Feeds:
Pos
Komentar

Posts Tagged ‘sekhah efiaty’


Sekhah Efiaty, M.Pd.

MGMP IPS Kota Yogyakarta selalu saja mengadakan aktivitas kekinian. Tidak hanya yang menyangkut pendalaman materi IPS, akan tetapi juga mengikuti perkembangan dan kebutuhan anggotanya. Aktivitas dilakukan tidak hanya saat ada bantuan dana dari pemerintah, tetapi juga menggunakan dana mandiri. Para anggota tidak pernah keberatan apabila harus ada kontribusi, dimana penggunaan dananya akan kembali kepada anggota itu sendiri. Penggunaan dana dialokasikan untuk membeli konsumsi peserta, sebagian dialokasikan untuk jasa kebersihan, dan apabila ada sisa anggaran maka akan dimasukkan ke dalam kas MGMP, yang dikelola oleh bendahara, Ibu Rimawati dari SMP Negeri 15 Yogyakarta.

Jpeg

Suasana pelatihan Moda Daring MGMP IPS Kota Yogyakarta

Seperti halnya kemarin pada tanggal 23 September, MGMP IPS yang dimotori oleh Bapak Sumarjo dari SMP Negeri 9 ini, berhasil mengumpulkan anggotanya hingga sekitar 80 orang. Para anggota MGMP dengan tekun mengadakan pelatihan Moda Daring. Diklat Moda Daring Mata Pelajaran IPS SMP yang sesungguhnya belum dimulai untuk kota Yogyakarta. Ketua MGMP IPS Kota Yogyakarta berharap, dengan pelatihan tersebut maka pada saat diklat yang sesungguhnya, para anggota  sudah familier dengan aplikasi yang ada, sehingga tidak grogi lagi.

Sekedar untuk diketahui, bahwa Kota Yogyakarta beberapa waktu yang lalu telah mengirimkan enam guru IPS untuk mengikuti diklat sebagai IN Guru Pembelajar di Solo. Adapun guru-guru tersebut adalah Dedy Rushadmaka, S.Pd. (SMPN 16), Heru Supriyanto, S.Pd. (SMPN 9), Supriyati, S.Pd. (SMPN 4), Sumin, S.Pd.(SMP TD), Eni Murtiningsih, S.Pd.(SMPN 1) dan Sekhah Efiaty, M.Pd. (SMPN 5). Di dalam pelatihan tersebut guru-guru yang telah mengikuti IN memfasilitasi teman sejawat untuk belajar daring sebagai Guru Pembelajar.

Ada yang membanggakan MGMP IPS Kota Yogyakarta, yakni bahwa di setiap kegiatan, selain antusiasme peserta yang begitu tinggi, mau swadana baik indoor maupun outdoor, juga disebabkan karena dari sekian anggota yang hadir, di antaranya telah menjadi Kepala Sekolah, Pengawas maupun jabatan lainnya. Beliau-beliau adalah Ibu Yuniarti, M.Pd. (Kepala SMPN 4), Ibu Nuryani, M.Pd. (SMPN 8), Drs. Arief Wicaksono, M.Pd. (SMPN 9), Ibu Titik (SMPN 10), Bapak Subandiyo, S.Pd. (SMPN 12),  Bapak Zaenal Fanani, S.Pd.(SMP Muh. 7), Bapak Sugiyana, M.Pd. (Pengawas), dan beberapa yang telah habis masa tugasnya sebagai Kepala Sekolah seperti Bapak Supraptomo, S.Pd. (SMPN 3) dan Bapak Tyas Ismulah, S.Pd. (SMPN 1). Kehadiran Beliau-beliau telah memotivasi anggota lainnya untuk terus meningkatkan kualitas untuk menjadi guru yang makin profesional. (Mohon maaf dan mohon koreksi apabila ada nama atau titel yang kurang sesuai)

Pelatihan Moda Daring MGMP IPS dilaksanakan di kantor Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, di Ruang Truntum Lantai 4 yang representatif. Ruangan yang bersih, sejuk ber-AC serta dilengkapi LCD Projector, layar Screen, dan juga Wifi makin menambah semangat anggota MGMP. Pelatihan dibuka oleh Bapak Hasyim dari Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta. Ulasan singkat tentang Moda Daring Guru Pembelajar juga disampaikan oleh Pengawas IPS Bapak Sugiyana. Pukul 16.00 pelatihan diakhiri dengan menghasilkan beberapa materi yang dapat diunduh di halaman ini dengan klik berikut:

  1. Panduan Pelatihan Moda Daring
  2. Buku Manual Peserta Guru Pembelajar
  3. NPD Yogyakarta
  4. Modul A
  5. Modul B
  6. Modul C
  7. Modul D
  8. Modul E
  9. Modul F
  10. Modul G
  11. Modul H
  12. Modul I
  13. Modul J
Iklan

Read Full Post »


Sekhah Efiaty, M.Pd.

moda daring

Pelatihan INAS IPS yang dilaksanakan selama sepuluh hari di Solo menghasilkan materi yang sangat bermanfaat bagi peserta pelatihan. Materi disusun oleh beserta secara individu maupun kelompok. Materi ini nantinya akan dibawa pulang oleh peserta ke daerah masing-masing untuk diimplementasikan di lapangan. Banyak materi yang dihasilkan, antara lain sebagai berikut:

  1. panduan-simulasi-moda-daring-modul-e-3
  2. Pengantar Ilmu Geografi
  3. Struktur Program, Metode dan Jadwal
  4. Peran Petugas dalam Moda Daring
  5. Pendekatan Andragogi
  6. Fitur Dalam Pembelajaran Guru Pembelajar
  7. Kajian Modul Pedagogik Modul D
  8. Kajian Modul Pedagogik Modul G
  9. Kajian Modul Profesional Modul D
  10. Kajian Modul Profesional Modul G
  11. Temuan dan Kendala
  12. Kisi-kisi dan Contoh Soal Modul D
  13. Laporan INAS IPS 2016

Read Full Post »


Sekhah efiaty, M.Pd.

cocor bebek

Cocor bebek dalam bahasa Latin dikenal dengan nama Kalanchoe pinnata Pers. Daunnya yang cukup tebal, selain banyak mengandung air, juga menyimpan berbagai bahan kimia yang bermanfaat bagi kesehatan. Berasal dari Madagaskar, tersebar di daerah tropik. Tinggi ± 1m, dipelihara di pekarangan rumah atau tumbuh liar di tepi jurang, pinggir jalan dan tempat-tempat yang tanahnya berbatu-batu, daerah panas dan kering. Tumbuh sampai ± 1.000 m di atas permukaan laut. Tanaman herba berdaging pada pangkalnya agak berkayu, tegak, tinggi 0,3-2 m. Sebuah situs kesehatan, National Center for Biotechnology Information, menyebutkan bahwa bufadienolides yang terdapat pada sosor bebek bersifat antitumor.

Klasifikasi Tanaman Cocor Bebek

  • Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
  • Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
  • Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
  • Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
  • Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
  • Sub Kelas : Rosidae
  • Ordo : Rosales
  • Famili : Crassulaceae
  • Genus : Kalanchoe
  • Spesies : Kalanchoe waldheimii Raym.-Hamet & H. Perrier

Selain bufadienolides, cocor bebek yang mempunyai rasa sedikit asam, lunak, dan dingin ini juga mengandung zat asam lemon, zat asam apel, vitamin C, alkaloid, flavonoid, quercetin-3-diarabinoside, dan kaempferol-3-glucoside.

Kandungan kimia tersebut membuat cocor bebek bisa digunakan untuk berbagai pengobatan.

Cocor bebek selain antitumor juga mempunyai sifat antiradang, menghentikan perdarahan, mengurangi pembengkakan, dan mempercepat penyembuhan luka. Masyarakat China kerap menggunakan cocor bebek sebagai ramuan untuk mengatasi masalah pencernaan, muntah darah, dan gangguan pada telinga ataupun tenggorokan. Kemudian, cocor bebek juga digunakan untuk mengatasi trauma luka akibat kecelakaan, memar, ataupun perdarahan. Hal ini terutama dikarenakan sifat daun cocor bebek yang dingin. Bila dimakan cocor bebek rasanya agak asam dan dingin.

Cocor bebek menjadi tanaman yang umum di daerah beriklim tropika seperti Asia, Australia, Selandia Baru, India Barat, Makaronesia, Maskarenes, Galapagos, Melanesia, Polinesia, dan Hawai. Di banyak daerah tersebut, seperti di Hawai, tanaman ini dianggap sebagai spesies yang invasif. Alasan utama penyebarannya yang besar adalah karena kepopuleran tanaman ini sebagai tanaman hias.

Nama daerah dari cocor bebek antara lain cakar itek (Sunda), didingin banen (Aceh), daun sejuk, sapohoni (Palembang), ceker bebek, cocor bebek (Melayu). Tanaman ini berbunga mulai pada bulan April-Agustus.

Daun: berbatang basah, daun tebal pinggir beringgit, banyak mengandung air, bentuk daunnya lonjong atau bundar panjang, panjang 5 – 20 cm, lebar 2,5-15 cm, ujung daun tumpul, pangkal membundar, permukaan daun gundul, warna hijau sampai hijau keabu-abuan. Daun tunggal atau kelihatan seolah-olah berbilang 3 atau menyirip berdaun 5. Daun atau tajunya memanjang atau oval, dengan ujung yang tumpul, beringgit atau beringgit rangka p, 5-20 kali 2,5-15 cm.

Batang: segi empat, lunak, beruas, warna hijau. Batang segi empat tumpul atau hampir membulat bunga berbilangan atau kelipatan empat, menggantung, pada mulai yang tegak tidak rapat. Bunga : bentuk malai, mahkota bentuk corong warna merah dan kelopak berdaun lekat. Buah kotak, warna ungu bernoda putih, buah silindris, melembung 1,5- 4 cm panjangnya, taju pendek. Mahkota bentuk periuk atau lonceng, jelas menyempit di atas pangkal yang melebar, di atasnya lagi melebar, panjang 3,5-5,5 cm, bagian yang muncul di atas kelopak merah, pangkal tabung dengan 8 lipatan yang dalam, taju bulat telur bentuk lanset, bentuk ekor yang meruncing. Benang sari, dua lingkaran.tangkai putik panjang. Helaian sisik segi empat.

Pada penampang melintang melalui tulang daun tampak epidermis atas yang terdiri dari satu lapis sel berbentuk empat persegi panjang, kutikula tipis, stomata sedikit. Epidermis bawah terdiri dari 1 lapis sel berbentuk empat persegi panjang, kutikula tipis, stomata lebih banyak daripada epidermis atas. Di dalam mesofil tidak terdapat jaringan palisade, jaringan bunga karang terdiri dari sel-sel yang besar hampir bundar,berisi lender, terdapat sedikit hablur kalsium oksalat berbetuk prisma. Pada tulang daun terdapat pembuluh tipekolateal, pada bagian bawah berkas pembuluh terdapat beberapa lapis jaringan kolenkim, pada bagian bawah tulang daun terdapat 1 sampai 2lapis jaringan kolenkim. Pada sayatan paradermal tampak epidermis atas dan epidermis bawah berebtuk polygonal, dinding sedikit berombak, stomata tipe anomositik. Serbuk berwarna hijau kotor keabu-abuan. Fragmen pengenal adalah epidermisa atas dinding sedikit berombak dengan stomata anomisitik, epidermis bawah dinding sedikit bergelombang dengan stomata lebih banyak, mesofil meliputi dari sel besar, bentuk bundar, dinding tipis, di dalamnya kadang-kadang ada hablur kalsium, oksalat bentuk prisma, berkas pembuluh xilem dengan penebalan tangga dan spiral.

Manfaat dan cara pengobatan daun cocor bebek untuk kesehatan :

  1. Mengobati Nyeri Lambung

Cara pengobatannya :

  • Ambilah 5 helai daun cocor bebek
  • Haluskan dengan ditambah air secukupnya
  • Tambahkan sedikit garam
  • Saring jadi 2 gelas untuk diminum

 

  1. Mengobati Sakit Gigi

Cara pengobatannya :

  • Siapkan 4-6 helai daun cocor bebek
  • Haluskan daun itu untuk ditempelkan di atas pipi gigi yang sakit

 

  1. Mengobati Kesleo

Cara pengobatannya :

  • Ambilah 10 helai daun cocor bebek, lalu lumatkan
  • Tempelkan dibagian badan yang alami keseleo
  • Diamkan sepanjang 30 menit

 

  1. Mengobati Wasir

Cara pengobatannya :

  • Tumbuklah hingga halus daun cocor bebek secukupnya
  • Keringkan hingga sebagaimana bubuk teh
  • Lalu, ambil 1 sdt bubuk itu lalu campur dengan 1 sdt madu
  • Seduhlah dengan air panas

 

  1. Mengobati Amandel

Cara pengobatannya :

  • Ambilah 10 lembar daun cocor bebek
  • Lalu, lumatkan hingga keluar airnya
  • Tampung air yang keluar untuk berkumur

 

  1. Mengatasi Muntah Darah

Cara pengobatannya :

Ambil tujuh lembar daun cocor bebek dilumatkan, tambahkan gula merah, tim serta minum pada saat hangat.

 

  1. Menangani Radang Telinga Luar

Cara pengobatannya :

Pakai air perasan daun cocor bebek sebagai obat tetes telinga.

 

  1. Obat Bisul

Cara pengobatannya :

Ambil 30–60 gr daun cocor bebek fresh serta dilumatkan, ambillah air lumatannya, tambahkan dengan madu serta diminum, bekas air lumatannya itu ditempelkan di bagian yang sakit.

 

  1. Obat Kompres Demam

Cara pengobatannya :

Jika anak-anak demam, lumatkan 2–4 helai daun cocor bebek, serta tempelkan di dahi/kepala sebagai kompres untuk turunkan panas. Airnya dapat pula dioleskan sebagai kompres tubuh.

 

  1. Obat Herbal Penyakit Asma

  Cara pengobatannya :

Potong kecil-kecil daun cocor bebek, serta lalu keringkan. Sedu dengan air hangat serta imbuhkan madu seperlunya sebagaimana bila kita menjadikan air teh. Minum dengan cara teratur serta teratur untuk obati penyakit asma.

 

  1. Obat Gigitan Nyamuk

Cara pengobatannya :

Lumatkan 5–10 helai daun cocor bebek serta peras airnya. Pakai airnya sebagai pengoles luka gigitan nyamuk. Kerjakan pengolesan sehari-hari hingga sisa luka gigitan menghilang.

 

  1. Obat Anti Bakteri

Cara pengobatannya :

Daun cocor bebek bisa dipakai sebagai obat antibakteri. Luka memar serta luka terbuka (sebagaimana luka lantaran jatuh) bisa ditempel dengan daun cocor bebek yang telah dilumatkan. Ubah tiap-tiap sore sampai luka jadi kering.

 

  1. Sendi Sakit (Rheumatik)

Cara pengobatannya :

Semua tanaman sosor bebek seberat 30 gr di rebus, minum air atau 4 lembar daun sosor bebek, 1 sendok teh adas, 1 jari pulosari, 2 jari gula enau, serta 3 gelas air. Seluruhnya bahan di rebus hingga jadi 3/4-nya, setelah dingin disaring, diminum 3 x satu hari @ 3/4 gelas.

 

  1. Obat Nyeri Kepala

Cara pengobatannya :

Ambilah daun cocor bebek 10 lembar, lalu bersihkan yang bersih. Selepas itu giling hingga halus serta bubuhi air garam sekedarnya. Langkah memakainya yakni gosokan kombinasi itu pada dahi serta pelipis 1-2 kali satu hari sejumlah yang dibutuhkan. Atau Ambilah daun serta batang kangkung 1/2 genggam, daun cocor bebek 5 lembar. Selepas itu bersihkan bersih serta diasapkan sebentar. Makan sebagai lalap bersama sama juga dengan nasi 2-3 kali satu hari sejumlah yang dibutuhkan.

 

Yang harus diingat :

  • Kelebihan dosis pada pemakaikan dapat beresiko pusing dan muntah-muntah.
  • Jika dikonsumsi oleh wanita hamil dapat menyebabkan kematian pada janin.
  • Dilarang konsumsi herbal ini untuk pasien masalah pencernaan.
  • Untuk yang kulit peka sebaiknya waspada ketika memakainya lantaran dapat

menyebabkan gatal serta melepuh.

 

Ide Kreatif:

Untuk meningkatkan perekonomian kita, cocor bebek dapat dijadikan salah satu alternatif produk yang siap dipasarkan dengan mengolahnya menjadi produk. Produk yang paling mudah dihasilkan dari daun cocor bebek adalah tepung daun cocor bebek. Cara membuatnyapun sangat mudah yakni dengan menumbuknya hingga halus kemudian mengeringkannya. Tepung daun cocor bebek yang kering dapat dimanfaatkan sebagai:

  1. Teh celup
  2. Campuran adonan pada kue kering, donat, kue basah kesukaan anak
  3. Campuran adonan goreng-gorengan seperti rempeyek dan keripik
  4. Masker
  5. Lulur

 

 

Sumber:

http://www.klasifikasitanaman.com/2014/08/klasifikasi-tamanan-cocor-bebek.html

http://www.manfaatbuah.asia/daun/14-manfaat-dan-cara-pengobatan-daun-cocor-bebek-untuk-kesehatan/

Read Full Post »


Sekhah Efiaty, M.Pd.

Orang sukses bisa dilihat dari jumlah materi yang dimiliki, jabatan di tempat kerja, eksistensinya di masyarakat ataupun keberhasilannya mengantarkan anak-anak menjadi orang sukses. Kesuksesan seseorang tidak serta merta dalam waktu singkat sebagaimana permainan di dalam sulap. Kesuksesan dapat diraih dengan perjuangan yang panjang, bahkan kadang disertai dengan hambatan-hambatan. Semakin banyak hambatan yang dilalui dan semakin bisa mengatasinya, maka sukses yang diraih menjadi semakin tahan terhadap cobaan selanjutnya.

Bahasan di atas hanya sekelumit pengantar yang menggambarkan kesuksesan yang diraih oleh ibu Sri Lestari. Kisah suksesnya berawal dari membuat camilan untuk keluarga, Sri Lestari Murdaningsih (46),  warga Pedukuhan Sumberwatu, Sambirejo, Kabupaten Sleman, kini sukses mengembangkan usaha keripik daun dan beromzet puluhan juta rupiah per bulan. Berikut kisah sukses selanjutnya yang saya baca dari Kompas.com.

Berawal dari tahun 2007, ibu rumah tangga yang saat itu bekerja sebagai pengawas tempat kursus jahit ini membuat keripik daun bayam dan daun singkong untuk camilan keluarga. Namun karena saat itu terlalu banyak, ibu yang ternyata punya bakat di bidang bisnis ini kemudian memutuskan membungkus sebagian keripik hasil produksinya dengan plastik hingga menjadi 20 bungkus.

Dengan bakat bisnisnya, bu Sri kemudian iseng-iseng menitipkan (mendistribusikan) keripik yang sudah dibungkus ke warung-warung di dekat rumah. Tanpa disangka, antusiasme terhadap keripik daun buatannya cukup luar biasa. Semua keripik daun bayam dan singkong yang dititipkannya habis terjual. “Saya terkejut banyak yang suka. Saat itu hanya membuat camilan, tetapi terlalu banyak,” ujar Sri Lestari Murdaningsih (46) yang semakin produktif itu, saat ditemui di rumahnya (Kompas.com, Sabtu, 2/8/2014).

Melihat peluang itu, Sri Lestari lantas berinovasi mencoba membuat keripik lagi. Kali ini, ia menguji keterampilannya dengan berkreasi dengan mencoba tambahan keripik daun kemangi. Tiga daun itu (daun singkong, bayam, dan kemangi) diolah, lalu kembali dipasarkan. Kali ini, ia coba menitipkan keripik ke beberapa toko oleh-oleh yang ada di jalan Solo-Yogya. Akhirnya, dalam waktu singkat, keripik daun titipannya habis dijual.

“Dari situ awal saya memutuskan keluar kerja dan konsentrasi menekuni usaha keripik daun ini. Ya meski belum seberapa, tetapi lumayan untuk tambah-tambah penghasilan,” ucapnya. Setelah 1,5 tahun berjalan, Sri berupaya melakukan inovasi dengan menambah jenis keripik. Tujuannya agar pembeli mempunyai banyak pilihan keripik daun. Setelah itu, tercetuslah ide keripik daun sirih, daun seledri, daun kenikir, terong, dan pare.

“Orang zaman dulu kan makan sirih. Perempuan sekarang malah tidak mau. Dari situ muncul ide keripik daun sirih. Kalau kemangi biasanya hanya untuk lalapan, sekarang ada keripiknya,” urainya. Awalnya, semua bahan daun untuk keripik bisa didapat di halaman sekitar rumah. Namun, ketika permintaan mulai banyak, maka mau tidak mau ia harus membeli di pasar.

“Berkali-kali gagal untuk mendapat komposisi yang pas, tetapi akhirnya dapat juga komposisi untuk pare dan daun sirih yang rasa dasarnya pahit,” tekannya. Tiga tahun berjalan, pemasaran keripik daun buatannya mulai meluas. Para pedagang dari beberapa daerah, seperti Bantul, Sleman, Klaten, dan Solo, datang langsung ke rumah. Bahkan, Sri Lestari sering kali mendapat pesanan dari luar Jawa, seperti dari Bali sampai Sumatera.

Jika musim liburan, wisatawan lokal ataupun asing pun rela datang ke rumahnya, meski harus melewati bukit belakang Candi Ratu Boko dan jalan perdesaan. Saat ini, Sri Lestari memiliki tiga karyawan dan per hari mampu memproduksi lebih dari 40 kg keripik berbagai rasa. Keripik tersebut dijual dengan harga Rp 5.000 per 2 ons untuk jenis daun bayam dan daun singkong. Adapun keripik daun kemangi, daun sirih, daun seledri, daun kenikir, terong, dan pare dihargai Rp 8.000 per 2 ons.

Per kilonya, keripik bayam dan singkong dijual Rp 35.000. Sementara itu, keripik kemangi, daun sirih, daun seledri, daun kenikir, terong, dan pare dijual Rp 40.000 per kilo. “Tengkulak saja satu hari langsung mengambil 35 kg sampai 40 kg. Stok sehari sering habis, padahal wisatawan belum (membeli),” kata Sri Lestari.

Keistimewaan keripik buatan Sri Lestari, selain menggunakan bahan dari daun-daunan dan sayur-sayuran, juga karena proses penggorengannya menggunakan kayu bakar sehingga cita rasanya khas. “Ya lumayan untuk menambah ekonomi keluarga. Per hari bisa Rp 1 juta, kalau sebulan ya tinggal dikalikan 30 hari saja,” tuturnya.

Inspirasi tetangga

Setelah keripik beraneka rasa itu diluncurkan, berbagai media lokal dan nasional langsung datang untuk melihat pembuatan penganan ringanyang terbilang unik tersebut. Dari situlah camilan buatan Sri Lestari mulai dikenal di mana-mana.

Order dari Daerah Istimewa Yogyakarta ataupun luar kota mulai berdatangan. Bahkan, pemesanan perlu menunggu sampai 3 hari karena harus menunggu antrean. “Pemesanan harus menunggu setidaknya tiga hari. Saya sampai kewalahan memenuhi permintaan keripik daun,” ucapnya.

Melihat permintaan yang tak bisa dipenuhi, beberapa karyawan yang juga merupakan tetangga Sri Lestari lantas izin untuk membuat keripik daun di rumah guna menutupi kebutuhan. Dia mengungkapkan, awalnya satu orang, lalu berkembang menjadi tujuh orang yang membuat keripik.

Melihat modal yang dibutuhkan sangat murah serta penghasilan dari membuat keripik daun terbilang lumayan, beberapa warga lantas turut mengikuti jejak Sri Lestari. Jumlahnya hingga kini menjadi 30 warga di Pedukuhan Sumberwatu, Sambirejo, Kabupaten Sleman, membuat keripuk daun. “Sekarang ada 30 orang yang membuat keripik. Ya lumayan untuk menambah perekonomian keluarga warga,” ujarnya.

Bahkan, karena lumayan banyak keluarga yang membuat keripik daun, Pedukuhan Sumberwatu, Sambirejo, Kabupaten Sleman, mendapat titel kawasan perajin keripik.
Meski sudah ada 30 perajin, tetap saja hasil produksi keripik di Pedukuhan Sumberwatu, Sambirejo, Kabupaten Sleman, ini belum bisa mencukupi permintaan.

Sumber: http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2014/08/06/144736726/Iseng.Membuat.Keripik.dari.Daun.Sri.Lestari.Raih.Keuntungan.Puluhan.Juta

 

 

Read Full Post »


 S. Efiaty

Setiap kejadian atau peristiwa dapat dilihat dan dikaji dari berbagai sudut pandang atau aspek, baik ruang, waktu, kebutuhan, kemasyarakatan, dan budaya. Di dalam memahami keadaan alam dan aktivitas penduduk kita awali dengan memahami konsep keterkaitan (konektivitas) antar-ruang dan waktu. Ruang adalah tempat di permukaan bumi, baik secara keseluruhan maupun hanya sebagian (Sumaatmadja, 1981).  Misal ruang kelas yang kita tempati. Ruang kelas merupakan satu kesatuan antara komponen lantai,  udara, langit-langit/plafon ruangan, dan lain-lain. Demikian halnya dengan ruang permukaan bumi, yang tidak hanya sebatas tanah yang kita injak, tetapi ada udara, air, batuan, tumbuhan, hewan, dan lain-lain. Dalam sejarah, konsep waktu sangat penting untuk mengetahui peristiwa masa lalu dan perkembangannya hingga saat ini. Konsep waktu dalam sejarah mempunyai arti masa atau  periode berlangsungnya perjalanan kisah kehidupan manusia. Waktu dapat dibagi menjadi tiga, yaitu waktu lampau, waktu sekarang, dan waktu yang akan datang. Materi selengkapnya silahkan klik materi kls 7 bab 1 K13

 

Read Full Post »


Oleh: S. Efiaty

Bulan Juni sudah hampir habis, sebentar lagi berganti dengan bulan Juli, bulan baru, tahun ajaran baru, kurikulum baru. Sudah siapkah kita menyambut semuanya??? yah…siap tidak siap kita harus menyambutnya dengan optimis. Tidak ada yang sulit, tidak ada yang susah, jika kita mau memahaminya. Dunia memang dinamis, bumi dinamis, manusia dinamis, semua selalu mengalami perubahan baik fisik maupun nonfisik. Manusia yang dinamis adalah manusia yang akan tetap eksis di manapun dia berada, kapanpun dia hidup, dan bagaimanapun lingkungan mempengaruhinya. Hal ini karena manusia adalah makhluk hidup yang dianggap paling sempurna dibandingkan dengan makhluk hidup yang lainnya. Kesempurnaannya inilah yang seharusnya menjadikan manusia lebih adaptif terhadap perubahan yang ada. Jika sekarang kita dihadapkan pada perubahan kurikulum yang ada, tentu semua karena tuntutan zaman. Oleh karena itu mari kita terima perubahan yang ada dengan optimis, pikiran jernih dan positif. Sebelum kurikulum ada di tangan kita, mari kita pahami lebih dulu aturan-aturan yang mendasarinya. Peraturan-peraturan tersebut selengkapnya dapat diunduh disini:

A. Standar Kompetensi Lulusan

  1. 01-a-salinan-permendikbud-no-54-tahun-2013-ttg-skl
  2. 01-b-salinan-lampiran-permendikbud-no-54-tahun-2013-ttg-skl

B. Standar Proses

  1. 03-a-salinan-permendikbud-no-65-th-2013-ttg-standar-proses
  2. 03-b-salinan-lampiran-permendikbud-no-65-th-2013-ttg-standar-proses

C. Standar Penilaian

  1. 04-a-salinan-permendikbud-no-66-th-2013-ttg-standar-penilaian
  2. 04-b-salinan-lampiran-permendikbud-no-66-th-2013-tentang-standar-penilaian

D. Kompetensi Dasar  dan Struktur Kurikulum SD-MI

  1. 05-a-salinan-permendikbud-no-67-th-2013-ttg-kd-dan-struktur-kurikulum-sd-mi
  2. 05-b-salinan-lampiran-permendikbud-no-67-th-2013-ttg-kurikulum-sd

E. Kompetensi Dasar  dan Struktur Kurikulum SMP-MTs

  1. 06-a-salinan-permendikbud-no-68-th-2013-ttg-ttg-kd-dan-struktur-kurikulum-smp-mts
  2. 06-b-salinan-lampiran-permendikbud-no-68-th-2013-ttg-kurikulum-smp-mts

F. Kompetensi Dasar dan Struktur Kurikulum SMA-MA

  1. 07-a-salinan-permendikbud-no-69-th-2013-ttg-ttg-kd-dan-struktur-kurikulum-sma-ma
  2. 07-b-salinan-lampiran-permendikbud-no-69-th-2013-ttg-kurikulum-sma-ma

G. Kompetensi Dasar dan Struktur Kurikulum SMK-MAK

  1. 08-permendikbud-nomor-70-ttg-kerangka-dasar-dan-struktur-kurikulum-smk-mak-dan-lampiran-versi-05-06-13-aries-edit-hukor

H. Buku Teks Pelajaran

  1. 09-permendikbud-nomor-71-tahun-2013-ttg-buku-teks-pelajaran-layak

Semoga materi di atas mampu membekali kita dalam menyambut kedatangan kurikulum baru. Mari kita download peraturan di atas, kemudian kita cetak sebagai bahan bacaan saat waktu luang. Semoga usaha kita untuk membekali generasi setelah kita tidak sia-sia …

 

diambil dari berbagai sumber

Read Full Post »


oleh: S. Efiaty

a. Pengertian

Kurikulum adalah perangkat mata pelajaran dan program pendidikan yang diberikan oleh suatu lembaga penyelenggara pendidikan yang berisi rancangan pelajaran yang akan diberikan kepada peserta pelajaran dalam satu periode jenjang pendidikan. Penyusunan perangkat mata pelajaran ini disesuaikan dengan keadaan dan kemampuan setiap jenjang pendidikan dalam penyelenggaraan pendidikan tersebut serta kebutuhan lapangan kerja<

Lama waktu dalam satu kurikulum biasanya disesuaikan dengan maksud dan tujuan dari sistem pendidikan yang dilaksanakan. Kurikulum ini dimaksudkan untuk dapat mengarahkan pendidikan menuju arah dan tujuan yang dimaksudkan dalam kegiatan pembelajaran secara menyeluruh.

b. Komponen Kurikulum

Salah satu fungsi kurikulum ialah sebagai alat untuk mencapai tujuan pendidikan yang pada dasarnya kurikulum memiliki komponen pokok dan komponen penunjang yang saling berkaitan dan berinteraksi satu sama lainnya dalam rangka mencapai tujuan tersebut. Komponen merupakan satu sistem dari berbagai komponen yang saling berkaitan dan tidak bisa dipisahkan satu sama lainnya, sebab kalau satu komponen saja tidak ada atau tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Para ahli berbeda pendapat dalam menetapkan komponen-komponen kurikulum. Ada yang mengemukakan 5 komponen kurikulum dan ada yang mengemukakan hanya 4 komponen kurikulum. Untuk mengetahui pendapat para ahli mengenai komponen kurikulum berikut Subandiyah (1993: 4-6) mengemukakan ada 5 komponen kurikulum, yaitu: (1) komponen tujuan; (2) komponen isi/materi; (3) komponen media (sarana dan prasarana); (4) komponen strategi dan; (5) komponen proses belajar mengajar.

Sementara Soemanto (1982) mengemukakan ada 4 komponen kurikulum, yaitu: (1) Objective (tujuan); (2) Knowledges (isi atau materi); (3) School learning experiences (interaksi belajar mengajar di sekolah) dan; (4) Evaluation (penilaian). Pendapat tersebut diikuti oleh Nasution (1988), Fuaduddin dan Karya (1992), serta Nana Sudjana (1991: 21). Walaupun istilah komponen yang dikemukakan berbeda, namun pada intinya sama yakni: (1) Tujuan; (2) Isi dan struktur kurikulum; (3) Strategi pelaksanaan PBM (Proses Belajar Mengajar), dan: (4) Evaluasi.

c. Fungsi Kurikulum

Kurikulum dalam pendidikan memiliki beberapa fungsi sebagai berikut:

  1. Fungsi kurikulum dalam rangka mencapai tujuan pendididkan Fungsi kurikulum dalam pendidikan tidak lain merupakan alat untuk mencapai tujuan pendididkan.dalam hal ini, alat untuk menempa manusia yang diharapkan sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Pendidikan suatu bangsa dengan bangsa lain tidak akan sama karena setiap bangsa dan Negara mempunyai filsafat dan tujuan pendidikan tertentu yang dipengaruhi oleh berbagai segi, baik segi agama, idiologi, kebudayaan, maupun kebutuhan Negara itu sendiri. Dsdengan demikian, dinegara kita tidak sama dengan Negara-negara lain, untuk itu, maka: 1) Kurikulum merupakan alat untuk mencapai tujuan pendidikan nasional, 2) Kuriulum merupakan program yang harus dilaksanakan oleh guru dan murid dalam proses belajar mengajar, guna mencapai tujuan-tujuan itu, 3) kurikulum merupakan pedoman guru dan siswa agar terlaksana proses belajar mengajar dengan baik dalam rangka mencapai tujuan pendidikan.
  2. Fungsi Kurikulum Bagi Sekolah yang Bersangkutan Kurikulum Bagi Sekolah yang Bersangkutan mempunyai fungsi sebagai berikut: 1) Sebagai alat mencapai tujuan pendidikan yang diinginkan 2) Sebagai pedoman mengatur segala kegiatan sehari-hari di sekolah tersebut, fungsi ini meliputi: a. Jenis program pendidikan yang harus dilaksanakan b. Cara menyelenggarakan setiap jenis program pendidikan c. Orang yang bertanggung jawab dan melaksanakan program pendidikan.
  3. Fungsi kurikulum yang ada di atasnya 1) Fungsi Kesinambungan Sekolah pada tingkat atasnya harus mengetahui kurikulum yang dipergunakan pada tingkat bawahnya sehingga dapat menyesuaikan kurikulm yang diselenggarakannya. 2) Fungsi Peniapan Tenaga Bilamana sekolah tertentu diberi wewenang mempersiapkan tenaga guru bagi sekolah yang memerlukan tenaga guru tadi, baik mengenai isi, organisasi, maupun cara mengajar.
  4. Fungsi Kurikulum Bagi Guru Guru tidak hanya berfungsi sebagai pelaksana kurikulum sesuai dengan kurikulum yang berlaku, tetapi juga sebagai pengembanga kurikulum dalam rangaka pelaksanaan kurikulum tersebut.
  5. Fungsi Kurikulum Bagi Kepala Sekolah Bagi kepala sekolah, kurikulum merupakan barometer atau alat pengukur keberhasilanprogram pendidikan di sekolah yang dipimpinnya. Kepala sekolah dituntut untuk menguasai dan mengontrol, apakah kcegiatan proses pendidikan yang dilaksanakan itu berpijak pada kurikulum yang berlaku.
  6. Fungsi Kurikulum Bagi Pengawas (supervisor) Bagi para pengawas, fungsi kurikulum dapat dijadikan sebagai pedoman, patokan, atau ukuran dan menetapkan bagaimana yang memerlukan penyempurnaan atau perbaikan dalam usaha pelaksanaan kurikulum dan peningkatan mutu pendidikan.
  7. Fungsi Kurikulum Bagi Masyarakat Melalui kurikulum sekolah yang bersangkutan, masyarakat bisa mengetahui apakah pengetahuan, sikap, dan nilaiserta keterampilan yang dibutuhkannya relevan atau tidak dengan kuri-kulum suatu sekolah
  8. Fungsi Kurikulum Bagi Pemakai Lulusan Instansi atau perusahaan yang memper-gunakan tenaga kerja yang baik dalamarti kuantitas dan kualitas agar dapat meningkatkan produk-tivitas.

d. Perkembangan Kurikulum di Indonesia

1. Kurikulum ’76

Kurikulum ’76, berorientasi pada materi. Artinya bahwa di dalam kurikulum, terdapat sejumlah materi yang harus disampaikan pada siswa. Jika sampai dengan waktu yang ditentukan keseluruhan materi sudah tersampaikan, maka pembelajaran dianggap berhasil.Keadaan seperti itu membawa efek pola mengajar Teacher Centered Learning. Yakni guru sebagai pusat pembelajaran. Karena menjadi pusat pembelajaran, maka gurulah yang aktif menyampaikan materi pelajaran. Siswa hanya duduk manis mendengarkan. Para pemerhati pendidikan melihat sistem pendidikan yang demikian dianggap tidak cocok. Karena siswa bukanlah benda mati yang hanya bisa dijejali oleh sejumlah pengetahuan. Siswa mestilah aktif mencari dan menemukan pengetahuan yang dibutuhkan.Atas kritik tersebut serta didorong oleh keinginan mencerdaskan bangsa, para ahli pendidikan lalu mencari model pembelajaran yang lebih sesuai. Karena, model pembelajaran Teacher Centered Learning dianggap sudah tidak sesuai lagi dengan kemajuan zaman. Dan hasilnya sungguh luar biasa. Terjadi pembalikan 180o. Dari guru sebagai pusat pembelajaran, berubah menjadi siswa sebagai pusat pembelajaran (Student Centered Learning). Perubahan paradigma itu diwadahi dalam kurikulum baru, yang dikenal dengan Kurikulum ‘’84.

2. Kurikulum ’84

Yang membedakan dengan kurikulum ’76 dalam struktur program, adalah masuknya mata pelajaran PSPB pada tahun 1984. Masuknya mata pelajaran PSPB (Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa) dilatarbelakangi kajian pemerintah yang melihat adanya kemerosotan pemahaman sejarah perjuangan bangsa di kalangan generasi muda. Dan penghayatan terhadap sejarah perjuangan bangsa pun dipandang perlu ditumbuhkan kembali. Karena bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya. Kurikulum ’84, berorientasi pada Tujuan. Artinya bahwa kurikulum disusun dalam bentuk tujuan yang berjenjang. Dalam kurikulum pemerintah menetapkan GBPP (Garis-garis Besar Program Pengajaran), yang memuat :

  1. Tujuan Kurikuler
  2. Tujuan Instruksional Umum (TIU) dan
  3. Bahan Pengajaran

Guru diberi kewenangan menyusun TIK (Tujuan Instruksional Khusus), yang merupakan penjabaran dari TIU. Semua Proses Belajar Mengajar (PBM), hanya memiliki satu orientasi, yakni mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Karena itulah TIK bersifat khusus, dijabarkan ke dalam kata kerja operasional yang terukur keberhasilannya. Dalam mencapai TIK, digunakan pendekatan keterampilan proses yang bertujuan mengaktifkan siswa dalam belajar. Karena yang aktif siswa, maka model pembelajaran yang sesuai adalah CBSA (cara belajar siswa aktif). Dalam CBSA terjadi Student Centered Learning.Untuk beberapa waktu, model CBSA ini bisa diterima oleh masyarakat. Dianggap sebagai sebuah model yang baik. Tetapi zaman terus berkembang. Dunia terus mengglobal. Pasar bebas pun tak bisa dihindari. Implikasi dari pasar bebas adalah bebasnya produk dari negara satu masuk ke negara lain. Jika tidak ingin kalah dalam persaingan, maka pemerintah harus mampu membuat produk yang berkualitas. Jika produk sebuah negara kalah kualitas dibandingkan dengan produk negara lain yang masuk, untuk barang yang sama, maka dipastikan masyarakat memilih barang negara lain yang lebih berkualitas. Sementara untuk menghasilkan barang-barang yang berkualitas, dibutuhkan SDM (sumber daya manusia) yang berkualitas pula. Dan persoalan ini kembalinya ke sekolah. Sekolah sebagai sebuah lembaga harus menghasilkan out-put yang mampu memenuhi kebutuhan pasar. Mampu mengikuti perkembangan zaman, baik dari sisi pengetahuan, keterampilan, sikap maupun teknologi. Menjawab tantangan tersebut, pemerintah meluncurkan Undang-Undang RI No.2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada 27 Maret 1989. Diikuti kemudian dengan keluarnya Keputusan Mendikbud No.060/U/1993 tanggal 25 Februari 1993 tentang Kurikulum Pendidikan Dasar, yang selanjutnya dikenal dengan nama kurikulum ’94.

3. Kurikulum ’94

Yang membedakan dengan kurikulum ‘84 adalah menghilangnya mata pelajaran PSPB pada tahun pelajaran 96/97, dan berubahnya mata pelajaran PMP menjadi PPKn (Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan). Orientasi pembelajaran terletak pada Pengalaman Belajar. Artinya bahwa dalam proses pembelajaran diharapkan siswa merasakannya sebagai sebuah pengalaman, yang membuatnya selalu mengingat pelajaran tersebut.

GBPP pada kurikulum’94, berbentuk uraian, yang meliputi:

  1. Tujuan
  2. Pokok Bahasan dan
  3. Subpokok Bahasan beserta uraian kegiatan.

Tujuan, merupakan tolok ukur pengalaman belajar yang harus dicapai oleh siswa setelah mempelajari satu atau beberapa pokok Bahasan. Pokok Bahasan/subpokok bahasan, merupakan materi pokok yang akan dibahas secara teratur berdasarkan pembagian cawu (catur wulan) dan sekaligus sebagai petunjuk tingkat kedalaman serta keluasan materi yang diuraikan dan cara pembelajarannya. Uraian kegiatan dalam pokok bahasan/subpokok bahasan bukan merupakan urutan, tetapi dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Alokasi waktu hanya disajikan untuk setiap cawu agar guru leluasa mengatur waktu sesuai dengan kebutuhan untuk setiap pokok/subpokok bahasan. Sementara pada kurikulum terdahulu, alokasi waktu untuk setiap pokok bahasan sudah dipatok, guru tinggal melaksanakan pembelajaran sesuai dengan alokasi waktu yang tersedia. Rincian minggu efektif setiap cawu sebagai berikut: Cawu 1 = 12 minggu, cawu 2 = 12 minggu dan cawu 3 = 10 minggu. Khusus cawu 3 kelas 3 hanya ada 8 Minggu efektif. Pendekatan pembelajaran dalam pelaksanaan KBM, diharapkan guru menerapkan prinsip belajar aktif. Yaitu pembelajaran yang melibatkan siswa secara fisik, mental (pemikiran dan perasaan), dan sosial. Metode, Penilaian, dan sarana yang seharusnya digunakan dalam KBM dapat ditentukan oleh guru sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan. Kelihatannya ini sebuah kurikulum ideal, yang memberikan ruang gerak cukup luas bagi guru untuk memperkembangkan dirinya. Tetapi sejarah mencatat, ada peristiwa besar yang terjadi pada tahun 1998. Yaitu lahirnya sebuah orde, menggantikan kemapanan orde baru. Orde yang baru lahir itu kemudian dinamakan orde reformasi.Hanya pada masa orde reformasi inilah, UUD45 yang selama 32 tahun dianggap sakral dan sempurna, mengalami pembedahan. Terjadilah amandemen UUD45. Mengingat pasal 20, pasal 21, pasal 28 C ayat (1), pasal 31, dan pasal 32 UUD-45, dengan persetujuan bersama DPR dan Presiden RI memutuskan, menetapkan Undang-Undang Tentang Sistem Pendidikan Nasional (UUSPN), pada tanggal 08 Juli 2003. Memenuhi amanat yang terkandung dalam UU No.20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Bab X pasal 36, 37 dan 38 maka lahirlah kurikulum 2004 yang dikenal sebagai Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Kompetensi merupakan pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai-nilai yang diwujudkan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak, yang dapat dikenali melalui sejumlah indikator yang dapat diukur dan diamati. Kompetensi ini dapat dicapai melalui pengalaman belajar yang dikaitkan dengan bahan kajian dan bahan pelajaran secara kontekstual. Model pembelajarannya pun diharapkan berbentuk CTL (Contextual Teaching and Learning). Yakni suatu model pembelajaran yang mengaitkan materi pembelajaran diharapkan sesuai dengan konteksnya.

4. Kurikulum 2004 (KBK)

Yang membedakan dengan kurikulum sebelumnya adalah munculnya Pembiasaan dalam struktur. Sesuatu yang belum pernah ada, yang memberikan ruang bagi kepentingan sekolah, demi optimalnya perkembangan pengetahuan, keterampilan, sikap dan kepribadian anak. Tujuan, Pokok Bahasan dan Subpokok Bahasan beserta uraian kegiatan yang terdapat dalam kurikulum ’94, sudah tidak ada lagi dalam kurikulum 2004. Sebagai gantinya adalah Standar Kompetensi Mata Pelajaran. Standar Kompetensi Mata Pelajaran merupakan seperangkat kompetensi yang dibakukan sebagai hasil belajar mata pelajaran tertentu dalam satuan pendidikan (sekolah). Standar ini merupakan kompetensi bidang pengembangan dan mata pelajaran per satuan pendidikan dan perkelas selama masa persekolahan, baik pada pendidikan prasekolah, pendidikan dasar maupun pendidikan menengah.

Standar Kompetensi Mata Pelajaran Kelas disajikan dalam bentuk :

  1. Kompetensi Dasar : merupakan kecakapan inti yang mencakup mengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai-nilai yang diwujudkan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak,
  2. Indikator : merupakan pernyataan ukuran-ukuran kinerja hasil belajar tertentu, dan
  3. Materi pokok : merupakan bagian dari struktur keilmuan suatu bahan kajian yang dapat berupa pengertian konseptual, gugus isi dan atau konteks, proses, bidang ajar, dan keterampilan yang dipilih sebagai bahan pembelajaran untuk mencapai kompetensi yang diharapkan.

Dalam hal pembelajaran, diarahkan untuk mendorong individu belajar sepanjang hayat dan mewujudkan masyarakat belajar.

Kegiatan belajar mengajar, dilandasi oleh prinsip:

  1. berpusat pada peserta didik
  2. mengembangkan kreativitas peserta didik
  3. menciptakan kondisi menyenangkan dan menantang
  4. mengembangkan beragam kemampuan yang bermuatan nilai
  5. menyediakan pengalaman belajar yang beragam dan
  6. belajar melalui berbuat.

Kurikulum 2004 yang selama kurun waktu dua tahun dilaksanakan, sebenarnya baru merupakan draft yang belum ditandatangani oleh menteri. Mungkin kita bertanya, kenapa baru berupa draft kok sudah dilaksanakan? Jawabannya adalah, ‘semua berpulang pada keinginan pemerintah menjawab tantangan revolusi pendidikan yang terjadi, memasuki orde reformasi’. Dan pelaksanaan KBK di lapangan, sebenarnya merupakan uji coba sebuah kurikulum, untuk mendapatkan sebuah format kurikulum yang pas, setelah sebelumnya dilakukan piloting KBK di beberapa sekolah yang ditunjuk. Setelah pelaksanaan Piloting dan uji coba KBK, pemerintah menemukan sebuah format kurikulum yang pas, yaitu KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) yang diluncurkan mulai tahun pelajaran 2006/2007 secara serentak di seluruh wilayah indonesia, dengan ketentuan; Satuan pendidikan dasar dan menengah yang belum melaksanakan uji coba kurikulum 2004, melaksanakan Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 dan Nomor 23 Tahun 2006 secara bertahap dalam waktu paling lama 3 tahun dengan tahapan:

  1. Untuk SD, MI, SDLB:
    §   Tahun I     : kelas 1 dan 4
    §   Tahun II   : kelas 1, 2, 4 dan 5
    §   Tahun III : kelas 1, 2, 3, 4, 5,dan 6
  2. Untuk SMP, MTs, SMA, MA, SMK, MAK, SMPLB, dan SMALB:
    §   Tahun I     : kelas 1
    §   Tahun II   : kelas 1 dan 2
    §   Tahun III : kelas 1,2 dan 3

Satuan pendidikan dasar dan menengah yang telah melaksanakan uji coba kurikulum 2004 secara menyeluruh dapat menerapkan secara menyeluruh Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 dan Nomor 23 tahun 2006 untuk semua tingkatan kelasnya mulai tahun ajaran 2006/2007

5. KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan)

Untuk memperjelas pemahaman tentang kurikulum, kita perlu mengetahui, apa toh yang dimaksud dengan kurikulum? Apa pula KTSP? Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu. Sedang Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan (sekolah).

Komponen KTSP terdiri dari:

  1. Visi, Misi, dan Tujuan Pendidikan Tingkat Satuan Pendidikan
  2. Struktur dan Muatan KTSP
  3. Kalender Pendidikan
  4. Silabus
  5. RPP

Visi dan Misi, sudah ada dan dimiliki oleh setiap satuan pendidikan. Sedang Tujuan pendidikan dasar adalah meletakkan dasar kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut.

Pengembangan KTSP didasarkan pada PP No.19 Tahun 2005 tentang SNP (Standar Nasional Pendidikan) pasal 17, yang menyebutkan bahwa :

  1. Kurikulum tingkat satuan pendidikan dikembangkan sesuai dengan satuan pendidikan, potensi/karakteristik daerah, sosial budaya masyarakat, dan karakteristik peserta didik,
  2. Sekolah dan komite sekolah/madrasah mengembangkan kurikulum satuan pendidikan dan silabusnya berdasarkan kerangka dasar kurikulum dan standar kompetensi lulusan serta berpedoman pada panduan yg disusun oleh BSNP

Dengan demikian kurikulum yang biasanya sudah berupa ‘buku paket’ seragam yang dibuat oleh pemerintah pusat, tidak ada lagi. Yang ada adalah Kurikulum SD, SMP atau SMA. Masing-masing satuan pendidikan (sebut: sekolah), membuat kurikulum sendiri dan dilaksanakan sendiri. Pemerintah pusat hanya memberikan acuan operasional penyusunannya.

Acuan Operasional penyusunan KTSP adalah sebagai berikut :

  1. Peningkatan iman dan takwa serta akhlak mulia
  2. Peningkatan potensi, kecerdasan, dan minat sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuan peserta didik
  3. Keragaman potensi dan karakter daerah dan lingkungan
  4. Tuntutan pembangunan daerah dan nasional
  5. Tuntutan dunia kerja

e. Alasan Perubahan Kurikulum

Kontroversi terhadap perubahan kurikulum ini terus bermunculan. Banyak pihak menanyakan alasan digantinya Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) menjadi Kurikulum 2013 dengan standar isi yang jauh berbeda, khususnya untuk pendidikan tingkat dasar.

Direktur Pembinaan Sekolah Dasar (SD) Ditjen Dikdas Kemendikbud Ibrahim Bafadal mengatakan bahwa perubahan ini juga melihat kondisi yang ada selama beberapa tahun ini. KTSP yang memberi keleluasaan terhadap guru membuat kurikulum secara mandiri untuk masing-masing sekolah ternyata tak berjalan mulus.

“Tidak semua guru memiliki dan dibekali profesionalisme untuk membuat kurikulum. Yang terjadi, jadinya hanya mengadopsi saja,” kata Ibrahim, di Gedung Kemendikbud, Jakarta, belum lama ini seperti dilansir kompas.com.

Untuk itu, kurikulum yang baru ini dibuat dan dirancang oleh pemerintah, terutama untuk bagian yang sangat inti. Dengan demikian, pihak sekolah dan guru tinggal mengaplikasikan saja pola yang sudah dimasukkan dalam struktur kurikulum untuk masing-masing jenjang tersebut.

Ia mengakui bahwa untuk tingkat SD terjadi perubahan yang cukup besar mengingat basis tematik integratif yang dianut saat ini. Mata pelajaran yang dulu ada 10 bidang dikurangi menjadi tersisa enam mata pelajaran saja dengan pembagian empat mata pelajaran utama dan dua mata pelajaran muatan lokal.

“Jadi untuk pendidikan dasar, kami ambil yang sangat inti, seperti PPKn, Agama, Bahasa Indonesia, dan Matematika,” ungkap Ibrahim.

Sementara itu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh, mengatakan bahwa perubahan kurikulum yang dilakukan oleh pemerintah saat ini dinilai sangat penting karena situasi menyangkut generasi muda ini sudah genting. Cara yang efektif untuk mengatasi ini adalah transformasi melalui pendidikan yaitu salah satunya merevisi kurikulum.

“Ini genting dan penting. Indonesia ini punya bonus demografi usia produktif yang banyak. Kalau tidak diolah maka mereka hanya akan menjadi beban pembangunan,” kata Nuh saat Uji Publik Pengembangan Kurikulum 2013 di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Yogyakarta, Sabtu (1/12/2012).

Untuk itu, ia berupaya melakukan transformasi melalui pendidikan yang salah satunya adala perubahan kurikulum untuk menjadikan generasi saat ini memiliki kompetensi yang unggul sehingga mampu menjadi modal pembangunan untuk 10 hingga 15 tahun mendatang.

“Saat ini saja generasi usia sekolah dasar maupun menengah mencapai setengah populasi sendiri. Ini kalau tidak disiapkan dari sekarang, akan kesulitan nantinya,” ungkap Nuh.

Ia juga menjelaskan bahwa perubahan kurikulum ini bertujuan untuk menelurkan generasi yang cerdas komprehensif. Tidak hanya unggul secara pengetahuan, namun generasi ini juga memiliki kepedulian pada sesama, jujur serta kreatif dan produktif.

“Kurikulum yang nanti dijalankan ini kan mendorong anak untuk berusaha terus ingin tahu dan mencari jawabannya. Dari sini akan tumbuh generasi yang kreatif dan produktif,” jelasnya.

“Ini juga langkah untuk mempersiapkan generasi emas 100 tahun Indonesia Merdeka. Jadi nantinya secara ekonomi, kondisi Indonesia juga akan meningkat. Nggak apa sekarang masih miskin yang penting kita ini calon kaya,” tandasnya.

f. Draft Kurikulum 2013

Struktur kurikulum menggambarkan konseptualisasi konten kurikulum dalam bentuk mata pelajaran, posisi konten/mata pelajaran dalam kurikulum, dostribusi konten/mata pelajaran dalam semester atau tahun, beban belajar untuk mata pelajaran dan beban belajar per minggu untuk setiap siswa. Struktur kurikulum adalah juga merupakan aplikasi konsep pengorganisasian konten dalam sistem belajar  dan pengorganisasian beban belajar dalam sistem pembelajaran.  Pengorganisasian konten dalam sistem belajar yang digunakan untuk kurikulum yang akan datang adalah sistem semester sedangkan pengorganisasian beban belajar dalam sistem pembelajaran berdasarkan jam pelajaran per semester.

Struktur kurikulum  juga gambaran mengenai penerapan prinsip kurikulum mengenai posisi seorang siswa dalam menyelesaikan pembelajaran di suatu satuan atau jenjang pendidikan. Dalam struktur kurikulum menggambarkan ide kurikulum mengenai  posisi belajar seorang siswa yaitu apakah mereka harus menyelesaikan seluruh mata pelajaran yang tercantum dalam struktur ataukah kurikulum memberi kesempatan kepada siswa untuk menentukan berbagai pilihan. Baca selengkapnya Draft Kurikulum 2013 klik di sini  KIKD SMP

Sumber:

  1. http://id.wikipedia.org/wiki/Kurikulum
  2. http://akudwnda.blogspot.com/2011/07/kurikulum-yang-pernah-diterapkan-di.html
  3. http://edukasi.kompasiana.com/2013/02/16/draft-kurikulum-2013-untuk-sdmi-smpmts-smama-534277.html
  4. http://indonesia.ucanews.com/2012/12/03/inilah-alasan-kurikulum-dirombak/

Read Full Post »

Older Posts »