Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Uncategorized’ Category


Berita menyusul…

20170717_154445[1].jpg

20170718_101122[1]

20170718_084728[1].jpg

20170719_091855[1].jpg

 

Modul:

  1. IPS SMP KK A 
  2. IPS SMP KK B
  3. IPS SMP KK C 
  4. IPS SMP KK D
  5. IPS SMP KK E
  6. IPS SMP KK F
  7. IPS SMP KK G
  8. IPS SMP KK H
  9. IPS SMP KK I
  10. IPS SMP KK J 

 

Materi Ppt

  1. Pedoman PKB
  2. Juknis Program Pembinaan Karier Guru
  3. PPK
  4. Paparan Konsep PPK
  5. Pengembangan Soal
  6. Materi Modul Pedagogik
  7. Materi Modul Profesional
  8. Strategi Fasilitasi Moda TM
  9. Strategi fasilitasi kelas daring
  10. Simulasi Fasilitasi Moda TM
  11. simulasi fasilitasi kelas daring dan simulasi TM
  12. Penyusunan RTL

Read Full Post »

Sumber Daya Alam


Sumber daya alam (biasa disingkat SDA) adalah segala sesuatu yang berasal dari alam yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Yang tergolong di dalamnya tidak hanya komponen biotik, seperti hewan, tumbuhan, dan mikroorganisme, tetapi juga komponen abiotik, seperti minyak bumi, gas alam, berbagai jenis logam, air, dan tanah. Inovasi teknologi, kemajuan peradaban dan populasi manusia, serta revolusi industri telah membawa manusia pada era eksploitasi sumber daya alam sehingga persediaannya terus berkurang secara signifikan, terutama pada satu abad belakangan ini. Sumber daya alam mutlak diperlukan untuk menunjang kebutuhan manusia, tetapi sayangnya keberadaannya tidak tersebar merata dan beberapa negara seperti Indonesia, Brasil, Kongo, Maroko, dan berbagai negara di Timur Tengah memiliki kekayaan alam hayati atau nonhayati yang sangat berlimpah. Sebagai contoh, negara di kawasan Timur Tengah memiliki persediaan gas alam sebesar sepertiga dari yang ada di dunia dan Maroko sendiri memiliki persediaan senyawa fosfat sebesar setengah dari yang ada di bumi. Akan tetapi, kekayaan sumber daya alam ini seringkali tidak sejalan dengan perkembangan ekonomi di negara-negara tersebut.

Pada umumnya, sumber daya alam berdasarkan sifatnya dapat digolongkan menjadi SDA yang dapat diperbaharui dan SDA tak dapat diperbaharui. SDA yang dapat diperbaharui adalah kekayaan alam yang dapat terus ada selama penggunaannya tidak dieksploitasi berlebihan. Tumbuhan, hewan, mikroorganisme, sinar matahari, angin, dan air adalah beberapa contoh SDA terbaharukan. Walaupun jumlahnya sangat berlimpah di alam, penggunannya harus tetap dibatasi dan dijaga untuk dapat terus berkelanjutan. SDA tak dapat diperbaharui adalah SDA yang jumlahnya terbatas karena penggunaanya lebih cepat daripada proses pembentukannya dan apabila digunakan secara terus-menerus akan habis. Minyak bumi, emas, besi, dan berbagai bahan tambang lainnya pada umumnya memerlukan waktu dan proses yang sangat panjang untuk kembali terbentuk sehingga jumlahnya sangat terbatas., minyak bumi dan gas alam pada umumnya berasal dari sisa-sisa hewan dan tumbuhan yang hidup jutaan tahun lalu, terutama dibentuk dan berasal dari lingkungan perairan.Perubahan tekanan dan suhu panasselama jutaaan tahun ini kemudian mengubah materi dan senyawa organik tersebut menjadi berbagai jenis bahan tambang tersebut.

Daya dukung lingkungan

Kemampuan lingkungan untuk mendukung perikehidupan semua makhluk hidup yang meliputi ketersediaan sumber daya alam untuk memenuhi kebutuhan dasar dan tersedianya cukup ruang untuk hidup pada tingkat kestabilan sosial tertentu disebut daya dukung lingkungan. Keberadaan sumber daya alam di bumi tidak tersebar merata sehingga daya dukung lingkungan pada setiap daerah akan berbeda-beda. Oleh karena itu, pemanfaatannya harus dijaga agar terus berkesinambungan dan tindakan eksploitasi harus dihindari. Pemeliharaan dan pengembangan lingkungan hidup harus dilakukan dengan cara yang rasional antara lain sebagai berikut:

  1. Memanfaatkan sumber daya alam yang dapat diperbaharui dengan hati-hati dan efisien, misalnya: air, tanah, dan udara.
  2. Menggunakan bahan pengganti, misalnya hasil metalurgi (campuran).
  3. Mengembangkan metode penambangan dan pemrosesan yang lebih efisien serta dapat didaur ulang.
  4. Melaksanakan etika lingkungan dengan menjaga kelestarian alam.

Sumber daya alam di Indonesia

Indonesia merupakan negara dengan tingkat biodiversitas tertinggi kedua di dunia setelah Brasil. Fakta tersebut menunjukkan tingginya keanekaragaman sumber daya alam hayati yang dimiliki Indonesia dan hal ini, berdasarkan Protokol Nagoya, akan menjadi tulang punggung perkembangan ekonomi yang berkelanjutan (green economy). Protokol Nagoya sendiri merumuskan tentang pemberian akses dan pembagian keuntungan secara adil dan merata antara pihak pengelola dengan negara pemilik sumber daya alam hayati, serta memuat penjelasan mengenai mekanisme pemanfaatan kekayaan sumber daya alam tersebut. Kekayaan alam di Indonesia yang melimpah terbentuk oleh beberapa faktor, antara lain:

  • Dilihat dari sisi astronomi, Indonesia terletak pada daerah tropis yang memiliki curah hujan yang tinggi sehingga banyak jenis tumbuhan yang dapat hidup dan tumbuh dengan cepat.
  • Dilihat dari sisi geologi, Indonesia terletak pada titik pergerakan lempeng tektonik sehingga banyak terbentuk pegunungan yang kaya akan mineral.
  • Daerah perairan di Indonesia kaya sumber makanan bagi berbagai jenis tanaman dan hewan laut, serta mengandung juga berbagai jenis sumber mineral.

Tingginya tingkat biodiversitas Indonesia ditunjukkan dengan adanya 10% dari tanaman berbunga yang dikenal di dunia dapat ditemukan di Indonesia, 12% dari mamalia, 16% dari hewan reptil, 17% dari burung, 18% dari jenis terumbu karang, dan 25% dari hewan laut. Di bidang agrikultur, Indonesia juga terkenal atas kekayaan tanaman perkebunannya, seperti biji coklat, karet, kelapa sawit, cengkeh, dan bahkan kayu yang banyak diantaranya menempati urutan atas dari segi produksinya di dunia.

Sumber daya alam di Indonesia tidak terbatas pada kekayaan hayatinya saja. Berbagai daerah di Indonesia juga dikenal sebagai penghasil berbagai jenis bahan tambang, seperti petroleum, timah, gas alam, nikel, tembaga, bauksit, timah, batu bara, emas, dan perak. Di samping itu, Indonesia juga memiliki tanah yang subur dan baik digunakan untuk berbagai jenis tanaman. Wilayah perairan yang mencapai 7,9 juta km2 juga menyediakan potensi alam yang sangat besar.

Sumber daya alam dan pertumbuhan ekonomi

Sumber daya alam dan tingkat perekonomian suatu negara memiliki kaitan yang erat, dimana kekayaan sumber daya alam secara teoretis akan menunjang pertumbuhan ekonomi yang pesat. Akan tetapi, pada kenyataannya hal tersebut justru sangat bertentangan karena negara-negara di dunia yang kaya akan sumber daya alamnya seringkali merupakan negara dengan tingkat ekonomi yang rendah. Kasus ini dalam bidang ekonomi sering pula disebut Dutch disease. Hal ini disebabkan negara yang cenderung memiliki sumber pendapatan besar dari hasil bumi memiliki kestabilan ekonomi sosial yang lebih rendah daripada negara-negara yang bergerak di sektor industri dan jasa. Di samping itu, negara yang kaya akan sumber daya alam juga cenderung tidak memiliki teknologi yang memadai dalam mengolahnya. Korupsi, perang saudara, lemahnya pemerintahan dan demokrasi juga menjadi faktor penghambat dari perkembangan perekonomian negara-negara terebut.[7] Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan pembenahan sistem pemerintahan, pengalihan investasi dan penyokongan ekonomi ke bidang industri lain, serta peningkatan transparansi dan akuntabilitas dalam pemberdayaan sumber daya alam.[16] Contoh negara yang telah berhasil mengatasi hal tersebut dan menjadikan kekayaan alam sebagai pemicu pertumbuhan negara adalah Norwegia dan Botswana.[16]

Pemanfaatan sumber daya alam[sunting | sunting sumber]

Sumber daya alam memiliki peranan dalam pemenuhan kebutuhan manusia.[1] Untuk memudahkan pengkajiannya, pemanfaatan SDA dibagi berdasarkan asalnya, yaitu SDA hayati dan nonhayati.

Sumber daya alam hayati[sunting | sunting sumber]

adalah Sumber Daya Alam yang berasal dari mahluk hidup, atau berhubungan dengan mahluk hidup

Tumbuhan[sunting | sunting sumber]

Tumbuhan merupakan sumber daya alam yang sangat beragam dan melimpah.[2] Organisme ini memiliki kemampuan untuk menghasilkan oksigen dan pati melalui proses fotosintesis.[2] Oleh karena itu, tumbuhan merupakan produsen atau penyusun dasar rantai makanan.[2] Eksploitasi tumbuhan yang berlebihan dapat mengakibatkan kerusakan bahkan kepunahan dan hal ini akan berdampak pada rusaknya rantai makanan.[2] Kerusakan yang terjadi karena punahnya salah satu faktor dari rantai makanan akan berakibat punahnya konsumen tingkat di atasnya.[2] Pemanfaatan tumbuhan oleh manusia diantaranya:

Pertanian dan perkebunan[sunting | sunting sumber]

Indonesia dikenal sebagai negara agraris karena sebagian besar penduduk Indonesia mempunyai pencaharian di bidang pertanian atau bercocok tanam.[17] Data statistik pada tahun 2001 menunjukkan bahwa 45% penduduk Indonesia bekerja di bidang agrikultur.[18] Hal ini didasarkan pada kenyataan bahwa negara ini memiliki lahan seluas lebih dari 31 juta ha yang telah siap tanam, dimana sebagian besarnya dapat ditemukan di Pulau Jawa.[18] Pertanian di Indonesia menghasilkan berbagai macam tumbuhan komoditi ekspor, antara lain padi, jagung, kedelai, sayur-sayuran, cabai, ubi, dan singkong.[18]Di samping itu, Indonesia juga dikenal dengan hasil perkebunannya, antara lain karet (bahan baku ban), kelapa sawit(bahan baku minyak goreng), tembakau (bahan baku obat dan rokok), kapas (bahan baku tekstil), kopi (bahan minuman), dan tebu (bahan baku gula pasir).[18]

Hewan, peternakan, dan perikanan[sunting | sunting sumber]

Sumber daya alam hewan dapat berupa hewan liar maupun hewan yang sudah dibudidayakan.[2] Pemanfaatannya dapat sebagai pembantu pekerjaan berat manusia, seperti kerbau dan kuda atau sebagai sumber bahan pangan, seperti unggasdan sapi. Untuk menjaga keberlanjutannya, terutama untuk satwa langka, pelestarian secara in situ dan ex situ terkadang harus dilaksanakan.[2] Pelestarian in situ adalah pelestarian yang dilakukan di habitat asalnya, sedangkan pelestarian ex situ adalah pelestarian dengan memindahkan hewan tersebut dari habitatnya ke tempat lain.[2] Untuk memaksimalkan potensinya, manusia membangun sistem peternakan, dan juga perikanan, untuk lebih memberdayakan sumber daya hewan.[2]

Sumber daya alam nonhayati[sunting | sunting sumber]

Ialah sumber daya alam yang dapat diusahakan kembali keberadaannya dan dapat dimanfaatkan secara terus-menerus, contohnya: air, angin, sinar matahari, dan hasil tambang.[2]

Air[sunting | sunting sumber]

Sumber daya alam, air.

Sumber daya alam, angin.

Sumber daya alam, tanah.

Air merupakan salah satu kebutuhan utama makhluk hidup dan bumi sendiri didominasi oleh wilayah perairan.[19] Dari total wilayah perairan yang ada, 97% merupakan air asin (wilayah laut, samudra, dll.) dan hanya 3% yang merupakan air tawar (wilayah sungai, danau, dll.).[20]Seiring dengan pertumbuhan populasi manusia, kebutuhan akan air, baik itu untuk keperluan domestik dan energi, terus meningkat.[19] Air juga digunakan untuk pengairan, bahan dasar industri minuman, penambangan, dan aset rekreasi.[19] Di bidang energi, teknologi penggunaan air sebagai sumber listrik sebagai pengganti dari minyak bumi telah dan akan terus berkembang karena selain terbaharukan, energi yang dihasilkan dari air cenderung tidak berpolusi dan hal ini akan mengurangi efek rumah kaca.[19]

Angin[sunting | sunting sumber]

Pada era ini, penggunaan minyak bumi, batu bara, dan berbagai jenis bahan bakar hasil tambang mulai digantikan dengan penggunaan energi yang dihasilkan oleh angin.[1] Angin mampu menghasilkan energi dengan menggunakan turbin yang pada umumnya diletakkan dengan ketinggian lebih dari 30 meter di daerah dataran tinggi.[1] Selain sumbernya yang terbaharukan dan selalu ada, energi yang dihasilkan angin jauh lebih bersih dari residu yang dihasilkan oleh bahan bakar lain pada umumnya.[1] Beberapa negara yang telah mengaplikasikan turbin angin sebagai sumber energi alternatif adalah Belanda dan Inggris.[1]

Tanah[sunting | sunting sumber]

Tanah adalah komponen penyusun permukaan bumi .Tanah termasuk salah satu sumber daya alam nonhayati yang penting untuk menunjang pertumbuhan penduduk dan sebagai sumber makanan bagi berbagai jenis makhluk hidup.[21] Pertumbuhan tanaman pertanian dan perkebunan secara langsung terkait dengan tingkat kesuburan dan kualitas tanah.[21] Tanah tersusun atas beberapa komponen, seperti udara, air, mineral, dan senyawa organik.[21]Pengelolaan sumber daya nonhayati ini menjadi sangat penting mengingat pesatnya pertambahan penduduk dunia dan kondisi cemaran lingkungan yang ada sekarang ini.[21]

Hasil tambang[sunting | sunting sumber]

Sumber daya alam hasil penambangan memiliki beragam fungsi bagi kehidupan manusia, seperti bahan dasar infrastruktur, kendaraan bermotor, sumber energi, maupun sebagai perhiasan. Berbagai jenis bahan hasil galian memiliki nilai ekonomi yang besar dan hal ini memicu eksploitasi sumber daya alam tersebut.[22] Beberapa negara, seperti Indonesia dan Arab, memiliki pendapatan yang sangat besar dari sektor ini.[22] Jumlahnya sangat terbatas, oleh karena itu penggunaannya harus dilakukan secara efisein.[1] Beberapa contoh bahan tambang dan pemanfaatannya:

Minyak bumi
  • Avtur untuk bahan bakar pesawat terbang;
  • Bensin untuk bahan bakar kendaraan bermotor;
  • Minyak tanah untuk bahan baku lampu minyak;
  • Solar untuk bahan bakar kendaraan diesel;
  • LNG (Liquid Natural Gas) untuk bahan bakar kompor gas;
  • Oli ialah bahan untuk pelumas mesin;
  • Vaselin ialah salep untuk bahan obat;
  • Parafin untuk bahan pembuat lilin; dan
  • Aspal untuk bahan pembuat jalan (dihasilkan di Pulau Buton)[23]
Batu Bara
dimanfaatkan untuk bahan bakar industri dan rumah tangga.
Bijih besi
Untuk peralatan rumah tangga, pertanian dan lain-lain
Tembaga
merupakan jenis logam yang berwarna kekuning-kuningan, lunak dan mudah ditempa.
Bauksit
Sebagai bahan dasar pembuatan alumunium.
Emas dan Perak
untuk perhiasan
Marmer
Untuk bahan bangunan rumah atau gedung
Belerang
Untuk bahan obat penyakit kulit dan korek api
Yodium
Untuk obat dan peramu garam dapur beryodium
Nikel
Untuk bahan pelapis besi agar tidak mudah berkarat.
Gas alam
Untuk bahan bakar kompor gas
Mangan
Untuk pembuatan pembuatan besi baja
Grafit
Bermanfaat untuk membuat pensil, dan bahan pembuatan baterai

Read Full Post »


IMG_20160727_171908.jpg  IMG_20160727_172231.jpg

IMG_20160727_172332.jpg IMG_20160727_172429.jpg

IMG_20160727_172614.jpg  batang.jpg

 

Read Full Post »


Sekhah Efiaty, M.Pd.

moda daring

Pelatihan INAS IPS yang dilaksanakan selama sepuluh hari di Solo menghasilkan materi yang sangat bermanfaat bagi peserta pelatihan. Materi disusun oleh beserta secara individu maupun kelompok. Materi ini nantinya akan dibawa pulang oleh peserta ke daerah masing-masing untuk diimplementasikan di lapangan. Banyak materi yang dihasilkan, antara lain sebagai berikut:

  1. panduan-simulasi-moda-daring-modul-e-3
  2. Pengantar Ilmu Geografi
  3. Struktur Program, Metode dan Jadwal
  4. Peran Petugas dalam Moda Daring
  5. Pendekatan Andragogi
  6. Fitur Dalam Pembelajaran Guru Pembelajar
  7. Kajian Modul Pedagogik Modul D
  8. Kajian Modul Pedagogik Modul G
  9. Kajian Modul Profesional Modul D
  10. Kajian Modul Profesional Modul G
  11. Temuan dan Kendala
  12. Kisi-kisi dan Contoh Soal Modul D
  13. Laporan INAS IPS 2016

Read Full Post »


Sekhah Efiaty, M.Pd.

foto diklatPada halaman ini saya bagikan Materi Pelatihan Instruktur Nasional Program Peningkatan Kompetensi Guru Pembelajar. Pelatihan dilaksanakan di Pose In Hotel Solo pada tanggal 19 hingga 28 Juli 2016. Peserta yang mengikuti kegiatan ini secara nasional berjumlah 4.688 orang guru yang memenuhi kriteria sebagai Instruktur nasional berdasarkan hasil UKG tahun 2015 dan guru yang telah mendapatkan sertifikasi guru. Guru yang menjadi sasaran kegiatan adalah guru PPKn dan IPS pada jenjang SMP dan SMA/SMK yang mengampu beberapa mata pelajaran di antaranya mata pelajaran IPS SMP, PPKn SMP, PPKn SMA, Sejarah SMA, Geografi SMA, Ekonomi SMA, Sosiologi SMA, PPKn SMK. Karena pesertanya cukup banyak, maka pelatihan dibagi menjadi beberapa tahap dan zona. Berikut materi yang dibahas di dalam pelatihan:

  1. PEDOMAN UMUM GP
  2. Draft Final Juknis GP Moda Tatap Muka
  3. Draft Final Juknis GP Moda Daring
  4. Pendekatan Andragogi dalam Guru Pembelajar
  5. Buku Pegangan Pelatihan Instruktur Nasional
  6. Kriteria Pengembangan Butir Soal
  7. SKG BK. Permen 27-tahun-200807a. Kriteria Pengembangan Butir Soal
  8. SKG Mapel. Permen 16-tahun-2007-dan-lampiran
  9. PPT 03a Petunjuk Teknis Pelaksanaan GP Moda Tatap Muka
  10. PPT 03b.1 Petunjuk Teknis Pelaksanaan GP Moda Daring
  11. PPT 03b.2 Penilaian terhadap peserta, pengampu dan evaluasi penyelenggaraan
  12. 04.a Penggunaan Dasar Komputer
  13. 04.b Pengenalan Internet
  14. PPT 05. Pendekatan Andragogi
  15. 06a. Fitur GP daring
  16. 06b. Kajian dan Simulasi Penggunaan Modul GP (Materi Pedagogik)
  17. 06c. Kajian dan Simulasi Penggunaan Modul GP (Profesional)
  18. 06d. Simulasi Peran
  19. 07. Pengembangan Butir Soal
  20. 08. Penyusunan RTL
  21. LK-3b.1. Model Pembimbingan GP-D
  22. LK-3b.2. Mekanisme pelaksanaan GP-D moda kombinasi
  23. LK-3b.3. Peran Petugas dalam Moda GP Daring
  24. LK-3b.4. Komponen Pelaksanaan GP Daring
  25. LK 05. Pendekatan Andragogi
  26. LK-6a. struktur pembelajaran modul daring
  27. LK-6b1 Kajian Modul Pedagogik REV
  28. LK-6b2 Kajian Modul Kompetensi Pedagogik GP-D REV
  29. LK-6b2 Kajian Modul Kompetensi Pedagogik GP-D
  30. LK-6c1 Kajian Modul Profesional REV
  31. LK-6c2 Kajian Modul Kompetensi Profesional GP-D REV
  32. LK-6c2 Kajian Modul Kompetensi Profesional GP-D
  33. LK-6d Temuan dan Kendala
  34. 07. LK Pengembangan Butir Soal oleh NS IN GP 2016
  35. 07b. Format Penulisan Butir Soal oleh NS IN GP 2016
  36. 07c. Contoh butir soal yg disimak
  37. 8. Rencana Tindak Lanjut
  38. HO Tips bagi pelatih
  39. Langkah Skenario
  40. IPS SMP KELOMPOK KOMPETENSI A
  41. IPS SMP KELOMPOK KOMPETENSI B
  42. IPS SMP KELOMPOK KOMPETENSI C
  43. IPS SMP KELOMPOK KOMPETENSI D
  44. IPS SMP KELOMPOK KOMPETENSI E
  45. IPS SMP KELOMPOK KOMPETENSI EIPS SMP KELOMPOK KOMPETENSI F
  46. IPS SMP KELOMPOK KOMPETENSI G
  47. IPS SMP KELOMPOK KOMPETENSI GIPS SMP KELOMPOK KOMPETENSI H
  48. IPS SMP KELOMPOK KOMPETENSI I
  49. IPS SMP KELOMPOK KOMPETENSI J

 

Read Full Post »


Permendikbud baru No. 20, 21, 22, dan 23 Tahun 2016 tentang Standar Kompetensi Lulusan, Standar Isi, Standar Proses dan Standar Penilaian

via Permendikbud No. 20, 21, 22, dan 23 Tahun 2016 tentang Standar Kompetensi Lulusan, Standar Isi, Standar Proses dan Standar Penilaian — tentang PENDIDIKAN

Read Full Post »


Sekhah Efiaty, M.Pd.

Iklim adalah kondisi rata-rata cuaca berdasarkan waktu yang panjang untuk suatu lokasi di bumi atau planet lain. Studi tentang iklim dapat dipelajari dalam klimatologi. Iklim di suatu tempat di bumi dipengaruhi oleh letak astronomis, letak geografis, dan kondisi topografi tempat tersebut.
Letak astronomis akan menyebabkan klasifikasi iklim matahari, letak geografis dan kondisi topografi akan menyebabkan klasifikasi iklim fisik. Perbedaan letak astronomis, letak geografis dan kondisi topografi akan menyebabkan perbedaan unsur-unsur pembentuk iklim. Unsur-unsur terbentuknya ikilim adalah intensitas penyinaran  matahari, suhu, kelembapan udara, angin, tekanan udara, curah hujan dan awan.
Meskipun perbedaan iklim sangat dipengaruhi oleh unsur-unsur alam seperti disebut di atas, ternyata aktivitas manusia juga berpengaruh terhadap perbedaan iklim, terutama di dalam perubahan iklim di suatu tempat. Banyak orang berpendapat bahwa suhu kota Bandung pada masa lalu berbeda dengan masa kini. Malang yang dulu sangat sejuk, kini berubah menjadi hangat seperti kota-kota lain yang berada di daerah yang lebih rendah.
Perubahan ini disebabkan oleh aktivitas pembakaran hutan (dengan sengaja untuk membuka lahan pemukiman atau budidaya), asap pabrik, asap kendaraan bermotor dan aktivitas lainnya.
Makin banyak jumlah jumlah penduduk, maka makin bertambah juga lahan yang dibutuhkan untuk tempat tinggal, bertani dan berkebun. Selain itu makin banyak juga jumlah pabrik dan kendaraan untuk memenuhi kebutuhan penduduk. Jadi, pertumbuhan penduduk secara langsung dan tidak langsung berpengaruh terhadap perubahan iklim di muka bumi.
Perubahan iklim yang terjadi di Indonesia umumnya ditandai adanya perubahan temperatur rerata harian, pola curah hujan, tinggi muka laut, dan variabilitas iklim (misalnya El Niño dan La Niña, Indian Dipole, dan sebagainya). Perubahan ini memberi dampak serius terhadap berbagai sektor di Indonesia, misalnya kesehatan, pertanian, perekonomian, dan lain-lain.
bersambung…

Read Full Post »

Older Posts »