oleh MGBP adalah mencoba menggunakan Moda Daring. Di dalam pelatihan Moda Daring, para guru mendapatkan pelatihan dengan sistem Dalam Jaringan atau disingkat Daring (online). Di dalam pelatihan tersebut peranan dari akses internet sangat penting. Apalagi jika peserta mengandalkan jaringan yang ada di ruangan tersebut. Sangat beruntung bagi peserta yang membawa modem ataupun Handphone, sebab bisa lebih mudah mengakses internet. Pelatihan dilaksanakan secara perlahan tahap demi tahap. Aplikasi yang digunakan adalah aplikasi yang diberikan saat Instruktur Nasional mendapatkan pelatihan. Jadi bukan aplikasi yang sesungguhnya yang akan dihadapi saat peserta memdapatkan diklat yang sesungguhnya. Namun demikian karena aplikasi tersebut hampir sama maka tidak percuma apabila diberikan untuk pelatihan.

Pelatihan pemanfaatan aplikasi Moda Daring dilakukan secara menyeluruh pada satu Kelompok Kompetensi. Menu yang dibuka mulai dari Sesi Pendahuluan hingga Sesi Penutup. Amk. Affandi dan Sekhah Efiaty memandu dengan tekun langkah demi langkah. Sekhah Efiaty bertugas menjelaskan langkah-langkah pemanfaatan aplikasi, sementara Amk. Affandi memandu peserta satu persatu. Kegiatan diakhiri setelah berlangsung pelatihan selama 3,5 jam. Meskipun tidak dapat tuntas, setidaknya peserta telah mengenal aplikasi Moda Daring dari Sesi Pendahuluan hingga Sesi Penutup.

 

 

 

Iklan

Read Full Post »


Sekhah Efiaty, M.Pd.

MGMP IPS Kota Yogyakarta selalu saja mengadakan aktivitas kekinian. Tidak hanya yang menyangkut pendalaman materi IPS, akan tetapi juga mengikuti perkembangan dan kebutuhan anggotanya. Aktivitas dilakukan tidak hanya saat ada bantuan dana dari pemerintah, tetapi juga menggunakan dana mandiri. Para anggota tidak pernah keberatan apabila harus ada kontribusi, dimana penggunaan dananya akan kembali kepada anggota itu sendiri. Penggunaan dana dialokasikan untuk membeli konsumsi peserta, sebagian dialokasikan untuk jasa kebersihan, dan apabila ada sisa anggaran maka akan dimasukkan ke dalam kas MGMP, yang dikelola oleh bendahara, Ibu Rimawati dari SMP Negeri 15 Yogyakarta.

Jpeg

Suasana pelatihan Moda Daring MGMP IPS Kota Yogyakarta

Seperti halnya kemarin pada tanggal 23 September, MGMP IPS yang dimotori oleh Bapak Sumarjo dari SMP Negeri 9 ini, berhasil mengumpulkan anggotanya hingga sekitar 80 orang. Para anggota MGMP dengan tekun mengadakan pelatihan Moda Daring. Diklat Moda Daring Mata Pelajaran IPS SMP yang sesungguhnya belum dimulai untuk kota Yogyakarta. Ketua MGMP IPS Kota Yogyakarta berharap, dengan pelatihan tersebut maka pada saat diklat yang sesungguhnya, para anggota  sudah familier dengan aplikasi yang ada, sehingga tidak grogi lagi.

Sekedar untuk diketahui, bahwa Kota Yogyakarta beberapa waktu yang lalu telah mengirimkan enam guru IPS untuk mengikuti diklat sebagai IN Guru Pembelajar di Solo. Adapun guru-guru tersebut adalah Dedy Rushadmaka, S.Pd. (SMPN 16), Heru Supriyanto, S.Pd. (SMPN 9), Supriyati, S.Pd. (SMPN 4), Sumin, S.Pd.(SMP TD), Eni Murtiningsih, S.Pd.(SMPN 1) dan Sekhah Efiaty, M.Pd. (SMPN 5). Di dalam pelatihan tersebut guru-guru yang telah mengikuti IN memfasilitasi teman sejawat untuk belajar daring sebagai Guru Pembelajar.

Ada yang membanggakan MGMP IPS Kota Yogyakarta, yakni bahwa di setiap kegiatan, selain antusiasme peserta yang begitu tinggi, mau swadana baik indoor maupun outdoor, juga disebabkan karena dari sekian anggota yang hadir, di antaranya telah menjadi Kepala Sekolah, Pengawas maupun jabatan lainnya. Beliau-beliau adalah Ibu Yuniarti, M.Pd. (Kepala SMPN 4), Ibu Nuryani, M.Pd. (SMPN 8), Drs. Arief Wicaksono, M.Pd. (SMPN 9), Ibu Titik (SMPN 10), Bapak Subandiyo, S.Pd. (SMPN 12),  Bapak Zaenal Fanani, S.Pd.(SMP Muh. 7), Bapak Sugiyana, M.Pd. (Pengawas), dan beberapa yang telah habis masa tugasnya sebagai Kepala Sekolah seperti Bapak Supraptomo, S.Pd. (SMPN 3) dan Bapak Tyas Ismulah, S.Pd. (SMPN 1). Kehadiran Beliau-beliau telah memotivasi anggota lainnya untuk terus meningkatkan kualitas untuk menjadi guru yang makin profesional. (Mohon maaf dan mohon koreksi apabila ada nama atau titel yang kurang sesuai)

Pelatihan Moda Daring MGMP IPS dilaksanakan di kantor Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, di Ruang Truntum Lantai 4 yang representatif. Ruangan yang bersih, sejuk ber-AC serta dilengkapi LCD Projector, layar Screen, dan juga Wifi makin menambah semangat anggota MGMP. Pelatihan dibuka oleh Bapak Hasyim dari Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta. Ulasan singkat tentang Moda Daring Guru Pembelajar juga disampaikan oleh Pengawas IPS Bapak Sugiyana. Pukul 16.00 pelatihan diakhiri dengan menghasilkan beberapa materi yang dapat diunduh di halaman ini dengan klik berikut:

  1. Panduan Pelatihan Moda Daring
  2. Buku Manual Peserta Guru Pembelajar
  3. NPD Yogyakarta
  4. Modul A
  5. Modul B
  6. Modul C
  7. Modul D
  8. Modul E
  9. Modul F
  10. Modul G
  11. Modul H
  12. Modul I
  13. Modul J

Read Full Post »


Sekhah Efiaty, M.Pd.

Kini peranan guru menjadi sangat penting di dalam menciptakan generasi penerus bangsa yang dapat mengisi kemerdekaan ini dengan kegiatan yang positif. Untuk meningkatkan profesionalitas guru dibutuhkan waktu tersendiri. guru harus menyisihkan sebagian waktunya untuk terus belajar sebelum terjun di dalam proses pembelajaran. Dengan belajar terus menerus maka guru tidak akan tertinggal wawasannya, pengalamannya, ilmunya, dan semua yang dibutuhkan oleh pebelajar.

Guru harus menjadi agen perubahan (agent of changes) di dalam dunia pendidikan. Mindset guru harus berubah. Jika dulu guru menganggap dirinya merupakan sumber ilmu bagi peserta didiknya, sekarang pandangan itu harus diubah dan dibalik bahwa proses pembelajaran justru harus berpusat pada peserta didik. Bukannya apa yang harus diberikan guru, apa yang dikatakan guru, apa yang diketahui guru, apa yang dimiliki guru, tetapi apa yang dibutuhkan peserta didik untuk bekal hidupnya kelak itulah yang menjadi target di dalam proses pembelajaran.

Guna meningkatkan kualitas profesinya, guru harus terus belajar menambah bekal. Peningkatan kualitas dapat dilakukan sendiri ataupun melalui komunitas atau kelompok-kelompok guru. Beberapa organisasi atau grup yang berusaha dan mewadahi peningkatan profesi guru di Indonesia dan cukup besar peranannya adalah PGRI dan IGI.

Ikatan Guru Indonesia (IGI) adalah organisasi profesi guru yang didirikan berdasarkan UU Nomor 15 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. IGI terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM melalui SK Depkumham Nomor: AHU-125.AH.01.06.Tahun 2009, tanggal 26 November 2009.

IGI sebagai sebuah organisasi profesi bersifat independen, netral, dan mandiri dengan visi memperjuangkan mutu, profesionalisme dan kesejahteraan guru Indonesia, serta turut secara aktif mencerdaskan kehidupan bangsa.

Demi mewujudkan visi di atas maka IGI mengajak para guru, kepala sekolah, pemerhati pendidikan, serta semua komponen masyarakat yang memiliki kepedulian pada dunia pendidikan, bersedia memperluas wawasan dan saling berbagi pengalaman untuk bersama-sama IGI memajukan dunia pendidikan Indonesia

Setiap anggota IGI akan mendapatkan Kartu Anggota sebagai identitas keanggotaan. Kartu Anggota dikeluarkan oleh Pengurus Pusat dan berlaku seumur hidup sepanjang memenuhi ketentuan peraturan organisasi.

Setiap anggota IGI akan mendapatkan manfaat sebagai berikut:

  • Memiliki kewajiban dan hak sebagaimana diatur dalam ketentuan peraturan organisasi
  • Mendapatkan prioritas dan diskon dalam mengikuti kegiatan-kegiatan yang diadakan IGI
  • Mendapatkan diskon untuk berbelanja di berbagai merchant yang menjadi mitra IGI

Keanggotaan IGI bersifat sukarela dan terbuka. IGI memiliki anggota-anggota yang terdiri dari:

  • Anggota biasa, yaitu Warga Negara Indonesia yang berlatar belakang pendidikan keguruan dan berlatar belakang pendidikan lainnya yang berprofesi sebagai guru
  • Anggota luar biasa yaitu Warga Negara Indonesia yang memiliki latar belakang pendidikan keguruan dan/atau tidak memiliki latar belakang pendidikan keguruan dan tidak menjalankan profesi keguruan dan/atau tenaga kependidikan lainnya
  • Anggota kehormatan yaitu Warga Negara Indonesia dan asing yang dianggap berjasa terhadap pendidikan dan keguruan Indonesia atau dunia

 

Read Full Post »


Sekhah Efiaty, M.Pd.

Orang sukses bisa dilihat dari jumlah materi yang dimiliki, jabatan di tempat kerja, eksistensinya di masyarakat ataupun keberhasilannya mengantarkan anak-anak menjadi orang sukses. Kesuksesan seseorang tidak serta merta dalam waktu singkat sebagaimana permainan di dalam sulap. Kesuksesan dapat diraih dengan perjuangan yang panjang, bahkan kadang disertai dengan hambatan-hambatan. Semakin banyak hambatan yang dilalui dan semakin bisa mengatasinya, maka sukses yang diraih menjadi semakin tahan terhadap cobaan selanjutnya.

Bahasan di atas hanya sekelumit pengantar yang menggambarkan kesuksesan yang diraih oleh ibu Sri Lestari. Kisah suksesnya berawal dari membuat camilan untuk keluarga, Sri Lestari Murdaningsih (46),  warga Pedukuhan Sumberwatu, Sambirejo, Kabupaten Sleman, kini sukses mengembangkan usaha keripik daun dan beromzet puluhan juta rupiah per bulan. Berikut kisah sukses selanjutnya yang saya baca dari Kompas.com.

Berawal dari tahun 2007, ibu rumah tangga yang saat itu bekerja sebagai pengawas tempat kursus jahit ini membuat keripik daun bayam dan daun singkong untuk camilan keluarga. Namun karena saat itu terlalu banyak, ibu yang ternyata punya bakat di bidang bisnis ini kemudian memutuskan membungkus sebagian keripik hasil produksinya dengan plastik hingga menjadi 20 bungkus.

Dengan bakat bisnisnya, bu Sri kemudian iseng-iseng menitipkan (mendistribusikan) keripik yang sudah dibungkus ke warung-warung di dekat rumah. Tanpa disangka, antusiasme terhadap keripik daun buatannya cukup luar biasa. Semua keripik daun bayam dan singkong yang dititipkannya habis terjual. “Saya terkejut banyak yang suka. Saat itu hanya membuat camilan, tetapi terlalu banyak,” ujar Sri Lestari Murdaningsih (46) yang semakin produktif itu, saat ditemui di rumahnya (Kompas.com, Sabtu, 2/8/2014).

Melihat peluang itu, Sri Lestari lantas berinovasi mencoba membuat keripik lagi. Kali ini, ia menguji keterampilannya dengan berkreasi dengan mencoba tambahan keripik daun kemangi. Tiga daun itu (daun singkong, bayam, dan kemangi) diolah, lalu kembali dipasarkan. Kali ini, ia coba menitipkan keripik ke beberapa toko oleh-oleh yang ada di jalan Solo-Yogya. Akhirnya, dalam waktu singkat, keripik daun titipannya habis dijual.

“Dari situ awal saya memutuskan keluar kerja dan konsentrasi menekuni usaha keripik daun ini. Ya meski belum seberapa, tetapi lumayan untuk tambah-tambah penghasilan,” ucapnya. Setelah 1,5 tahun berjalan, Sri berupaya melakukan inovasi dengan menambah jenis keripik. Tujuannya agar pembeli mempunyai banyak pilihan keripik daun. Setelah itu, tercetuslah ide keripik daun sirih, daun seledri, daun kenikir, terong, dan pare.

“Orang zaman dulu kan makan sirih. Perempuan sekarang malah tidak mau. Dari situ muncul ide keripik daun sirih. Kalau kemangi biasanya hanya untuk lalapan, sekarang ada keripiknya,” urainya. Awalnya, semua bahan daun untuk keripik bisa didapat di halaman sekitar rumah. Namun, ketika permintaan mulai banyak, maka mau tidak mau ia harus membeli di pasar.

“Berkali-kali gagal untuk mendapat komposisi yang pas, tetapi akhirnya dapat juga komposisi untuk pare dan daun sirih yang rasa dasarnya pahit,” tekannya. Tiga tahun berjalan, pemasaran keripik daun buatannya mulai meluas. Para pedagang dari beberapa daerah, seperti Bantul, Sleman, Klaten, dan Solo, datang langsung ke rumah. Bahkan, Sri Lestari sering kali mendapat pesanan dari luar Jawa, seperti dari Bali sampai Sumatera.

Jika musim liburan, wisatawan lokal ataupun asing pun rela datang ke rumahnya, meski harus melewati bukit belakang Candi Ratu Boko dan jalan perdesaan. Saat ini, Sri Lestari memiliki tiga karyawan dan per hari mampu memproduksi lebih dari 40 kg keripik berbagai rasa. Keripik tersebut dijual dengan harga Rp 5.000 per 2 ons untuk jenis daun bayam dan daun singkong. Adapun keripik daun kemangi, daun sirih, daun seledri, daun kenikir, terong, dan pare dihargai Rp 8.000 per 2 ons.

Per kilonya, keripik bayam dan singkong dijual Rp 35.000. Sementara itu, keripik kemangi, daun sirih, daun seledri, daun kenikir, terong, dan pare dijual Rp 40.000 per kilo. “Tengkulak saja satu hari langsung mengambil 35 kg sampai 40 kg. Stok sehari sering habis, padahal wisatawan belum (membeli),” kata Sri Lestari.

Keistimewaan keripik buatan Sri Lestari, selain menggunakan bahan dari daun-daunan dan sayur-sayuran, juga karena proses penggorengannya menggunakan kayu bakar sehingga cita rasanya khas. “Ya lumayan untuk menambah ekonomi keluarga. Per hari bisa Rp 1 juta, kalau sebulan ya tinggal dikalikan 30 hari saja,” tuturnya.

Inspirasi tetangga

Setelah keripik beraneka rasa itu diluncurkan, berbagai media lokal dan nasional langsung datang untuk melihat pembuatan penganan ringanyang terbilang unik tersebut. Dari situlah camilan buatan Sri Lestari mulai dikenal di mana-mana.

Order dari Daerah Istimewa Yogyakarta ataupun luar kota mulai berdatangan. Bahkan, pemesanan perlu menunggu sampai 3 hari karena harus menunggu antrean. “Pemesanan harus menunggu setidaknya tiga hari. Saya sampai kewalahan memenuhi permintaan keripik daun,” ucapnya.

Melihat permintaan yang tak bisa dipenuhi, beberapa karyawan yang juga merupakan tetangga Sri Lestari lantas izin untuk membuat keripik daun di rumah guna menutupi kebutuhan. Dia mengungkapkan, awalnya satu orang, lalu berkembang menjadi tujuh orang yang membuat keripik.

Melihat modal yang dibutuhkan sangat murah serta penghasilan dari membuat keripik daun terbilang lumayan, beberapa warga lantas turut mengikuti jejak Sri Lestari. Jumlahnya hingga kini menjadi 30 warga di Pedukuhan Sumberwatu, Sambirejo, Kabupaten Sleman, membuat keripuk daun. “Sekarang ada 30 orang yang membuat keripik. Ya lumayan untuk menambah perekonomian keluarga warga,” ujarnya.

Bahkan, karena lumayan banyak keluarga yang membuat keripik daun, Pedukuhan Sumberwatu, Sambirejo, Kabupaten Sleman, mendapat titel kawasan perajin keripik.
Meski sudah ada 30 perajin, tetap saja hasil produksi keripik di Pedukuhan Sumberwatu, Sambirejo, Kabupaten Sleman, ini belum bisa mencukupi permintaan.

Sumber: http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2014/08/06/144736726/Iseng.Membuat.Keripik.dari.Daun.Sri.Lestari.Raih.Keuntungan.Puluhan.Juta

 

 

Read Full Post »


 S. Efiaty

Setiap kejadian atau peristiwa dapat dilihat dan dikaji dari berbagai sudut pandang atau aspek, baik ruang, waktu, kebutuhan, kemasyarakatan, dan budaya. Di dalam memahami keadaan alam dan aktivitas penduduk kita awali dengan memahami konsep keterkaitan (konektivitas) antar-ruang dan waktu. Ruang adalah tempat di permukaan bumi, baik secara keseluruhan maupun hanya sebagian (Sumaatmadja, 1981).  Misal ruang kelas yang kita tempati. Ruang kelas merupakan satu kesatuan antara komponen lantai,  udara, langit-langit/plafon ruangan, dan lain-lain. Demikian halnya dengan ruang permukaan bumi, yang tidak hanya sebatas tanah yang kita injak, tetapi ada udara, air, batuan, tumbuhan, hewan, dan lain-lain. Dalam sejarah, konsep waktu sangat penting untuk mengetahui peristiwa masa lalu dan perkembangannya hingga saat ini. Konsep waktu dalam sejarah mempunyai arti masa atau  periode berlangsungnya perjalanan kisah kehidupan manusia. Waktu dapat dibagi menjadi tiga, yaitu waktu lampau, waktu sekarang, dan waktu yang akan datang. Materi selengkapnya silahkan klik materi kls 7 bab 1 K13

 

Read Full Post »


S. Efiaty

Menurut Undang Undang No. 23 Tahun 1997, lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk manusia dan perilakunya, yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain. Sedangkan ruang lingkup lingkungan hidup Indonesia meliputi ruang, tempat Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berwawasan Nusantara dalam melaksanakan kedaulatan, hak berdaulat, dan yurisdiksinya.

Dalam lingkungan hidup terdapat ekosistem, yaitu tatanan unsur lingkungan hidup yang merupakan kesatuan utuh menyeluruh dan saling mempengaruhi dalam membentuk keseimbangan, stabilitas, dan produktivitas lingkungan hidup.

Merujuk pada definisi di atas, maka lingkungan hidup Indonesia tidak lain merupakan Wawasan Nusantara, yang menempati posisi silang antara dua benua dan dua samudera dengan iklim tropis dan cuaca serta musim yang memberikan kondisi alamiah dan kedudukan dengan peranan strategis yang tinggi nilainya, tempat bangsa Indonesia menyelenggarakan kehidupan bernegara dalam segala aspeknya.

Secara hukum maka wawasan dalam menyelenggarakan penegakan hukum pengelolaan lingkungan hidup di Indonesia adalah Wawasan Nusantara.

Klik di sini untuk tugas Bab 3 …

 

Sumber:

http://id.wikipedia.org/wiki/Lingkungan_hidup

BSE IPS karangan Sanusi Fattah, Amin Hidayat Juli Waskito, Moh. Taukit Setyawan

Read Full Post »


Oleh: S. Efiaty

Bulan Juni sudah hampir habis, sebentar lagi berganti dengan bulan Juli, bulan baru, tahun ajaran baru, kurikulum baru. Sudah siapkah kita menyambut semuanya??? yah…siap tidak siap kita harus menyambutnya dengan optimis. Tidak ada yang sulit, tidak ada yang susah, jika kita mau memahaminya. Dunia memang dinamis, bumi dinamis, manusia dinamis, semua selalu mengalami perubahan baik fisik maupun nonfisik. Manusia yang dinamis adalah manusia yang akan tetap eksis di manapun dia berada, kapanpun dia hidup, dan bagaimanapun lingkungan mempengaruhinya. Hal ini karena manusia adalah makhluk hidup yang dianggap paling sempurna dibandingkan dengan makhluk hidup yang lainnya. Kesempurnaannya inilah yang seharusnya menjadikan manusia lebih adaptif terhadap perubahan yang ada. Jika sekarang kita dihadapkan pada perubahan kurikulum yang ada, tentu semua karena tuntutan zaman. Oleh karena itu mari kita terima perubahan yang ada dengan optimis, pikiran jernih dan positif. Sebelum kurikulum ada di tangan kita, mari kita pahami lebih dulu aturan-aturan yang mendasarinya. Peraturan-peraturan tersebut selengkapnya dapat diunduh disini:

A. Standar Kompetensi Lulusan

  1. 01-a-salinan-permendikbud-no-54-tahun-2013-ttg-skl
  2. 01-b-salinan-lampiran-permendikbud-no-54-tahun-2013-ttg-skl

B. Standar Proses

  1. 03-a-salinan-permendikbud-no-65-th-2013-ttg-standar-proses
  2. 03-b-salinan-lampiran-permendikbud-no-65-th-2013-ttg-standar-proses

C. Standar Penilaian

  1. 04-a-salinan-permendikbud-no-66-th-2013-ttg-standar-penilaian
  2. 04-b-salinan-lampiran-permendikbud-no-66-th-2013-tentang-standar-penilaian

D. Kompetensi Dasar  dan Struktur Kurikulum SD-MI

  1. 05-a-salinan-permendikbud-no-67-th-2013-ttg-kd-dan-struktur-kurikulum-sd-mi
  2. 05-b-salinan-lampiran-permendikbud-no-67-th-2013-ttg-kurikulum-sd

E. Kompetensi Dasar  dan Struktur Kurikulum SMP-MTs

  1. 06-a-salinan-permendikbud-no-68-th-2013-ttg-ttg-kd-dan-struktur-kurikulum-smp-mts
  2. 06-b-salinan-lampiran-permendikbud-no-68-th-2013-ttg-kurikulum-smp-mts

F. Kompetensi Dasar dan Struktur Kurikulum SMA-MA

  1. 07-a-salinan-permendikbud-no-69-th-2013-ttg-ttg-kd-dan-struktur-kurikulum-sma-ma
  2. 07-b-salinan-lampiran-permendikbud-no-69-th-2013-ttg-kurikulum-sma-ma

G. Kompetensi Dasar dan Struktur Kurikulum SMK-MAK

  1. 08-permendikbud-nomor-70-ttg-kerangka-dasar-dan-struktur-kurikulum-smk-mak-dan-lampiran-versi-05-06-13-aries-edit-hukor

H. Buku Teks Pelajaran

  1. 09-permendikbud-nomor-71-tahun-2013-ttg-buku-teks-pelajaran-layak

Semoga materi di atas mampu membekali kita dalam menyambut kedatangan kurikulum baru. Mari kita download peraturan di atas, kemudian kita cetak sebagai bahan bacaan saat waktu luang. Semoga usaha kita untuk membekali generasi setelah kita tidak sia-sia …

 

diambil dari berbagai sumber

Read Full Post »

Older Posts »