Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘hobi’ Category


Jepang (日本国 ), materi ini aslinya dalam bentuk power point, akan tetapi untuk melindungi hak cipta yang membuat dan sebagai bentuk apresiasi kami terhadap hasil karya siswa maka kami tayangkan dalam bentuk pdf

 

Iklan

Read Full Post »


Sekhah Efiaty, S.Pd.

Penelitian Tindakan Kelas merupakan catatan proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru. Catatan ini penting kita miliki agar proses pembelajaran menjadi bermutu. Mulai dari merencanakan proses pembelajaran, pelaksanaannya, evaluasi, sampai analisis hasil evaluasi. Apabila setelah di analisis ternyata hasil evaluasi belum menunjukkan hasil yang diharapkan maka ada kemungkinan terdapat kekurangan atau kesalahan pada salah satu faktor dalam proses pembelajaran tersebut. Setelah mengetahui adanya ketidakberesan ini, kita tidak boleh diam atau mendiamkan masalah yang ada. Kita wajib mengadakan koreksi untuk kemudian ditemukan sumber permasalahnnya. Apabila sumber permasalahan sudah kita temukan maka kita akan membuat rencana baru untuk pelaksanaan proses pembelajaran pada tahap selanjutnya. Begitu seterusnya sampai pembelajaran benar-benar mencapai hasil yang ditargetkan. Bila perlu pengulangan ini dilakukan tidak hanya satu kali tapi bisa lebih dari itu sampai hasil proses pembelajaran benar-benar memuaskan. Sederet catatan inilah yang sebenarnya merupakan tindakan kelas yang sehat dan kondusif dan boleh dikatakan sebagai upaya penelitian tindakan kelas.

Penelitian Tindakan Kelas (PTK) pertama kali diperkenalkan oleh ahli psikologi sosial Amerika yang bernama Kurt Lewin pada tahun 1946. Inti gagasan Lewin inilah yang selanjutnya dikembangkan oleh ahli-ahli lain seperti Stephen Kemmis, Robin McTaggart, John Elliot, Dave Ebbutt, dan sebagainya.

PTK di Indonesia baru dikenal pada akhir dekade 80-an. Oleh karenanya, sampai dewasa ini keberadaannya sebagai salah satu jenis penelitian masih sering menjadikan pro dan kontra, terutama jika dikaitkan dengan bobot keilmiahannya.

Jenis penelitian ini dapat dilakukan didalam bidang pengembangan organisasi, manejemen, kesehatan atau kedokteran, pendidikan, dan sebagainya. Di dalam bidang pendidikan penelitian ini dapat dilakukan pada skala makro ataupun mikro. Dalam skala mikro misalnya dilakukan di dalam kelas pada waktu berlangsungnya suatu kegiatan belajar-mengajar untuk suatu pokok bahasan tertentu pada suatu mata kuliah. Untuk lebih detailnya berikut ini akan dikemukan mengenai hakikat PTK.

Menurut John Elliot bahwa yang dimaksud dengan PTK ialah kajian tentang situasi sosial dengan maksud untuk meningkatkan kualitas tindakan di dalamnya (Elliot, 1982). Seluruh prosesnya, telaah, diagnosis, perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan pengaruh menciptakan hubungan yang diperlukan antara evaluasi diri dari perkembangan profesional. Pendapat yang hampir senada dikemukakan oleh Kemmis dan Mc Taggart, yang mengatakan bahwa PTK adalah suatu bentuk refleksi diri kolektif yang dilakukan oleh peserta–pesertanya dalam situasi sosial untuk meningkatkan penalaran dan keadilan praktik-praktik itu dan terhadap situasi tempat dilakukan praktik-praktik tersebut (Kemmis dan Taggart, 1988).

Menurut Carr dan Kemmis seperti yang dikutip oleh Siswojo Hardjodipuro, dikatakan bahwa yang dimaksud dengan istilah PTK adalah suatu bentuk refleksi diri yang dilakukan oleh para partisipan (guru, siswa atau kepala sekolah) dalam situasi-situasi sosial (termasuk pendidikan) untuk memperbaiki rasionalitas dan kebenaran (a) praktik-praktik sosial atau pendidikan yang dilakukan dilakukan sendiri, (b) pengertian mengenai praktik-praktik ini, dan (c) situasi-situasi ( dan lembaga-lembaga ) tempat praktik-praktik tersebut dilaksanakan (Harjodipuro, 1997).

Lebih lanjut, dijelaskan oleh Harjodipuro bahwa PTK adalah suatu pendekatan untuk memperbaiki pendidikan melalui perubahan, dengan mendorong para guru untuk memikirkan praktik mengajarnya sendiri, agar kritis terhadap praktik tersebut dan agar mau utuk mengubahnya. PTK bukan sekedar mengajar, PTK mempunyai makna sadar dan kritis terhadap mengajar, dan menggunakan kesadaran kritis terhadap dirinya sendiri untuk bersiap terhadap proses perubahan dan perbaikan proses pembelajaran. PTK mendorong guru untuk berani bertindak dan berpikir kritis dalam mengembangkan teori dan rasional bagi mereka sendiri, dan bertanggung jawab mengenai pelaksanaan tugasnya secara profesional.

Berdasarkan pendapat-pendapat di atas, jelaslah bahwa dilakukannya PTK adalah dalam rangka guru bersedia untuk mengintropeksi, bercermin, merefleksi atau mengevalusi dirinya sendiri sehingga kemampuannya sebagai seorang guru/pengajar diharapkan cukup professional untuk selanjutnya, diharapkan dari peningkatan kemampuan diri tersebut dapat berpengaruh terhadap peningkatan kualitas anak didiknya, baik dalam aspek penalaran; keterampilan, pengetahuan hubungan sosial maupun aspek-aspek lain yang bermanfaat bagi anak didik untuk menjadi dewasa.

Dengan dilaksanakannya PTK, berarti guru juga berkedudukan sebagai peneliti, yang senantiasa bersedia meningkatkan kualitas kemampuan mengajarnya. Upaya peningkatan kualitas tersebut diharapkan dilakukan secara sistematis, realities, dan rasional, yang disertai dengan meneliti semua “ aksinya di depan kelas sehingga gurulah yang tahu persis kekurangan-kekurangan dan kelebihannya. Apabila di dalam pelaksanaan “aksi” nya masih terdapat kekurangan, dia akan bersedia mengadakan perubahan sehingga di dalam kelas yang menjadi tanggungjawabnya tidak terjadi permasahan.

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan PTK ialah suatu penelitian yang dilakukan secara sistematis reflektif terhadap berbagai tindakan yang dilakukan oleh guru yang sekaligus sebagai peneliti, sejak disusunnya suatu perencanaan sampai penilaian terhadap tindakan nyata di dalam kelas yang berupa kegiatan belajar-mengajar, untuk memperbaiki kondisi pembelajaran yang dilakukan. Sementara itu, dilaksanakannya PTK di antaranya untuk meningkatkan kualitas pendidikan atau pangajaran yang diselenggarakan oleh guru/pengajar-peneliti itu sendiri, yang dampaknya diharapkan tidak ada lagi permasalahan yang mengganjal di kelas.

Sumber:

http://akhmadsudrajat.wordpress.com/2008/03/21/penelitian-tindakan-kelas-part-ii/

Read Full Post »


Sekhah Efiaty, S.Pd.

Daecheong Dam (대청댐) merupakan bendungan serba guna  yang terdiri dari sebuah bendungan gravitasi 72m-495m-tinggi dan panjang beton dan bendungan rockfill. Bendungan ini terletak pada perbatasan Daejeon dan Chungcheongbuk-do. Observatorium, yang terletak di Area Layanan Palgakjeong, menawarkan pemandangan indah dari Danau Daecheongho (대청호). Berbagai aktivitas menarik ditampilkan di Pusat Kebudayaan Air (물문 화관) di tepi kiri Dam Daecheong. Padang rumput luas di dekatnya dengan pohon mapel yang memberikan aneka warna daun menjadikan istirahat kita menjadi santai dan nyaman. Sementara hidangan lokal seperti rebusan air ikan tawar dan belut bakar yang diasinkan merupakan pelengkap yang cukup membangkitkan selera makan kita.

Daecheong Dam Service Area Korea Selatan

Daecheong Dam Service Area Korea Selatan

Read Full Post »


Sekhah Efiaty, S.Pd.

Universal Studios Singapore dibuka pada bulan Januari 2010, merupakan wahana bermain Universal Studios yang pertama kali dibuka di wilayah Asia Tenggara, dan merupakan yang kedua di wilayah Asia setelah Universal Studios Japan. Taman bermain bertema film-film terkenal Hollywood produksi Universal Studios ini berlokasi di Pulau Sentosa, Singapura.

Pintu Gerbang Universal Studios Singapore

Ada beberapa wahana yang telah dibuka, al. The Lost World, Far and Away, New York, Sci-Fi City, Hollywood Boulevard, Madagascar, Ancient Egypt.

Taman ini juga dilengkapi 30 restoran dan konter makanan, serta 20 kios cendera mata. harga tiket mulai S$ 32 (untuk tiket manula), S$ 48 (anak-anak) S$ 66 (tiket satu hari dewasa) hingga S$ 118 (dewasa, untuk 2 hari kunjungan). Beberapa fasilitas hotel, termasuk Hard Rock Hotel, tersedia di sekitar lokasi wisata berkelas dunia ini.

Sumber:

http://id.wikipedia.org/wiki/Universal_Studios_Singapura

Read Full Post »


Sekhah Efiaty, S.Pd.

Pada dasarnya kemah adalah tempat tinggal darurat, biasanya berupa tenda yang ujungnya hampir menyentuh tanah dibuat dari kain terpal dan sebagainya. Pada saat ini bahan yang digunakan, warna dan bentuk bangunan kemah sudah sangat beragam.

Kegiatan berkemah adalah sebuah kegiatan rekreasi di luar ruangan. Kegiatan ini umumnya dilakukan untuk beristirahat dari ramainya perkotaan, atau dari keramaian secara umum, untuk menikmati keindahan alam. Berkemah biasanya dilakukan dengan menginap di lokasi perkemahan, dengan menggunakan tenda, di bangunan primitif, atau tanpa atap sama sekali.

Berkemah sebagai aktivitas rekreasi mulai populer pada awal abad ke-20. Kegiatan ini juga umumnya disertai dengan kegiatan rekreasi luar ruangan lainnya, seperti mendaki gunung, berenang, memancing, dan bersepeda gunung.

Kegiatan berkemah saat ini sudah sangat beragam tujuannya. Ada yang berkemah sekedar berekreasi untuk mengisi hari libur, ada yang tujuannya mengasah spiritual dengan diisi ISQ, ada yang untuk keakraban antar aggota perkumpulan, ada yang memuat unsur promo bisnis, ada yang untuk menempa fisik, namun yang paling umum dilaksanakan adalah yang diadakan oleh sekolah.

Pada tanggal 18, 19, 20 Juni lalu SMPN 5 Yogyakarta mengadakan kegiatan kemah di Bumi Perkemahan Prambanan. Kemah diikuti oleh siswa kelas 7. Dari seluruh aktivitas yag ada, terlihat sekali ada latihan fisik maupun mental dari para siswa. Di kegiatan ini banyak diperoleh oleh siswa jiwa kepemimpinan, kemandirian, kebersamaan dalam mengatasi masalah, tanggung jawab terhadap diri sendiri maupun kelompok, disiplin, ketaatan pada pimpinan, kepatuhan pada peraturan, dan nilai-nilai sosial lainnya. Dalam hal ini siswa dapat menikmati kegiatan tanpa ada unsur paksaan. Semua menjalankannya dengan riang, karena semua kegiatan pembelajaran ini dilakukan dengan unsur bermain.

Makna dari kegiatan berkemah akan terasa baik langsung maupun untuk masa yang akan datang. Bahkan banyak siswa yang merasakan asyiknya berkemah setelah mereka dewasa dan berpisah satu sama lain. Artinya meskipun capek, peserta kemah akan banyak mendapatkan manfaat untuk kehidupannya kelak di masa yang akan datang.

Oleh karena itu saat ini kegiatan berkemah menjadi salah satu agenda maupun fasilitas komersial dari hotel-hotel maupun biro travel. Mereka melihat peluang bisnis ini untuk memberikan pelayanan bagi mereka yang memiliki jiwa dan hobi petualang dan traveling.

Read Full Post »


S. Efiaty

Kontes Robot Pintar Yogyakarta 2011 yang merupakan kontes robot yang ke-4 kalinya diselenggarakan oleh Taman Pintar Yogyakarta, akan dilaksanakan pada tanggal 23-24 Juli 2011.

Peserta:
Peserta adalah siswa SMP, SMA/K sederajat se-Jawa, Bali dan Sumatera.

Syarat Pendaftaran :
-Pendaftaran Kontes dapat dilakukan mulai tanggal 1 Juni 2011 – 17 Juli 2011 Pukul 08.00 – 15.30 WIB.
-Membawa daftar nama Tim (nama peserta & guru pembimbing).
-Membawa Surat Rekomendasi dari Kepala Sekolah.
-Mengisi Fom Pendaftaran dan Pernyataan kesediaan mematuhi tata tertib kontes.
-Membawa foto berwarna ukuran 3 x 4 (3 buah).
-Biaya pendaftaran sebesar Rp 50.000,- per-Tim.

Rangkaian Kegiatan:
-Pembuatan robot tanggal 1 Juni – 21 Juli 2011
-Karantina Robot tanggal 21 – 22 Juli 2011
-Technical Meeting tanggal 22 Juli 2011
-Pembukaan kontes tanggal 23 Juli 2011
-Kontes Robot Pintar Yogyakarta 2011 tanggal 23-24 Juli 2011

Bagi sekolah yang berminat menjadi peserta KRPY 2011, dapat mendaftar melalui: robotiktamanpintar.blogspot.com atau informasi lebih lanjut silakan menghubungi Seksi Pengembangan Keprograman (0274-583631 ext.3).

Read Full Post »


0leh: Sekhah Efiaty, S.Pd.
Guru Geografi SMP Negeri 5 Yogyakarta

Proses pembelajaran merupakan suatu rangkaian kegiatan yang dilakukan yang berujung dengan adanya perubahan. Proses pembelajaran terjadi pada siapapun, kapanpun, di manapun, dengan cara apapun, melalui indera apapun, dan dalam bentuk apapun. Proses pembelajaran yang terjadi pada dunia pendidikan formal, dapat dilakukan di dalam kelas (indoor) maupun di luar kelas (outdoor).
Pada masa sekarang, proses pembelajaran dimanjakan oleh adanya berbagai fasilitas, sumber dan media pendukung. Komputer dan internet merupakan fasilitas, sumber dan media pendukung pembelajaran yang sedang booming di dunia Pendidikan di Indonesia. Di mana-mana kita sering melihat sekolah-sekolah yang memfasilitasi proses pembelajaran dengan seperangkat media elektronik ini. Banyak sekolah yang menjadi maju dan kemudian difavoritkan oleh masyarakat karena media IT. Sekolah-sekolah ini menjadi unggul karena proses pembelajarannya menggunakan IT dan kemudahannya diakses informasinya melalui IT.
SMP Negeri 5 Yogyakarta merupakan salah satu sekolah di Indonesia yang unggul di bidang IT. Bahkan sekolah ini merupakan satu-satunya SMP di Indonesia yang masuk sebagai anggota ALCoB (APEC Learning Community Builders), yaitu suatu komunitas pembelajaran di bawah naungan APEC (Asia Pacific Economic Cooperation).
Meskipun belum menjadi sekolah yang berbasis E-Learning, namun dalam proses pembelajaran, SMP Negeri 5 Yogyakarta sudah tidak asing dengan dunia IT. Baik siswa maupun guru sebagian besar sudah bisa menggunakan IT, baik di dalam maupun di luar kelas. Banyak guru yang sudah memiliki alamat e-mail yang digunakan untuk komunikasi pembelajaran dengan siswa. Bahkan beberapa guru memanfaatkan Blog sebagai sumber dan media pembelajaran.

A. Blog.
Siapa orangnya yang tidak mengenal Blog. Mendengar nama Blog seperti mendengar nama koran, televisi, radio dan nama-nama lain di mana nama itu sama artinya dengan nama barang kebutuhan manusia sehari-hari. Blog sangat sering disebut. Di sekolah-sekolah, di perkantoran, di mal, kita sudah tidak asing jika seseorang sedang membicarakan tentang Blog. Mungkin tidak hanya membicarakannya, tapi juga sedang berhadapan.
Apa sebenarnya Blog? Blog ibarat catatan harian di era digital. Blog dapat berisi pengalaman ataupun catatan pribadi seseorang maupun suatu perkumpulan. Dengan Blog, seseorang dapat menuliskan apa saja yang dia inginkan, seperti ide, hobi, tulisan ilmiah, pesan, kesan dan apa saja yang ada di dalam pikirannya.
Secara teknis, Blog merupakan website pribadi yang berisi tulisan atau fitur yang selalu diupdate setiap saat oleh pemiliknya. Semakin sering diupdate oleh pemiliknya, maka sebuah Blog akan menjadi semakin menarik untuk dikunjungi, dengan tidak mengesampingkan tampilan dan mutu tulisan yang ada. Oleh karena itu, seorang pemilik Blog atau disebut Blogger, haruslah orang yang mau setiap saat memperbarui (mengupdate) isi Blognya. Untuk memperbanyak isi Blog, ia tidak harus membuat sendiri tetapi bisa link dari Blog milik Blogger yang lain. Bahkan tidak sedikit Blog yang tidak dibuat sendiri oleh pemiliknya tetapi dibuatkan oleh pihak lain.
Tema Blog dibuat sesuai dengan tujuan dari Blogger. Ada Blog yang bernuansa politik, ekonomi, sosial, budaya dan ada juga yang memuat bermacam-macam bidang informasi. Blog yang memiliki tema tertentu saja, biasanya pengunjungnya juga orang-orang yang hanya berminat pada tema tertentu. Sebaliknya untuk Blog yang memuat bermacam-macam bidang informasi, maka pengunjungnya akan lebih beragam dari berbagai kalangan.
Apabila kita ingin memiliki Blog yang notabene gratis, maka kita dapat membuatnya melalui layanan gratis yang sudah disediakan oleh beberapa penyedia blog gratis seperti:
http://www.wordpress.com
http://www.thoughts.com
http://www.multiply.com
http://www.blooger.com

B. Sumber Pembelajaran
Salah satu dari komponen dalam proses pembelajaran adalah adanya sumber pembelajaran. Sumber dalam proses pembelajaran sangat ikut menentukan berlangsungnya proses pembelajaran. Sumber pembelajaran yang kurang menarik akan mengurangi minat dan motivasi siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. Akibatnya siswa menjadi malas mengikuti proses pembelajaran. Jika siswa tidak tertarik mengikuti proses pembelajaran, maka kemungkinan besar kompetensi dan tujuan yang telah dirumuskan dalam rencana pembelajaran tidak akan tercapai. Sebaliknya sumber pembelajaran yang menarik akan membuat siswa malas beranjak dari berlangsungnya proses pembelajaran. Dengan lancarnya proses pembelajaran sudah dapat dijadikan gambaran bakal tercapainya kompetensi dan tujuan yang sudah dirumuskanpun dalam rencana pembelajaran
Menurut Association for Educational Communications and Technology (AECT, 1977), sumber pembelajaran adalah segala sesuatu atau daya yang dapat dimanfaatkan oleh guru, baik secara terpisah maupun dalam bentuk gabungan, untuk kepentingan belajar mengajar dengan tujuan meningkatkan efektivitas dan efisiensi tujuan pembelajaran. Sumber pembelajaran dapat dikelompokan menjadi dua bagian, yaitu :

1. Sumber pembelajaran yang sengaja direncanakan (learning resources

by design), yakni semua sumber yang secara khusus telah dikembangkan

sebagai komponen sistem instruksional untuk memberikan fasilitas

belajar yang terarah dan bersifat formal; dan

2. Sumber pembelajaran yang karena dimanfaatkan (learning resources by
utilization), yakni sumber belajar yang tidak secara khusus didisain untuk
keperluan pembelajaran namun dapat ditemukan, diaplikasikan, dan

dimanfaatkan untuk keperluan belajar, salah satunya adalah media massa.

Sumber pembelajaran juga dapat berupa pengalaman siswa, lingkungan     tempat tinggal, lingkungan sekolah, fenomena sosial maupun fenomena alam yang sedang terjadi. Sebenarnya sumber pembelajaran yang langsung diperoleh siswa itulah yang memiliki makna lebih dari pada  sumber pembelajaran yang sudah disiapkan baik dalam bentuk cetakan maupun digital. Sumber pembelajaran yang langsung dialami oleh siswa  jauh lebih kontekstual. Dari sumber yang ada siswa langsung dapat menyikapi dan mencari solusi apa yang harus dilakukan. Hal ini lebih berkualitas lagi apabila didukung oleh penguasaan konsep yang dimiliki siswa sebagai peserta didik. Penguasaan konsep akan suatu hal dapat diperoleh siswa baik langsung maupun melalui guru sebagai fasilitator.
Konsep suatu materi pembelajaran banyak sumbernya. Pada saat sekarang telah terjadi perubahan paradigma dalam pembelajaran. Guru bukan lagi sebagai satu-satunya sumber pembelajaran atau sumber informasi (teacher centered) melainkan sebagai fasilitator, motivatir, dan menejer dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu keberhasilan proses pembelajaran sangat dipengaruhi oleh semua komponen yang terlibat, terutama keaktifan siswa (student centered).
Kepiawaian guru dalam memenej proses pembelajaran sangat penting. Di antaranya adalah dalam memilih sumber pembelajaran. Sumber pembelajaran yang tidak berupa pengalaman langsung yang dialami siswa dapat diperoleh umumnya dalam bentuk cetakan. Namun demikian pada era digital sekarang ini banyak sekali sumber pembelajaran yang berasal dari media elektronik, baik dari radio, televisi, internet maupun berbentuk program atau software dalam komputer.

C. Media Pembelajaran
Dalam proses pembelajaran diperlukan perantara yang berperan sebagai penghubung antara pebelajar yang satu dengan pebelajar yang lain. Perantara yang dimaksud sering disebut sebagai Media Pembelajaran. Ada beberapa definisi yang berkaitan dengan Media Pembelajaran, yaitu:
1. Briggs (1970)
Media sebagai alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa belajar.
2. Association for Educational Communication Technology / AET (1971)
Media segala bentuk yang dipergunakan untuk proses penyaluran informasi.
3. Hamidjojo (1981)
Media adalah segala bentuk perantara yang dipakai orang untuk menyebarkan ide
sehingga gagasan tersebut sampai pada si penerima.
Pada saat ini, media pembelajaran bukan sekedar sarana yang menyalurkan pesan pembelajaran yang disampaikan guru di dalam kelas, tetapi lebih dari itu, karena siswa di dalam kelas bukan lagi sebagai penerima pesan. Dalam proses pembelajaran, guru dan siswa harus berinteraksi. Interaksi tidak harus secara langsung, terutama apabila proses pembelajaran dilakukan tidak di dalam kelas. Dalam hal ini dibutuhkan perantara yang lebih dikenal sebagai media.
Melihat kedudukan media dalam proses pembelajaran, maka banyak sekali fungsi yang dapat diperoleh dengan adanya media, seperti:
1. memperjelas penyajian pesan dari konsep yang abstrak ke yang konkrit.
2. mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indra karena alasan:
a. Obyek terlalu besar
b. obyek yang terlalu kecil
c. kejadian masa lalu
d. obyek terlalu komplek
e. konsep terlalu luas
3. Mengatasi sikap pasif siswa:
a. menimbulkan gairah belajar
b. interaksi secara langsung antara siswa dan lingkungan
c. siswa belajar mandiri
4. Mengatasi perbedaan dan pengalaman yang berbeda
5. Memberikan pengalaman yang tidak mudah diperoleh
Pada saat ini banyak kita temukan media pembelajaran yang berbeda dengan pada masa lalu. Berdasarkan jenisnya, media pembelajaran dibedakan menjadi:
1. Media Asli dan Media Tiruan
a. Specimen makhluk yang masih hidup:
– akuarium dengan ikan dan tumbuhan
– terracium hewan darat dan tumbuhan
– kebun binatang
– kebun percobaan
b. Specimen makhluk yang sudah mati
– tumbuhan yang sudah dikeringkan
– hewan yang sudah dikeringkan
– kulit hewan yang dikeringkan/ taksidermi

c. Specimen dari benda tak hidup
– batu
– mineral
d. Benda Asli yang bukan makhluk hidup
– kereta api
– radio
– pesawat dll.
2. Media Grafis:
Media grafis adalah ringkasan informasi dengan lukisan, sketsa, kata-kata, symbol,
gambar yang mendekati bentuk aslinya. Media grafis antara lain berupa:
a. Media Bagan (Chart)
– bagan pohon
– akar
– dahan
b. Media Grafik (Grafik Diagram) untuk penyajian data
– Grafik Bidang (padat)
– Grafik Batang (Balok)
– Grafik Gambar
– Grafik Peta
– Grafik Garis
c. Poster
d. Karikatur
e. Media Gambar
f. Media Komik
g. Media Gambar Bersambung
3. Media Bentuk Papan:
a. Papan Tulis
b. Papan Tempel
c. Papan Pameran
4. Media Sorot
a. Sorot Diam
b. Sorot Bergerak
5. Media Dengar (radio, tape recorder)
6. Media Pandang Dengar (televisi, komputer)
7. Media Cetak (Printed Materials)
a. Buku
b. Leaflet
c. Komik
d. Folder
Banyaknya media pembelajaran memudahkan sekaligus menyulitkan kita dalam menetukan pemilihan media mana yang akan kita pakai dalam proses pembelajaran. Namun setidaknya ada beberapa hal yang dapat kita pertimbangkan dalam menentukan penggunaan media dalam proses pembelajaran, agar media yang kita pilih betul-betul sesuai dengan kebutuhan. Prinsip dasar pemilihan media antara lain:
1. Setiap media memiliki lebihan dan kelemahan
2. Pilihlah media yang memang sangat diperlukan
3. Penggunaan media harus dapat mempelakukan siswa secara aktif
4. Sebelum media digunakan harus direncanakan secara matang dalam penyusunan
rencana pelajaran
5. Hindari penggunaan media yang hanya dimaksudkan sebagai selingan atau sekedar
pengisi waktu kosong
6. Harus senantiasa dilakukan persiapan yang cukup sebelum penggunaan media
Selain harus memperhatikan prinsip-prinsip di atas, dalam pemilihan media pembelajaran kita juga harus memperhatikan kriteria yang ada, seperti:
1. Tujuan Pembelajaran
a. Kognitif
b. Afektif
c. Psikomotor
2. Sasaran Pengguna
a. Karakteristik
b. Jumlah
c. Latar belakang
3. Biaya
Biaya yang diperlukan dengan menggunakan media tertentu harus diperhitungkan
apakah terlalu mahal atau terlalu murah untuk disesuaikan dengan tujuan yang
diharapkan
4. Ketersediaan
Media yang akan kita gunakan sudah tersedia atau belum, buat sendiri atau harus beli
5. Kemampuan Media
Media yang kita pilih apakah akan digunakan untuk belajar individual, kelompok kecil,
kelompok besar atau massa
Jika media yang kita pilih belum ada di pasaran maka kita harus berfikir untuk membuatnya. Namun pembuatan media harus mempertimbangkan:
1. Pilih jenis materi yang diperlukan: (apakah video, animasi, teks, dan lain-lain)
2. Keterkaitan isi materi dengan tujuan & aktivitas pembelajaran
3. Materi tidak ketinggalan jaman
4. Materi cukup lengkap, jelas & mudah dipahami oleh siswa
5. Hal-hal yang berkaitan dengan hak cipta
Dalam membuat media, syarat yang harus dipenuhi adalah:
1. Visible (mudah dilihat)
2. Interesting (menarik)
3. Simple (sederhana)
4. Useful (bermanfaat)
5. Accurate (benar)
6. Legitimate (sah, masuk akal)
7. Structure (terstruktur)
Sebelum proses pengadaan media dilakukan, maka sebaiknya kita lakukan analisis kebutuhan media lebih dulu. Berikut contoh lembar analisis kebutuhan media:

Setelah analisis desain media kita buat, selanjutnya kita buat desian pembuatan media dengan format sebagai berikut:
Desain Pembuatan Media Pembelajaran
Mata Pelajaran : IPS-Geografi
Kelas/ Semester : IX/2
Kompetensi Dasar : 1.1 Kemampuan mendeskripsikan Proses Sosialisasi
Materi Pembelajaran : Proses Sosialisasi
Jenis media yang dipilih : VCD/Film
Rancangan media : Membuat film tentang Proses Sosialisasi
Bahan yang diperlukan : -Handycam/camera digital/handphone berkamera
-Komputer
-VCD Player
-CD
Langkah-langkah pembuatan:-Merekam gambar/membuat film
-Mentransfer gambar ke dalam komputer
-Mengedit gambar
-Mengisi suara/narasi ke dalam gambar yang telah diedit
-Mengkopi gambar ke dalam CD
Penerapan dalam pembelajaran:
– Siswa melihat film
– kemudian mendiskusikan sesuai dengan bahan diskusi
yang diberikan oleh guru

D. Blog Sebagai Sumber dan Media Pembelajaran
Jika kita baca uraian di atas, maka Blog yang merupakan barang baru dalam dunia teknologi, sepertinya tidak salah apabila dijadikan sebagai salah satu alternatif pilihan sumber dan media pembelajaran. Blog yang dibuat oleh seorang guru dapat diisi berbagai hal yang berkaitan dengan bidang tugasnya, seperti::
1. Makna UUD 1945 dalam dunia pendidikan dan Undang-Undang Sisdiknas
2. Kurikulum yang berlaku saat ini
3. Silabus yang telah disesuaikan dengan kebutuhan
4. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
5. Catatan selama proses pembelajaran. Catatan ini dapat dijadikan bahan penyusunan
Karya Ilmiah
6. Bahan ajar yang disesuaikan dengan mata pelajaran yang diampu
7. Contoh soal untuk latihan siswa
8. Kuis yang berkaitan dengan mata pelajaran yang diajarkan
dan hal-hal lain yang berkaitan dengan dunia pendidikan. Semua yang ditayangkan dalam Blog seorang guru, selain dapat dijadikan sumber belajar dalam proses pembelajaran, juga dapat dijadikan media yang menghubungkan siswa dan guru dalam proses pembelajaran. Bahkan dengan Blog tersebut, guru tidak hanya dapat melaksanakan E-Learning (pembelajaran dengan media elektronika) tetapi bahkan juga mampu melaksanakan M-learning (Mobile Learning), yakni sistim pembelajaran yang dapat dilakukan di manapun melalui media Hand Phone dan sejenisnya yang terhubung dengan jaringan internet. Apabila sudah ada kesepakatan dengan siswa tentang media ini, maka kita akan lebih mudah melaksanakan proses pembelajaran. Bahkan pengumuman hasil ulanganpun dapat disampaikan melalui Blog. Namun demikian apabila siswa merasa terganggu dengan ditayangkannya nilai hasil ulangan di dalam Blog, maka kita tidak usah melakukannya. Oleh karena itu sebelum media ini digunakan, maka alangkah baiknya jika ada kesepakatan lebih dulu. Melalui pembiasaan seperti ini, kita akan dibiasakan dengan budaya terbuka. Hal ini dapat melatih sedikit demi sedikit kebiasaan siswa untuk terbiasa menerima kenyataan tentang hasil belajarnya, yang merupakan alat evaluasi terhadap usaha yang harus dilakukan kemudian.
Apabila ada waktu luang, alangkah baiknya jika seorang guru mulai melirik media ini sebagai sumber dan media dalam proses pembelajaran.
Selamat Ngeblog ….!!!!
Selamat jadi Guru Go-Blog ………

DAFTAR PUSTAKA
Djumali, H. 2008. Modul Perencanaan Pembelajaran. Surakarta: Laboratorium
Microteaching 1 FKIP UMS.
Mulyasa, E. 2007. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Bandung: Remaja
Rosdakarya.
———2005.Bahan Diklat Jenjang Dasar Guru Geografi SMP Tingkat Nasional. Malang
http://Pengertian Bahan Ajar « CARI ILMU ONLINE BORNEO.htm
http://wikipedia.org/wiki/blog.htm
http://www.missevi.wordpress.com

Read Full Post »

Older Posts »