Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Moda Kombinasi’ Category


Sekhah Efiaty, M.Pd.

Musyawarah Guru Bimbingan dan Penyuluhan Kota Yogyakarta, yang dimotori oleh Ibu Endang, telah mengadakan pelatihan Moda Daring pada tanggal 28 September 2016. Pelatihan dilaksanakan di SMP Negeri 5 Yogyakarta menempati ruang Laboratorium Serba Guna. Pengurus dan anggota yang hadir sebanyak 60an orang terlihat sangat antusias. Sebagai pemandu acara adalah Bapak Supardi, Kepala Sekolah SMP Islam Indonesia Yogyakarta. igi-bk

Pelatihan diawali dengan pembukaan oleh Pembawa Acara dengan salam dan doa pembukaan, kemudian dilanjutkan sambutan Ketua MGBP. Ketua MGMP menjelaskan bahwa sebenarnya beberapa waktu yang lalu, MGBP sudah pernah diundang oleh IGI Kota Yogyakarta untuk mengikuti pelatihan serupa. Namun demikian karena saat itu belum terpikirkan tentang kebutuhan pelatihan Moda Daring bagi anggota MGBP, maka penawaran tersebut kurang diperhatikan. Setelah para anggota banyak yang meminta untuk diadakan pelatihan Moda Daring, maka Ketua MGBP cepat menanggapinya dan segera menghubungi IGI Kota Yogyakarta. Bidang pelatihanpun menyambut baik keinginan MGBP dan menerima permintaan tersebut.

Acara dilanjutkan pengarahan dari Kepala Sekolah tuan rumah. Menurut Kepala Sekolah SMP Negeri 5 Yogyakarta yang diwakili oleh Wakil Kepala Sekolah Urusan Kurikulum, Sujiyana, S.Pd., M.Pd., pelatihan Moda Daring merupakan pelatihan yang sangat bermanfaat. Akhir-akhir ini para guru telah mengetahui apa yang harus dilakukan setelah pengumuman nilai UKG. Diharapkan setelah pelatihan Moda Daring para guru akan menjadi lebih familier ketika guru tersebut mengikuti pelatihan Moda Daring yang sesungguhnya yang diselenggarakan oleh pemerintah.

Pelatihan Moda Daring MGBP Kota Yogyakarta didampingi oleh IGI Kota Yogyakarta, yang mengirimkan tiga pengurusnya, Amk. Affandi, S.Pd., Sekhah Efiaty, M.Pd., serta Nurul Hidayati, S.Pd. Di dalam pembukaannya, Amk. Affandi mengungkapkan bahwa IGI akan membuka kran Moda Daring dan menutupnya kembali. Sementara untuk konten dari aplikasi Moda Daring dipelajari sendiri oleh anggota MGBP. Ditambahkan pula agar peserta mempelajari ikon yang ada pada aplikasi, sebab setiap ikon mempunyai fungsi yang berbeda. Peserta tidak boleh takut membuka setiap menu yang ada, sebab masih dalam taraf belajar, sehingga tidak perlu takut terjadi kesalahan. Justru dengan berani membuka setiap menu, maka setiap peserta akan lebih tahu isi menu yang ada.

Ketika acara inti sudah dimulai, peserta terlihat makin penasaran dengan aplikasi Moda Daring. Namun demikian Sekhah Efiaty sebagai pemandu mengantarkan tentang Moda Daring dari hasil UKG tahun 2015 yang tertera di dalam Neraca Pendidikan DIY (NPD) dan Neraca Pendidikan Kota Yogyakarta (NPK). Berdasarkan NPD dan NPK, nilai UKG nasional tahun 2015 rata-rata adalah 56,69. Nilai UKG tersebut rata-rata tertinggi diraih oleh Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, yakni 67,02. Di DIY sendiri, nilai tertinggi diperoleh Kota Yogyakarta yang mencapai rata-rata 67, 02. Nilai UKG yang ada kemudian dimasukkan ke dalam rapor elektronik masing-masing guru. Melihat hasil UKG inilah maka pemerintah kemudian mengelompokkan perolehan nilai UKG menjadi beberapa kelompok. Bagi guru yang tidak memiliki nilai merah, maka didiklat menjadi Narasumber. Guru yang rapor merahnya nol hingga dua, didiklat menjadi Instruktur Nasional. Sedangkan yang nilai merah rapornya lebih dari dua, dikelompokkan menjadi 3 kelompok Guru Pembelajar. Masing-masing kelompok akan mendapatkan pelatihan  dengan Moda Daring, Moda Kombinasi, dan Moda Tatap Muka. img-20160928-wa0058

Pelatihan yang diadakan oleh MGBP adalah mencoba menggunakan Moda Daring. Di dalam pelatihan Moda Daring, para guru mendapatkan pelatihan dengan sistem Dalam Jaringan atau disingkat Daring (online). Di dalam pelatihan tersebut peranan dari akses internet sangat penting. Apalagi jika peserta mengandalkan jaringan yang ada di ruangan tersebut. Sangat beruntung bagi peserta yang membawa modem ataupun Handphone, sebab bisa lebih mudah mengakses internet. Pelatihan dilaksanakan secara perlahan tahap demi tahap. Aplikasi yang digunakan adalah aplikasi yang diberikan saat Instruktur Nasional mendapatkan pelatihan. Jadi bukan aplikasi yang sesungguhnya yang akan dihadapi saat peserta memdapatkan diklat yang sesungguhnya. Namun demikian karena aplikasi tersebut hampir sama maka tidak percuma apabila diberikan untuk pelatihan.

Pelatihan pemanfaatan aplikasi Moda Daring dilakukan secara menyeluruh pada satu Kelompok Kompetensi. Menu yang dibuka mulai dari Sesi Pendahuluan hingga Sesi Penutup. Amk. Affandi dan Sekhah Efiaty memandu dengan tekun langkah demi langkah. Sekhah Efiaty bertugas menjelaskan langkah-langkah pemanfaatan aplikasi, sementara Amk. Affandi memandu peserta satu persatu. Kegiatan diakhiri setelah berlangsung pelatihan selama 3,5 jam. Meskipun tidak dapat tuntas, setidaknya peserta telah mengenal aplikasi Moda Daring dari Sesi Pendahuluan hingga Sesi Penutup.

 

 

 

Iklan

Read Full Post »